<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Soroti Keributan Jemaat Doa Rosario dan Warga Setu Tangsel</title><description>Kebanyakan jemaat adalah mahasiswa Universitas Pamulang asal Indonesia Timur yang tinggal mengontrak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel"/><item><title>Menag Soroti Keributan Jemaat Doa Rosario dan Warga Setu Tangsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel</guid><pubDate>Senin 06 Mei 2024 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel-geWr2dbOmA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrokan warga di Tangsel (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/06/338/3005115/menag-soroti-keributan-jemaat-doa-rosario-dan-warga-setu-tangsel-geWr2dbOmA.jpg</image><title>Bentrokan warga di Tangsel (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxOC81L3g4eHlmNHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGSEL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung terlibat mediasi usai keributan yang terjadi antara jemaat katolik dan warga di Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).
Keributan terjadi saat jemaat doa Rosario berkumpul di salah satu kontrakan di lokasi, Minggu 5 Mei 2024 malam sekira pukul 20.00 WIB. Kebanyakan jemaat adalah mahasiswa Universitas Pamulang asal Indonesia Timur yang tinggal mengontrak.
Ketua RT setempat dan beberapa warga meminta kegiatan dihentikan karena sudah malam. Namun terjadi cekcok dan kesalahpahaman hingga berujung benturan fisik. Data yang dihimpun ada 2 orang jemaat menderita luka, diduga akibat sabetan senjata tajam.

BACA JUGA:
Kronologi Ibadah Rosario di Setu Tangsel Berujung Keributan

Kejadian itu langsung diunggah ke media sosial hingga viral. Bahkan Kemenag Provinsi Banten dan Kota Tangsel mengaku dihubungi langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas untuk menyelesaikan insiden tersebut.
&quot;Perintah beliau pertama harus tuntas, harus dituntasin jangan dibiarin, karena kan menteri agama kita ini Pak H Yaqut Cholil Qoumas ini fokus dan konsen terhadap harmonisasi kehidupan beragama,&quot; tutur Wakil Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Asep  Azis Nasser, usai menggelar mediasi bersama di Kantor Kelurahan Babakan, Senin (06/04/24).

BACA JUGA:
5 Fakta Bentrokan Brimob dan TNI AL di Sorong, Salah Paham Berujung Kacau
Menurut Asep, keributan yang terjadi di Babakan kemarin bukanlah soal penolakan ibadah umat katolik, tapi lebih pada kesalahpahaman dalam memaknai tenggang rasa di tengah bermasyarakat umum.

&quot;Kan ini kegiatannya baik sebenernya, hanya yang tinggal itu masalahnya adalah tenggang rasanya, pemilihan jamnya kegiatan berlangsung, suaranya diatur sedemikian rupa, kemudian kita juga harus paham sedekat apa antara lokasi kegiatan dengan sekitarnya, dan sekitarnya ini beragama apa,&quot; jelasnya.

Dilanjutkan dia, pendirian Kota Tangsel sendiri diinisiasi oleh semua kelompok agama. Sehingga menurutnya, tak ada lagi dikotomi antara pribumi dan pendatang, muslim dan bukan muslim. Semua warga, kata dia, memiliki hak yang sama.

&quot;Alhamdhlillah sekarang semuanya sudah bersatu lagi saling menghargai, dan tokoh masyarakatmya para kyai kita juga sudhs kumpulka semuanya mendukung. Ini luar biasa, dan mudah-mudahan ini menjadi terakhir lah ada kejadian seperti ini di Tangsel,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC8xLzE4MDMxOC81L3g4eHlmNHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
TANGSEL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung terlibat mediasi usai keributan yang terjadi antara jemaat katolik dan warga di Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).
Keributan terjadi saat jemaat doa Rosario berkumpul di salah satu kontrakan di lokasi, Minggu 5 Mei 2024 malam sekira pukul 20.00 WIB. Kebanyakan jemaat adalah mahasiswa Universitas Pamulang asal Indonesia Timur yang tinggal mengontrak.
Ketua RT setempat dan beberapa warga meminta kegiatan dihentikan karena sudah malam. Namun terjadi cekcok dan kesalahpahaman hingga berujung benturan fisik. Data yang dihimpun ada 2 orang jemaat menderita luka, diduga akibat sabetan senjata tajam.

BACA JUGA:
Kronologi Ibadah Rosario di Setu Tangsel Berujung Keributan

Kejadian itu langsung diunggah ke media sosial hingga viral. Bahkan Kemenag Provinsi Banten dan Kota Tangsel mengaku dihubungi langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas untuk menyelesaikan insiden tersebut.
&quot;Perintah beliau pertama harus tuntas, harus dituntasin jangan dibiarin, karena kan menteri agama kita ini Pak H Yaqut Cholil Qoumas ini fokus dan konsen terhadap harmonisasi kehidupan beragama,&quot; tutur Wakil Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Asep  Azis Nasser, usai menggelar mediasi bersama di Kantor Kelurahan Babakan, Senin (06/04/24).

BACA JUGA:
5 Fakta Bentrokan Brimob dan TNI AL di Sorong, Salah Paham Berujung Kacau
Menurut Asep, keributan yang terjadi di Babakan kemarin bukanlah soal penolakan ibadah umat katolik, tapi lebih pada kesalahpahaman dalam memaknai tenggang rasa di tengah bermasyarakat umum.

&quot;Kan ini kegiatannya baik sebenernya, hanya yang tinggal itu masalahnya adalah tenggang rasanya, pemilihan jamnya kegiatan berlangsung, suaranya diatur sedemikian rupa, kemudian kita juga harus paham sedekat apa antara lokasi kegiatan dengan sekitarnya, dan sekitarnya ini beragama apa,&quot; jelasnya.

Dilanjutkan dia, pendirian Kota Tangsel sendiri diinisiasi oleh semua kelompok agama. Sehingga menurutnya, tak ada lagi dikotomi antara pribumi dan pendatang, muslim dan bukan muslim. Semua warga, kata dia, memiliki hak yang sama.

&quot;Alhamdhlillah sekarang semuanya sudah bersatu lagi saling menghargai, dan tokoh masyarakatmya para kyai kita juga sudhs kumpulka semuanya mendukung. Ini luar biasa, dan mudah-mudahan ini menjadi terakhir lah ada kejadian seperti ini di Tangsel,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
