<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Feri Amsari Bilang Tak Ada Kekurangan Menteri, tapi Hasrat Bagi-Bagi</title><description>Wacana itu dinilai sama sekali tidak membuat jalannya pemerintahan lebih efektif bahkan diduga terjadi transaksi atau bagi-bagi kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi"/><item><title>Feri Amsari Bilang Tak Ada Kekurangan Menteri, tapi Hasrat Bagi-Bagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi-bHduU5p64x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Feri Amsari (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/337/3005777/feri-amsari-bilang-tak-ada-kekurangan-menteri-tapi-hasrat-bagi-bagi-bHduU5p64x.jpg</image><title>Feri Amsari (Foto : MPI)</title></images><description>JAKARTA -  Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengkritisi wacana menambah jumlah menteri menjadi 40 kursi dalam kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Wacana itu dinilai sama sekali tidak membuat jalannya pemerintahan lebih efektif bahkan diduga terjadi transaksi atau bagi-bagi kekuasaan.

&quot;Bagi saya nomenklatur kementerian yang sudah ada ditetapkan tetap ada, karena seluruh kegiatan sudah terpenuhi,&quot; kata Feri, Selasa (7/5/2024).


BACA JUGA:
Anies Tanggapi soal Orang Toxic: Saya Hindari Diksi Merendahkan


Lebih lanjut dia juga menyindir perihal tencana makan siang gratis yang digagasa Prabowo-Gibran. Dia menyebut rencana itu jelas dapat dilaksanakan oleh Menteri Sosial tanpa menambah menteri baru.

&quot;Makan siang kan ada Menteri Sosial, apa sulitnya nomenklatur tetap supaya tidak ada pemubaziran anggaran,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Soal Presidential Club, Feri Amsari: Asal Tidak Bebani Negara


Dia menilai, bahwa hal yang lebih penting ialah penyederhanaan jumlah kementerian. Jika benar terjadi penambahan, Feri menduga ada transaksi jika lain dalam penambahan menteri tersebut.

&quot;Paling penting itu penyederhanaan jumlah menteri. Kalau logikanya menambah sejumlah menteri, pasti ada transaksi lain ketika pembahasan,&quot; jelasnya.Dampak berbahaya juga akan terjadi jika benar kabinet akan dibentuk dengan 40 menteri. Jika sebuah partai tidak merasa masih kurang akan tembus di angka 45 bahkan 50 menteri.

&quot;Kalau besok disahkan UU-nya jadi 50 gimana? ada sekitar 16 orang baru menteri baru yang esensinya tidak berguna untuk negeri ini. Jadi betapa banyaknya pemubaziran yang terjadi kalau kemudian kita mengubah UU,&quot; bebernya.

&quot;Saya tidak pernah mendengar satu pun setelah UU 39/2008 ada kekurangan menteri sampai hari ini, yang kurang adalah hasrat kepentingan membagi-mebagian kekuasaan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengkritisi wacana menambah jumlah menteri menjadi 40 kursi dalam kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Wacana itu dinilai sama sekali tidak membuat jalannya pemerintahan lebih efektif bahkan diduga terjadi transaksi atau bagi-bagi kekuasaan.

&quot;Bagi saya nomenklatur kementerian yang sudah ada ditetapkan tetap ada, karena seluruh kegiatan sudah terpenuhi,&quot; kata Feri, Selasa (7/5/2024).


BACA JUGA:
Anies Tanggapi soal Orang Toxic: Saya Hindari Diksi Merendahkan


Lebih lanjut dia juga menyindir perihal tencana makan siang gratis yang digagasa Prabowo-Gibran. Dia menyebut rencana itu jelas dapat dilaksanakan oleh Menteri Sosial tanpa menambah menteri baru.

&quot;Makan siang kan ada Menteri Sosial, apa sulitnya nomenklatur tetap supaya tidak ada pemubaziran anggaran,&quot; tambahnya.


BACA JUGA:
Soal Presidential Club, Feri Amsari: Asal Tidak Bebani Negara


Dia menilai, bahwa hal yang lebih penting ialah penyederhanaan jumlah kementerian. Jika benar terjadi penambahan, Feri menduga ada transaksi jika lain dalam penambahan menteri tersebut.

&quot;Paling penting itu penyederhanaan jumlah menteri. Kalau logikanya menambah sejumlah menteri, pasti ada transaksi lain ketika pembahasan,&quot; jelasnya.Dampak berbahaya juga akan terjadi jika benar kabinet akan dibentuk dengan 40 menteri. Jika sebuah partai tidak merasa masih kurang akan tembus di angka 45 bahkan 50 menteri.

&quot;Kalau besok disahkan UU-nya jadi 50 gimana? ada sekitar 16 orang baru menteri baru yang esensinya tidak berguna untuk negeri ini. Jadi betapa banyaknya pemubaziran yang terjadi kalau kemudian kita mengubah UU,&quot; bebernya.

&quot;Saya tidak pernah mendengar satu pun setelah UU 39/2008 ada kekurangan menteri sampai hari ini, yang kurang adalah hasrat kepentingan membagi-mebagian kekuasaan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
