<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>733 Bencana Melanda Sejak Awal Tahun, BNPB: Korban Meninggal Terbanyak Akibat Banjir dan Longsor</title><description>Banjir bandang dan tanah longsor paling signifikan memakan korban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor"/><item><title>733 Bencana Melanda Sejak Awal Tahun, BNPB: Korban Meninggal Terbanyak Akibat Banjir dan Longsor</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor-hIVDbs6pxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/337/3005241/733-bencana-melanda-sejak-awal-tahun-bnpb-korban-meninggal-terbanyak-akibat-banjir-dan-longsor-hIVDbs6pxt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 733 kejadian bencana melanda wilayah Indonesia sejak awal tahun hingga 6 Mei 2024. Tercatat kejadian banjir dan tanah longsor paling banyak memakan korban jiwa.
Dari data BNPB, bencana terbanyak yakni banjir dengan 485 kejadian, cuaca ekstrem 139 kejadian, tanah longsor 58 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 39 kejadian, gempabumi 7 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 2 kejadian, erupsi gunung api 2 kejadian, dan kekeringan 1 kejadian.
&amp;ldquo;Secara umum memang kalau kita lihat hingga 6 Mei itu secara umum di Indonesia memang kita masih sangat dominan dengan bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Banjir Landa Wajo, BNPB: Satu Warga Meninggal, 12.931 Jiwa Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari catatan BNPB, banjir bandang dan tanah longsor paling signifikan memakan korban. &amp;ldquo;Dan catatan kita di BNPB Itu khusus untuk banjir, banjir bandang dan tanah longsor khusus yang terakhir juga tanah longsor itu di awal tahun 2024 ini sangat-sangat signifikan ya dan memakan korban cukup banyak.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
31 Bencana Alam Landa Tanah Air dalam Sepekan, 11 Orang Meninggal

Aam pun mengatakan salah satu kejadian bencana dalam tiga minggu yang paling banyak memakan korban yakni bencana banjir dan tanah longsor di Pesisir Selatan dan Tana Toraja. &amp;ldquo;Seperti yang terjadi di Pesisir Selatan bulan lalu, kemudian Tana Toraja 3 minggu yang lalu ada beberapa kali di Jawa Barat dan di beberapa tempat lain,&amp;rdquo; ujar Aam.
&amp;ldquo;Jadi memang kondisi-kondisi cuaca ekstrim yang kemudian memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat ataupun dalam durasi lama ini membuat tingkat kerawanan atau tingkat potensinya banjir, banjir bandang, tanah longsor menjadi sangat tinggi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxNC81L3g4eHh4c2U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 733 kejadian bencana melanda wilayah Indonesia sejak awal tahun hingga 6 Mei 2024. Tercatat kejadian banjir dan tanah longsor paling banyak memakan korban jiwa.
Dari data BNPB, bencana terbanyak yakni banjir dengan 485 kejadian, cuaca ekstrem 139 kejadian, tanah longsor 58 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 39 kejadian, gempabumi 7 kejadian, gelombang pasang dan abrasi 2 kejadian, erupsi gunung api 2 kejadian, dan kekeringan 1 kejadian.
&amp;ldquo;Secara umum memang kalau kita lihat hingga 6 Mei itu secara umum di Indonesia memang kita masih sangat dominan dengan bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA:
Banjir Landa Wajo, BNPB: Satu Warga Meninggal, 12.931 Jiwa Terdampak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari catatan BNPB, banjir bandang dan tanah longsor paling signifikan memakan korban. &amp;ldquo;Dan catatan kita di BNPB Itu khusus untuk banjir, banjir bandang dan tanah longsor khusus yang terakhir juga tanah longsor itu di awal tahun 2024 ini sangat-sangat signifikan ya dan memakan korban cukup banyak.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
31 Bencana Alam Landa Tanah Air dalam Sepekan, 11 Orang Meninggal

Aam pun mengatakan salah satu kejadian bencana dalam tiga minggu yang paling banyak memakan korban yakni bencana banjir dan tanah longsor di Pesisir Selatan dan Tana Toraja. &amp;ldquo;Seperti yang terjadi di Pesisir Selatan bulan lalu, kemudian Tana Toraja 3 minggu yang lalu ada beberapa kali di Jawa Barat dan di beberapa tempat lain,&amp;rdquo; ujar Aam.
&amp;ldquo;Jadi memang kondisi-kondisi cuaca ekstrim yang kemudian memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat ataupun dalam durasi lama ini membuat tingkat kerawanan atau tingkat potensinya banjir, banjir bandang, tanah longsor menjadi sangat tinggi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
