<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Banjir di Ogan Komering Ulu, BNPB: 1.695 Kepala Keluarga Terdampak</title><description>Tim gabungan saat ini masih melakukan koordinasi, pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak dan terus memonitoring dampak banjir</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak"/><item><title> Banjir di Ogan Komering Ulu, BNPB: 1.695 Kepala Keluarga Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2024 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak-5NNgh55AhC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rendam OKU, Sumsel (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/610/3006190/banjir-di-ogan-komering-ulu-bnpb-1-695-kepala-keluarga-terdampak-5NNgh55AhC.jpg</image><title>Banjir rendam OKU, Sumsel (Foto: BNPB)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQzOC81L3g4eTZmeHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Selatan menyebabkan terjadinya banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu, peristiwa tersebut terjadi pada Senin 6 Mei 2024, pukul 19.30 WIB dan hingga saat ini dilaporkan air masih merendam wilayah yang terdampak.
Kejadian ini mengakibatkan lima Kelurahan yang berada di Kecamatan Baturaja Barat yaitu Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Talang Jawa, Kelurahan Air Gading, Kelurahan Batu Kuning, Kelurahan Saung Naga dan lima Kelurahan di Kecamatan Baturaja Timur yaitu Kelurahan Sekar Jaya, Kelurahan Baturaja Permai, Kelurahan Baturaja Lama, Kelurahan Kemala Raja dan Kelurahan Sukaraya terdampak dengan ketinggian muka air terpantau 60-200 cm.

BACA JUGA:
Banjir Dahsyat di Brasil Tewaskan 90 Orang, 155 Ribu Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, tercatat 1.695 KK terdampak, dan 257 kk mengungsi. &quot;Untuk kerugian materil terdata kaji cepat antara lain sebanyak 1.695 unit rumah terdampak, 4 unit fasilitas ibadah, satu unit jembatan gantung terputus serta 10 Ha lahan pertanian warga terdampak,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (8/5/2024).
Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan masih akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga intensitas lebat.

BACA JUGA:
5 Bulan Tak Surut, Banjir Cipayung-Sawangan Jadi Spot Mancing Warga

BPBD Ogan Komering Ulu, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan tim gabungan hingga saat ini masih melakukan koordinasi, pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak dan terus memonitoring dampak banjir ini ke aparat kecamatan, kelurahan serta desa setempat guna melihat dampak lanjutan dengan kondisi mutakhir sebagian wilayah masih terendam banjir.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOC8xLzE4MDQzOC81L3g4eTZmeHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Selatan menyebabkan terjadinya banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu, peristiwa tersebut terjadi pada Senin 6 Mei 2024, pukul 19.30 WIB dan hingga saat ini dilaporkan air masih merendam wilayah yang terdampak.
Kejadian ini mengakibatkan lima Kelurahan yang berada di Kecamatan Baturaja Barat yaitu Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Talang Jawa, Kelurahan Air Gading, Kelurahan Batu Kuning, Kelurahan Saung Naga dan lima Kelurahan di Kecamatan Baturaja Timur yaitu Kelurahan Sekar Jaya, Kelurahan Baturaja Permai, Kelurahan Baturaja Lama, Kelurahan Kemala Raja dan Kelurahan Sukaraya terdampak dengan ketinggian muka air terpantau 60-200 cm.

BACA JUGA:
Banjir Dahsyat di Brasil Tewaskan 90 Orang, 155 Ribu Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, tercatat 1.695 KK terdampak, dan 257 kk mengungsi. &quot;Untuk kerugian materil terdata kaji cepat antara lain sebanyak 1.695 unit rumah terdampak, 4 unit fasilitas ibadah, satu unit jembatan gantung terputus serta 10 Ha lahan pertanian warga terdampak,&quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (8/5/2024).
Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan masih akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga intensitas lebat.

BACA JUGA:
5 Bulan Tak Surut, Banjir Cipayung-Sawangan Jadi Spot Mancing Warga

BPBD Ogan Komering Ulu, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan tim gabungan hingga saat ini masih melakukan koordinasi, pendataan di lapangan, evakuasi warga terdampak dan terus memonitoring dampak banjir ini ke aparat kecamatan, kelurahan serta desa setempat guna melihat dampak lanjutan dengan kondisi mutakhir sebagian wilayah masih terendam banjir.

</content:encoded></item></channel></rss>
