<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur : Sopir Dikira Kiai sampai Dicium Tangan</title><description>Gus Dur sosok humoris, leluconnya penuh makna.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/09/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/09/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan"/><item><title>Humor Gus Dur : Sopir Dikira Kiai sampai Dicium Tangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/09/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/09/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan</guid><pubDate>Kamis 09 Mei 2024 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/08/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan-XfJWyF4zeT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Cybergusdurian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/08/337/3006071/humor-gus-dur-sopir-dikira-kiai-sampai-dicium-tangan-XfJWyF4zeT.jpg</image><title>KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: Cybergusdurian)</title></images><description>PRESIDEN keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sosok yang humoris. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini kerap melemparkan guyonan yang membuat lawan bicara atau pendengar tertawa. Lelucon-lelucon Gus Dur biasanya penuh makna.

Bahkan cerita humor disampaikan Gus Dur sudah banyak diabadikan dalam buku-buku oleh penulis di Tanah Air.

Misalnya dalam buku &quot;Fatwa dan Canda Gus Dur&quot; karya KH Maman Imanulhaq Faqieh diceritakan kisah sopir dari Kiai Maman dicium tangan oleh warga karena dikiri dialah ulama yang mereka tunggu untuk mengisi pengajian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Humor Gus Dur: Turis Amerika Ajak Tukang Becak Bahasa Inggris

Kisahnya diceritakan bahwa suatu ketika Kiai Maman kecapekan karena mengisi tiga acara dalam sehari. Lalu dia ketiduran di dalam mobil ketika tiba di suatu pengajian.

Panitia yang tidak mengenal Kiai Maman, langsung membuka pintu mobil sambil menepuk bahunya dan berkata, &quot;Mana kiainya?&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Humor Gus Dur: Turis Amerika Ajak Tukang Becak Bahasa Inggris

Kiai Maman pun terbangun, gelagapan, lalau menunjuk sopirnya Mang Jaya yang telah berpakaian sangat rapi, berbatik bersih pula.

Panitia langsung mendekati sang sopir Mang Jaya. Mereka segera mencium tangannya, diikuti oleh para penjemput lainnya.</description><content:encoded>PRESIDEN keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sosok yang humoris. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini kerap melemparkan guyonan yang membuat lawan bicara atau pendengar tertawa. Lelucon-lelucon Gus Dur biasanya penuh makna.

Bahkan cerita humor disampaikan Gus Dur sudah banyak diabadikan dalam buku-buku oleh penulis di Tanah Air.

Misalnya dalam buku &quot;Fatwa dan Canda Gus Dur&quot; karya KH Maman Imanulhaq Faqieh diceritakan kisah sopir dari Kiai Maman dicium tangan oleh warga karena dikiri dialah ulama yang mereka tunggu untuk mengisi pengajian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Humor Gus Dur: Turis Amerika Ajak Tukang Becak Bahasa Inggris

Kisahnya diceritakan bahwa suatu ketika Kiai Maman kecapekan karena mengisi tiga acara dalam sehari. Lalu dia ketiduran di dalam mobil ketika tiba di suatu pengajian.

Panitia yang tidak mengenal Kiai Maman, langsung membuka pintu mobil sambil menepuk bahunya dan berkata, &quot;Mana kiainya?&quot;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Humor Gus Dur: Turis Amerika Ajak Tukang Becak Bahasa Inggris

Kiai Maman pun terbangun, gelagapan, lalau menunjuk sopirnya Mang Jaya yang telah berpakaian sangat rapi, berbatik bersih pula.

Panitia langsung mendekati sang sopir Mang Jaya. Mereka segera mencium tangannya, diikuti oleh para penjemput lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
