<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zulhas : Katanya PAN Cuma Bisa Joget, Eh Ternyata yang Menang Capres Gemoy</title><description>Menurutnya joget-joget ditampilkan PAN untuk memperlihatkan politik riang gembira.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy"/><item><title>Zulhas : Katanya PAN Cuma Bisa Joget, Eh Ternyata yang Menang Capres Gemoy</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy</guid><pubDate>Jum'at 10 Mei 2024 22:25 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy-V88SilLJJD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PAN Zulkifli Hasan (Foto: MPI/Felldy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/10/337/3006922/zulhas-katanya-pan-cuma-bisa-joget-eh-ternyata-yang-menang-capres-gemoy-V88SilLJJD.jpg</image><title>Ketum PAN Zulkifli Hasan (Foto: MPI/Felldy)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQxMi81L3g4eTU0dzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengakui kalau PAN sempat dituding sebagai partai joget di Pemilu 2024. Menurutnya joget-joget ditampilkan PAN untuk memperlihatkan politik riang gembira.

&quot;Kami mengkampanyekan berpartai itu gembira, maka dikenal PAN joget. Apa itu dulu katanya PAN cuma bisanya joget-joget, eh yang menang capres ternyata yang gemoy yang bisa joget,&quot; kata Zulhas dalam sambutannya di Rakornas PAN untuk Pemenangan Pilkada Serentak 2024 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2024).

PAN mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Salah satu trik kampanye Prabowo untuk menarik kesukaan pemilih muda adalah menampilkan diri gemoy dan joget-joget.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Zulhas : PAN Enggak Akan Minta Proyek ke Kepala Daerah Terpilih

Sama halnya dengan PAN yang turut merekrut banyak artis jadi kader, juga menampilkan aksi joget-joget dengan lagu 'PAN, PAN, PAN Semakin TerdePAN'.

Menurut Zulhas strategi kampanye tersebut membuat PAN jadi partai paling diingat masyarakat.

Zulhas mengatakan bahwa orang yang bertarung dalam kontestasi politik termasuk pilkada harus bergembira.

&quot;Kalau mungkin selama ini dianggapnya seram, dikit-dikit neraka, enggak. PAN itu Pak Arinal, Pak Murad, Bu Airin, dan teman-teman semua, kami mengakampanyekan sedikit-sedikit beragama itu masuk surga,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Zulhas Boyong 38 Pimpinan PAN Se-Indonesia Sowan ke Jokowi di Istana

Di sisi lain,  Zulhas juga mengungkit filosofi matahari PAN. Menurutnya, PAN tidak memandang perbedaan seseorang, seperti matahari.

&quot;Matahari itu juga filosofinya tidak pernah tanya-tanya, saudara ini Golkar? Saudara ini PAN? Saudara ini Demokrat? Saudara ini tidak berpartai? Terus gelap. Sama haknya,&quot; tuturnya.

&quot;Matahari itu juga tidak tanya-tanya, kamu Islam, kamu Kristen, kamu Buddha? Kalau enggak Islam, terus gelap. Enggak, sama. Haknya sama. Itulah PAN,&quot; kata dia.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNy8xLzE4MDQxMi81L3g4eTU0dzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengakui kalau PAN sempat dituding sebagai partai joget di Pemilu 2024. Menurutnya joget-joget ditampilkan PAN untuk memperlihatkan politik riang gembira.

&quot;Kami mengkampanyekan berpartai itu gembira, maka dikenal PAN joget. Apa itu dulu katanya PAN cuma bisanya joget-joget, eh yang menang capres ternyata yang gemoy yang bisa joget,&quot; kata Zulhas dalam sambutannya di Rakornas PAN untuk Pemenangan Pilkada Serentak 2024 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2024).

PAN mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Salah satu trik kampanye Prabowo untuk menarik kesukaan pemilih muda adalah menampilkan diri gemoy dan joget-joget.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Zulhas : PAN Enggak Akan Minta Proyek ke Kepala Daerah Terpilih

Sama halnya dengan PAN yang turut merekrut banyak artis jadi kader, juga menampilkan aksi joget-joget dengan lagu 'PAN, PAN, PAN Semakin TerdePAN'.

Menurut Zulhas strategi kampanye tersebut membuat PAN jadi partai paling diingat masyarakat.

Zulhas mengatakan bahwa orang yang bertarung dalam kontestasi politik termasuk pilkada harus bergembira.

&quot;Kalau mungkin selama ini dianggapnya seram, dikit-dikit neraka, enggak. PAN itu Pak Arinal, Pak Murad, Bu Airin, dan teman-teman semua, kami mengakampanyekan sedikit-sedikit beragama itu masuk surga,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Zulhas Boyong 38 Pimpinan PAN Se-Indonesia Sowan ke Jokowi di Istana

Di sisi lain,  Zulhas juga mengungkit filosofi matahari PAN. Menurutnya, PAN tidak memandang perbedaan seseorang, seperti matahari.

&quot;Matahari itu juga filosofinya tidak pernah tanya-tanya, saudara ini Golkar? Saudara ini PAN? Saudara ini Demokrat? Saudara ini tidak berpartai? Terus gelap. Sama haknya,&quot; tuturnya.

&quot;Matahari itu juga tidak tanya-tanya, kamu Islam, kamu Kristen, kamu Buddha? Kalau enggak Islam, terus gelap. Enggak, sama. Haknya sama. Itulah PAN,&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
