<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Susulan M5,8 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami</title><description>Daryono menyebut Gempa Bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bula dengan skala intensitas III MMI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami"/><item><title>Gempa Susulan M5,8 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami-3ZJLUwxm0q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa susulan di Maluku (Foto: BMKG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3004832/gempa-susulan-m5-8-guncang-maluku-tak-berpotensi-tsunami-3ZJLUwxm0q.jpg</image><title>Gempa susulan di Maluku (Foto: BMKG) </title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) melaporkan gempa bumi susulan dengan Magnitudo 5,8 sempat mengguncang Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku pada Senin (6/5/2024) dini hari.

&quot;Mag:5.8, 06-Mei-24 03:37:14 WIB, Lok:3.18 LS, 130.94 BT (Pusat gempa berada di Laut 50 km Timur Bula), Kedalaman:14 Km Dirasakan (MMI) III Bula,&quot; cuit laman X @infoBMKG.

BACA JUGA:
Gempa M6,1 Maluku, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Naik Utara Seram


Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,25&amp;deg; LS ; 130,93&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 51 Km arah Tenggara, Seram Bagian Timur, Maluku pada kedalaman 16 km.

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Naik Utara Seram ( North Seram Thrust ). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Dendam Airlangga ke Dua Raja yang Berujung Serangan Kahuripan


Daryono menyebut Gempa Bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bula dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

&quot;Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; ujar Daryono.

BACA JUGA:
Gempa M4,3 Guncang Tuban Jawa Timur Malam Ini


Daryono mengatakan, gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi utama dengan kekuatan M6.1 pada pukul 01.33.14 WIB.

&quot;Hingga pukul 04.05 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 9 (sembilan) gempa bumi susulan dengan kekuatan terbesar M5,8,&quot; ungkapnya.
Lebih lanjut, Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.



&quot;Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) melaporkan gempa bumi susulan dengan Magnitudo 5,8 sempat mengguncang Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku pada Senin (6/5/2024) dini hari.

&quot;Mag:5.8, 06-Mei-24 03:37:14 WIB, Lok:3.18 LS, 130.94 BT (Pusat gempa berada di Laut 50 km Timur Bula), Kedalaman:14 Km Dirasakan (MMI) III Bula,&quot; cuit laman X @infoBMKG.

BACA JUGA:
Gempa M6,1 Maluku, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Naik Utara Seram


Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,25&amp;deg; LS ; 130,93&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 51 Km arah Tenggara, Seram Bagian Timur, Maluku pada kedalaman 16 km.

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Naik Utara Seram ( North Seram Thrust ). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Dendam Airlangga ke Dua Raja yang Berujung Serangan Kahuripan


Daryono menyebut Gempa Bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bula dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

&quot;Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&quot; ujar Daryono.

BACA JUGA:
Gempa M4,3 Guncang Tuban Jawa Timur Malam Ini


Daryono mengatakan, gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi utama dengan kekuatan M6.1 pada pukul 01.33.14 WIB.

&quot;Hingga pukul 04.05 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 9 (sembilan) gempa bumi susulan dengan kekuatan terbesar M5,8,&quot; ungkapnya.
Lebih lanjut, Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.



&quot;Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
