<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ICW: Kandidat Calon Kepala Daerah Afiliasi Dinasti Politik Meningkat Terus</title><description>Staf Divisi Korupsi Politik ICW, Seira Tamara menyoroti tren Calon Kepala Daerah (Cakada) yang terafiliasi dinasti politik terus meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus"/><item><title>ICW: Kandidat Calon Kepala Daerah Afiliasi Dinasti Politik Meningkat Terus</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 22:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus-x5HCVzMm6y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ICW soroti dinasti politik pada Pilkada 2024 (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/337/3005732/icw-kandidat-calon-kepala-daerah-afiliasi-dinasti-politik-meningkat-terus-x5HCVzMm6y.jpg</image><title>ICW soroti dinasti politik pada Pilkada 2024 (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Staf Divisi Korupsi Politik ICW, Seira Tamara menyoroti tren Calon Kepala Daerah (Cakada) yang terafiliasi dinasti politik terus meningkat menjelang Pilkada serentak November 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Dampak Kecurangan Pemilu Presiden bagi Pilkada 2024' di Rumah Belajar ICW, Jalan Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (7/5/2024).


BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Jangan Sampai Sistem yang Tidak Benar Dikloning di Pilkada


&quot;Trennya dari tahun ke tahun jumlah kandidat dalam pemilihan kepala daerah itu yang punya afiliasi terhadap dinasti politik di daerahnya masing-masing, baik afiliasi dinasti terhadap kepala daerah sebelumnya maupun afiliasi terhadap anggota DPR dan DPRD itu meningkat terus,&quot; kata Seira dalam paparannya.

Seira menjelaskan bahwa peningkatan Cakada terafiliasi dinasti politik terjadi tahun ke tahun hingga puncaknya 2020 silam sebanyak 124 kandidat tercatat dalam data ICW.


BACA JUGA:
Soal Presidential Club, Feri Amsari: Asal Tidak Bebani Negara


&quot;Bahkan tahun 2005-2014 itu kandidat yang ada di Pilkada dan punya afiliasi dinasti politik jumlahnya sekitar 59, Pilkada tahun berikutnya 2015, 2017, 2018 itu meningkat sampai 86 kandidat. Kemudian Pilkada 2020 jumlahnya meningkat drastis 124 kandidat yang punya afiliasi terhadap dinasti politik,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Seira mengatakan cawe-cawe hingga intervensi mencuat ke publik saat gelaran Pilpres 2024. Hal itu seiring langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah menjabat, namun Gibran Rakabuming Raka anaknya ikut dalam kontestasi.Menurutnya akan banyak petahana yang akan mencalonkan diri pada kontestasi Pilkada serentak 2024 mendatang.

&quot;Cawe-cawe dan intervensi kalau dalam Pilpres dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang sedang menjabat kemudian anaknya menjadi salah satu kandidat dalam pencalonan dalam pilkada nanti situasi ini lekat dengan maraknya petahana yang nanti akan mencalonkan diri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Staf Divisi Korupsi Politik ICW, Seira Tamara menyoroti tren Calon Kepala Daerah (Cakada) yang terafiliasi dinasti politik terus meningkat menjelang Pilkada serentak November 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Dampak Kecurangan Pemilu Presiden bagi Pilkada 2024' di Rumah Belajar ICW, Jalan Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (7/5/2024).


BACA JUGA:
Ganjar Pranowo: Jangan Sampai Sistem yang Tidak Benar Dikloning di Pilkada


&quot;Trennya dari tahun ke tahun jumlah kandidat dalam pemilihan kepala daerah itu yang punya afiliasi terhadap dinasti politik di daerahnya masing-masing, baik afiliasi dinasti terhadap kepala daerah sebelumnya maupun afiliasi terhadap anggota DPR dan DPRD itu meningkat terus,&quot; kata Seira dalam paparannya.

Seira menjelaskan bahwa peningkatan Cakada terafiliasi dinasti politik terjadi tahun ke tahun hingga puncaknya 2020 silam sebanyak 124 kandidat tercatat dalam data ICW.


BACA JUGA:
Soal Presidential Club, Feri Amsari: Asal Tidak Bebani Negara


&quot;Bahkan tahun 2005-2014 itu kandidat yang ada di Pilkada dan punya afiliasi dinasti politik jumlahnya sekitar 59, Pilkada tahun berikutnya 2015, 2017, 2018 itu meningkat sampai 86 kandidat. Kemudian Pilkada 2020 jumlahnya meningkat drastis 124 kandidat yang punya afiliasi terhadap dinasti politik,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Seira mengatakan cawe-cawe hingga intervensi mencuat ke publik saat gelaran Pilpres 2024. Hal itu seiring langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah menjabat, namun Gibran Rakabuming Raka anaknya ikut dalam kontestasi.Menurutnya akan banyak petahana yang akan mencalonkan diri pada kontestasi Pilkada serentak 2024 mendatang.

&quot;Cawe-cawe dan intervensi kalau dalam Pilpres dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang sedang menjabat kemudian anaknya menjadi salah satu kandidat dalam pencalonan dalam pilkada nanti situasi ini lekat dengan maraknya petahana yang nanti akan mencalonkan diri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
