<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hamas Peringatkan Tak Ada Kesepakatan Gencatan Senjata jika Agresi Israel di Gaza Terus Berlanjut</title><description>Pasukan Israel merebut perbatasan utama antara Mesir dan Gaza selatan pada Selasa (7/5/2024) pagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut"/><item><title>Hamas Peringatkan Tak Ada Kesepakatan Gencatan Senjata jika Agresi Israel di Gaza Terus Berlanjut</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut-kYdGRXueA5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hamas peringatkan tak ada kesepakatan gencatan senjata jika agresi Israel di Gaza terus berlanjut (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/18/3005829/hamas-peringatkan-tak-ada-kesepakatan-gencatan-senjata-jika-agresi-israel-di-gaza-terus-berlanjut-kYdGRXueA5.jpg</image><title>Hamas peringatkan tak ada kesepakatan gencatan senjata jika agresi Israel di Gaza terus berlanjut (Foto: Reuters)</title></images><description>BEIRUT - Pejabat Hamas Osama Hamdan pada Selasa (7/5/2024) memperingatkan bahwa jika agresi militer Israel terus berlanjut di Rafah, tidak akan ada kesepakatan gencatan senjata.
Sebuah pernyataan dari kelompok tersebut mengatakan pada Selasa (7/5/2024), bahwa komentar Hamdan disampaikan dalam konferensi pers di Beirut ketika delegasi dari Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, tiba di Kairo dari Doha untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.


BACA JUGA:
Sejarah Berdarah Rafah, Benteng Terakhir Rakyat Palestina

&amp;ldquo;Kami tegaskan operasi militer di Rafah jika dilakukan Israel tidak akan menjadi piknik tentara (Israel),&amp;rdquo; terangnya, dikutip Reuters.

BACA JUGA:
Kian Tegang, Joe Biden Peringatkan Netanyahu Tidak Serang Rafah

&amp;ldquo;Keputusan ada di tangan Netanyahu,&amp;rdquo; tambahnya, sambil mengatakan bahwa proposal gencatan senjata terbaru yang disetujui Hamas mewakili upaya minimum untuk menanggapi tuntutan rakyat dan perlawanan kami.

Pasukan Israel merebut perbatasan utama antara Mesir dan Gaza selatan pada Selasa (7/5/2024) pagi, menutup jalur bantuan penting ke wilayah Palestina yang sudah berada di ambang kelaparan.

&amp;ldquo;Perlintasan Rafah dulunya dan akan tetap menjadi perlintasan murni Mesir-Palestina,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengatakan perundingan mengenai gencatan senjata di Gaza harus mampu menutup kesenjangan antara Israel dan Hamas. Di sisi lain, pasukan Israel telah berhasil merebut perbatasan utama di Rafah pada Selasa (7/5/2024), sehingga menutup jalur penting bantuan.
&amp;nbsp;Kelompok Hamas menuduh Israel merusak upaya gencatan senjata dalam perang tujuh bulan yang telah menghancurkan Gaza dan menyebabkan ratusan ribu penduduknya kehilangan tempat tinggal dan kelaparan.


Komentar gencatan senjata tersebut muncul ketika Israel menginvasi Rafah, sebuah kota di Gaza selatan di mana lebih dari satu juta warga sipil Palestina yang mengungsi mencari perlindungan dari serangan Israel di seluruh wilayah kecil tersebut.</description><content:encoded>BEIRUT - Pejabat Hamas Osama Hamdan pada Selasa (7/5/2024) memperingatkan bahwa jika agresi militer Israel terus berlanjut di Rafah, tidak akan ada kesepakatan gencatan senjata.
Sebuah pernyataan dari kelompok tersebut mengatakan pada Selasa (7/5/2024), bahwa komentar Hamdan disampaikan dalam konferensi pers di Beirut ketika delegasi dari Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, tiba di Kairo dari Doha untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata.


BACA JUGA:
Sejarah Berdarah Rafah, Benteng Terakhir Rakyat Palestina

&amp;ldquo;Kami tegaskan operasi militer di Rafah jika dilakukan Israel tidak akan menjadi piknik tentara (Israel),&amp;rdquo; terangnya, dikutip Reuters.

BACA JUGA:
Kian Tegang, Joe Biden Peringatkan Netanyahu Tidak Serang Rafah

&amp;ldquo;Keputusan ada di tangan Netanyahu,&amp;rdquo; tambahnya, sambil mengatakan bahwa proposal gencatan senjata terbaru yang disetujui Hamas mewakili upaya minimum untuk menanggapi tuntutan rakyat dan perlawanan kami.

Pasukan Israel merebut perbatasan utama antara Mesir dan Gaza selatan pada Selasa (7/5/2024) pagi, menutup jalur bantuan penting ke wilayah Palestina yang sudah berada di ambang kelaparan.

&amp;ldquo;Perlintasan Rafah dulunya dan akan tetap menjadi perlintasan murni Mesir-Palestina,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengatakan perundingan mengenai gencatan senjata di Gaza harus mampu menutup kesenjangan antara Israel dan Hamas. Di sisi lain, pasukan Israel telah berhasil merebut perbatasan utama di Rafah pada Selasa (7/5/2024), sehingga menutup jalur penting bantuan.
&amp;nbsp;Kelompok Hamas menuduh Israel merusak upaya gencatan senjata dalam perang tujuh bulan yang telah menghancurkan Gaza dan menyebabkan ratusan ribu penduduknya kehilangan tempat tinggal dan kelaparan.


Komentar gencatan senjata tersebut muncul ketika Israel menginvasi Rafah, sebuah kota di Gaza selatan di mana lebih dari satu juta warga sipil Palestina yang mengungsi mencari perlindungan dari serangan Israel di seluruh wilayah kecil tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
