<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jeritan Pilu Warga Depok 5 Bulan Terendam Banjir, Bak Kota Mati Banyak Rumah Ditinggal Penghuni</title><description>Bahkan bangunan rumah toko (ruko), pabrik hingga rumah tinggal turut terendam banjir dan ditinggal penghuni.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni"/><item><title>Jeritan Pilu Warga Depok 5 Bulan Terendam Banjir, Bak Kota Mati Banyak Rumah Ditinggal Penghuni</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni</guid><pubDate>Selasa 07 Mei 2024 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni-eml20B9aU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Rendam Kota Depok/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/07/338/3005458/jeritan-pilu-warga-depok-5-bulan-terendam-banjir-bak-kota-mati-banyak-rumah-ditinggal-penghuni-eml20B9aU5.jpg</image><title>Banjir Rendam Kota Depok/Foto: MNC Portal</title></images><description>


DEPOK - Seorang pedagang warung kelontong bernama Rosidah (71) mengaku terdampak akibat musibah banjir yang merendam akses jalan penghubung Kampung Bulak Barat, Cipayung dengan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.
Pantauan iNews Media Group pada Selasa (7/5/2024) banjir masih merendam dan memutus akses dua wilayah tersebut. Banjir telah melanda Kawasan tersebut selama lima bulan lebih dan tak kunjung surut.

BACA JUGA:
Banjir Rob Akibat Fenomena Fase Bulan Baru Berpotensi Terjadi hingga 18 Mei, Berikut Lokasinya

Bahkan bangunan rumah toko (ruko), pabrik hingga rumah tinggal turut terendam banjir dan ditinggal penghuni.

BACA JUGA:
Dinding Turap Perumahan di GDC Depok Longsor

Terlihat spanduk kritikan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dilayangkan warga setempat 'Jalan Ini Menjadi WC Umum', 'Tolong Selamatkan Jalanan Kami Jangan Cuma Janji', dan lainnya.
&quot;Sudah ada lima bulanan kalau yang banjir ini, tapi nggak bisa dilewati orang dua bulanan ini. tiga bulan masih bisa dilewati orang jalan. Banjirnya sempat surut, tapi ini udah lama tidak surut,&quot; kata Rosidah saat ditemui di lokasi.</description><content:encoded>


DEPOK - Seorang pedagang warung kelontong bernama Rosidah (71) mengaku terdampak akibat musibah banjir yang merendam akses jalan penghubung Kampung Bulak Barat, Cipayung dengan Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.
Pantauan iNews Media Group pada Selasa (7/5/2024) banjir masih merendam dan memutus akses dua wilayah tersebut. Banjir telah melanda Kawasan tersebut selama lima bulan lebih dan tak kunjung surut.

BACA JUGA:
Banjir Rob Akibat Fenomena Fase Bulan Baru Berpotensi Terjadi hingga 18 Mei, Berikut Lokasinya

Bahkan bangunan rumah toko (ruko), pabrik hingga rumah tinggal turut terendam banjir dan ditinggal penghuni.

BACA JUGA:
Dinding Turap Perumahan di GDC Depok Longsor

Terlihat spanduk kritikan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dilayangkan warga setempat 'Jalan Ini Menjadi WC Umum', 'Tolong Selamatkan Jalanan Kami Jangan Cuma Janji', dan lainnya.
&quot;Sudah ada lima bulanan kalau yang banjir ini, tapi nggak bisa dilewati orang dua bulanan ini. tiga bulan masih bisa dilewati orang jalan. Banjirnya sempat surut, tapi ini udah lama tidak surut,&quot; kata Rosidah saat ditemui di lokasi.</content:encoded></item></channel></rss>
