<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Israel Tetap Serang Rafah Meski Hamas Terima Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza</title><description>Hamas dilaporkan telah menerima kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dimediasi Qatar dan Mesir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-kesepakatan-gencatan-senjata-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-kesepakatan-gencatan-senjata-gaza"/><item><title>Ini Alasan Israel Tetap Serang Rafah Meski Hamas Terima Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-kesepakatan-gencatan-senjata-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-kesepakatan-gencatan-senjata-gaza</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-proposal-gencatan-senjata-Oe0B13FxZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini alasan Israel tetap serang Rafah meski Hamas menerima gencatan senjata di Gaza (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/18/3005406/ini-alasan-israel-tetap-serang-rafah-meski-hamas-terima-proposal-gencatan-senjata-Oe0B13FxZO.jpg</image><title>Ini alasan Israel tetap serang Rafah meski Hamas menerima gencatan senjata di Gaza (Foto: Reuters)</title></images><description>RAFAH &amp;ndash; Militer Israel melakukan serangan terhadap Hamas di Rafah timur, setelah mendesak warga sipil untuk meninggalkan wilayah tersebut. Sedangkan di sisi lain, Hamas dilaporkan telah menerima kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dimediasi Qatar dan Mesir. Lalu, apa yang membuat Israel tetap menyerang Rafah meski Hamas telah menerima kesepakatan gencatan senjata?
Hamas diketahui pada Senin (6/5/2024) menyetujui proposal gencatan senjata Gaza dari mediator, namun Israel mengatakan persyaratan tersebut tidak memenuhi tuntutannya dan terus melanjutkan serangan di Rafah sambil berencana melanjutkan perundingan mengenai hal tersebut.

BACA JUGA:
Ini Poin-Poin Kesepakatan Gencatan Gaza yang Disepakati Hamas

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa ketuanya, Ismail Haniyeh, telah memberi tahu mediator Qatar dan Mesir bahwa kelompok tersebut menerima usulan gencatan senjata mereka.

BACA JUGA:
Hamas Menerima Proposal Gencatan Senjata di Gaza, Israel: Jauh dari Persyaratan Dasar

Namun Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa usulan gencatan senjata tersebut tidak memenuhi tuntutan Israel tetapi Israel akan mengirim delegasi untuk bertemu dengan para perunding guna mencoba mencapai kesepakatan.
Perkembangan dalam perang tujuh bulan ini terjadi ketika pasukan Israel menyerang Rafah di tepi selatan Gaza dari udara dan darat dan memerintahkan penduduk untuk meninggalkan bagian kota, yang telah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari satu juta pengungsi Palestina.
Kementerian luar negeri Qatar mengatakan delegasinya akan berangkat ke Kairo pada Selasa (7/5/2024)  untuk melanjutkan perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas.Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu menambahkan bahwa kabinet perangnya menyetujui kelanjutan operasi di Rafah. Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan di situs media sosial X bahwa Netanyahu membahayakan gencatan senjata dengan mengebom Rafah.
Seorang pejabat Israel, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan proposal yang disetujui Hamas adalah versi yang lebih sederhana dari tawaran Mesir dan mencakup unsur-unsur yang tidak dapat diterima Israel.
&amp;ldquo;Ini tampaknya merupakan tipu muslihat yang dimaksudkan untuk membuat Israel terlihat seperti pihak yang menolak kesepakatan,&amp;rdquo; kata pejabat Israel tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Washington akan membahas tanggapan Hamas dengan sekutunya dalam beberapa jam mendatang, dan kesepakatan dapat dicapai.
Lebih dari 34.600 warga Palestina telah tewas dalam konflik tersebut, menurut pejabat kesehatan Gaza. PBB mengatakan kelaparan akan segera terjadi di wilayah kantong tersebut.</description><content:encoded>RAFAH &amp;ndash; Militer Israel melakukan serangan terhadap Hamas di Rafah timur, setelah mendesak warga sipil untuk meninggalkan wilayah tersebut. Sedangkan di sisi lain, Hamas dilaporkan telah menerima kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dimediasi Qatar dan Mesir. Lalu, apa yang membuat Israel tetap menyerang Rafah meski Hamas telah menerima kesepakatan gencatan senjata?
Hamas diketahui pada Senin (6/5/2024) menyetujui proposal gencatan senjata Gaza dari mediator, namun Israel mengatakan persyaratan tersebut tidak memenuhi tuntutannya dan terus melanjutkan serangan di Rafah sambil berencana melanjutkan perundingan mengenai hal tersebut.

BACA JUGA:
Ini Poin-Poin Kesepakatan Gencatan Gaza yang Disepakati Hamas

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa ketuanya, Ismail Haniyeh, telah memberi tahu mediator Qatar dan Mesir bahwa kelompok tersebut menerima usulan gencatan senjata mereka.

BACA JUGA:
Hamas Menerima Proposal Gencatan Senjata di Gaza, Israel: Jauh dari Persyaratan Dasar

Namun Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa usulan gencatan senjata tersebut tidak memenuhi tuntutan Israel tetapi Israel akan mengirim delegasi untuk bertemu dengan para perunding guna mencoba mencapai kesepakatan.
Perkembangan dalam perang tujuh bulan ini terjadi ketika pasukan Israel menyerang Rafah di tepi selatan Gaza dari udara dan darat dan memerintahkan penduduk untuk meninggalkan bagian kota, yang telah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari satu juta pengungsi Palestina.
Kementerian luar negeri Qatar mengatakan delegasinya akan berangkat ke Kairo pada Selasa (7/5/2024)  untuk melanjutkan perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas.Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu menambahkan bahwa kabinet perangnya menyetujui kelanjutan operasi di Rafah. Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan di situs media sosial X bahwa Netanyahu membahayakan gencatan senjata dengan mengebom Rafah.
Seorang pejabat Israel, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan proposal yang disetujui Hamas adalah versi yang lebih sederhana dari tawaran Mesir dan mencakup unsur-unsur yang tidak dapat diterima Israel.
&amp;ldquo;Ini tampaknya merupakan tipu muslihat yang dimaksudkan untuk membuat Israel terlihat seperti pihak yang menolak kesepakatan,&amp;rdquo; kata pejabat Israel tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Washington akan membahas tanggapan Hamas dengan sekutunya dalam beberapa jam mendatang, dan kesepakatan dapat dicapai.
Lebih dari 34.600 warga Palestina telah tewas dalam konflik tersebut, menurut pejabat kesehatan Gaza. PBB mengatakan kelaparan akan segera terjadi di wilayah kantong tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
