<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Nanggroe Keluarkan 7 Titah untuk Rakyat Aceh, Begini Isinya</title><description>Sarakata atau titah itu ditujukan untuk&amp;nbsp;pemerintah, swasta, dan seluruh elemen masyarakat Aceh termasuk perantau dari Aceh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya"/><item><title>Wali Nanggroe Keluarkan 7 Titah untuk Rakyat Aceh, Begini Isinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya-2g6GVdXQZI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar (tengah) menandatangani Sarakata (Foto: Panitia Kongres Peradaban Aceh)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/340/3005927/wali-nanggroe-keluarkan-7-titah-untuk-rakyat-aceh-begini-isinya-2g6GVdXQZI.jpg</image><title>Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar (tengah) menandatangani Sarakata (Foto: Panitia Kongres Peradaban Aceh)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8yMC8xODAzMzQvNS94OHkwMTN5&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDA ACEH &amp;ndash; Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar menerbitkan Sarakata atau titah kepada pemerintah hingga masyarakat Aceh. Ada tujuh titah yang disampaikan oleh pemimpin pemersatu Aceh itu.
Sarakata tersebut dibacakan langsung oleh Malik Mahmud pada penutupan Kongres Peradaban Aceh (KPA) ke 2 di kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia atau ISBI Aceh di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Selasa 7 Mei 2024.
&amp;ldquo;Dengan memohon rida Allah Subhanahu wa ta&amp;rsquo;ala, saya Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, Wali Nanggroe Aceh, menerbitkan Sarakata,&amp;rdquo; kata mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

BACA JUGA:
Burung Kuntul Ancam Keselamatan Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh

Malik Mahmud yang kini bertugas membina serta mengawasi penyelenggaraan keistimewaan dan kekhususan Aceh tersebut mengajak semua pihak memajukan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh.
&amp;ldquo;Dititahkan kepada segenap rakyat Aceh yang berada di Aceh maupun di perantauan dan para pemangku kepentingan, pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat, dengan butir-butir sebagai berikut,&amp;rdquo; ucap Malik Mahmud.
Berikut 7 tittah Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar :
1. Pelihara, majukan, dan promosikan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh sebagai bagian dari peradaban dan identitas Aceh.

BACA JUGA:
Mengulik Tradisi Meugang, Cara Orang Aceh Sambut Bulan Suci Ramadhan

2. Lakukan pendokumentasian dan pengarsipan seni budaya dalam bentuk tertulis, video, suara, gambar, barang cetakan, dan animasi dengan menggunakan kecerdasan teknologi sehingga mudah diakses oleh publik.
3. Hormati dan jaga nilai-nilai islami yang menjadi landasan moral dan spiritual masyarakat Aceh.
4. Dorong kreativitas dan inovasi perkembangan seni, budaya, dan pengetahuan lokal melalui dukungan anggaran dalam berbagai bidang dan tingkat.
5. Bangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat dengan menggalang kesatuan  dan kerja sama antarwarga Aceh untuk membangun kesejahteraan bersama dan mengatasi berbagai tantangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
6. Pastikan pengakuan  dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan berpendapat dalam konteks pemajuan budaya dan tradisi Aceh.
7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan teknologi berbasis kebudayaan dalam rangka menciptakan masyarakat yang terdidik dan terampil.
&amp;ldquo;Titah ini merupakan arahan dan landasan bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memajukan peradaban dan keberlanjutan budaya Aceh secara menyeluruh,&amp;rdquo; pungkas Malik Mahmud.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8yMC8xODAzMzQvNS94OHkwMTN5&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDA ACEH &amp;ndash; Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar menerbitkan Sarakata atau titah kepada pemerintah hingga masyarakat Aceh. Ada tujuh titah yang disampaikan oleh pemimpin pemersatu Aceh itu.
Sarakata tersebut dibacakan langsung oleh Malik Mahmud pada penutupan Kongres Peradaban Aceh (KPA) ke 2 di kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia atau ISBI Aceh di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Selasa 7 Mei 2024.
&amp;ldquo;Dengan memohon rida Allah Subhanahu wa ta&amp;rsquo;ala, saya Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, Wali Nanggroe Aceh, menerbitkan Sarakata,&amp;rdquo; kata mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

BACA JUGA:
Burung Kuntul Ancam Keselamatan Penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh

Malik Mahmud yang kini bertugas membina serta mengawasi penyelenggaraan keistimewaan dan kekhususan Aceh tersebut mengajak semua pihak memajukan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh.
&amp;ldquo;Dititahkan kepada segenap rakyat Aceh yang berada di Aceh maupun di perantauan dan para pemangku kepentingan, pemerintah, swasta, serta seluruh elemen masyarakat, dengan butir-butir sebagai berikut,&amp;rdquo; ucap Malik Mahmud.
Berikut 7 tittah Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar :
1. Pelihara, majukan, dan promosikan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh sebagai bagian dari peradaban dan identitas Aceh.

BACA JUGA:
Mengulik Tradisi Meugang, Cara Orang Aceh Sambut Bulan Suci Ramadhan

2. Lakukan pendokumentasian dan pengarsipan seni budaya dalam bentuk tertulis, video, suara, gambar, barang cetakan, dan animasi dengan menggunakan kecerdasan teknologi sehingga mudah diakses oleh publik.
3. Hormati dan jaga nilai-nilai islami yang menjadi landasan moral dan spiritual masyarakat Aceh.
4. Dorong kreativitas dan inovasi perkembangan seni, budaya, dan pengetahuan lokal melalui dukungan anggaran dalam berbagai bidang dan tingkat.
5. Bangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat dengan menggalang kesatuan  dan kerja sama antarwarga Aceh untuk membangun kesejahteraan bersama dan mengatasi berbagai tantangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
6. Pastikan pengakuan  dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan berpendapat dalam konteks pemajuan budaya dan tradisi Aceh.
7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan teknologi berbasis kebudayaan dalam rangka menciptakan masyarakat yang terdidik dan terampil.
&amp;ldquo;Titah ini merupakan arahan dan landasan bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memajukan peradaban dan keberlanjutan budaya Aceh secara menyeluruh,&amp;rdquo; pungkas Malik Mahmud.
</content:encoded></item></channel></rss>
