<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 9 Negara yang Tolak Resolusi Jadikan Palestina Anggota PBB, Salah Satunya Tetangga Indonesia</title><description>Resolusi ini didukung 143 negara, dengan 9 negara menolak dan 25 lainnya abstain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia"/><item><title>Ini 9 Negara yang Tolak Resolusi Jadikan Palestina Anggota PBB, Salah Satunya Tetangga Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 11 Mei 2024 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia-8vdp8IBKRk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/11/18/3007032/ini-9-negara-yang-tolak-resolusi-jadikan-palestina-anggota-pbb-salah-satunya-tetangga-indonesia-8vdp8IBKRk.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xLzE4MDE4MC81L3g4eHBmN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh Perrserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat dukungan yang sangat kuat dari Majelis Umum PBB melalui resolusi yang mengakui bahwa Palestina memenuhi syarat untuk bergabung dan merekomendasikan Dewan Keamanan PBB untuk &quot;mempertimbangkan kembali masalah ini dengan baik.&quot;

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Majelis Umum PBB Dukung Kuat Palestina Jadi Anggota Penuh PBB&amp;nbsp;

Dilansir Reuters, resolusi tersebut diadopsi dengan 143 suara mendukung dan sembilan suara menentang, sementara 25 negara abstain. Perjanjian ini tidak memberikan warga Palestina keanggotaan penuh di PBB, namun hanya mengakui mereka memenuhi syarat untuk bergabung.
Dua di antara sembilan negara yang menentang adalah Amerika Serikat (AS), yang memveto pengakuan negara Palestinadi Dewan Keamanan PBB bulan lalu, dan negara zionis Israel. Sementara tujuh negara lainnya adalah Argentina, Hungaria, Mikronesia, Papua Nugini, Nauru, Palau, dan Republik Ceko.
Negara yang abstain tarmasuk Austria, Kanada, Italia, Paraguay, Inggris, Belanda, serta Ukraina.

BACA JUGA:
Wapres Sayangkan Palestina Gagal Jadi Anggota Penuh DK PBB

Dorongan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB terjadi tujuh bulan setelah perang antara Israel dan militan Palestina Hamas di Jalur Gaza, dan ketika Israel memperluas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, yang dianggap ilegal oleh PBB.Resolusi Majelis Umum yang diadakan pada Jumat memang memberi Palestina beberapa hak dan keistimewaan tambahan mulai September 2024 &amp;ndash; seperti kursi di antara anggota PBB di aula pertemuan &amp;ndash; tetapi mereka tidak akan diberikan hak suara di badan tersebut.
Palestina saat ini merupakan negara pengamat non-anggota, sebuah pengakuan de facto atas status kenegaraan yang diberikan oleh Majelis Umum PBB pada 2012.
Palestina diwakilkan di PBB oleh Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat. Hamas melengserkan Otoritas Palestina dari kekuasaan di Gaza pada 2007.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8zMC8xLzE4MDE4MC81L3g4eHBmN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh Perrserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat dukungan yang sangat kuat dari Majelis Umum PBB melalui resolusi yang mengakui bahwa Palestina memenuhi syarat untuk bergabung dan merekomendasikan Dewan Keamanan PBB untuk &quot;mempertimbangkan kembali masalah ini dengan baik.&quot;

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Majelis Umum PBB Dukung Kuat Palestina Jadi Anggota Penuh PBB&amp;nbsp;

Dilansir Reuters, resolusi tersebut diadopsi dengan 143 suara mendukung dan sembilan suara menentang, sementara 25 negara abstain. Perjanjian ini tidak memberikan warga Palestina keanggotaan penuh di PBB, namun hanya mengakui mereka memenuhi syarat untuk bergabung.
Dua di antara sembilan negara yang menentang adalah Amerika Serikat (AS), yang memveto pengakuan negara Palestinadi Dewan Keamanan PBB bulan lalu, dan negara zionis Israel. Sementara tujuh negara lainnya adalah Argentina, Hungaria, Mikronesia, Papua Nugini, Nauru, Palau, dan Republik Ceko.
Negara yang abstain tarmasuk Austria, Kanada, Italia, Paraguay, Inggris, Belanda, serta Ukraina.

BACA JUGA:
Wapres Sayangkan Palestina Gagal Jadi Anggota Penuh DK PBB

Dorongan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB terjadi tujuh bulan setelah perang antara Israel dan militan Palestina Hamas di Jalur Gaza, dan ketika Israel memperluas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, yang dianggap ilegal oleh PBB.Resolusi Majelis Umum yang diadakan pada Jumat memang memberi Palestina beberapa hak dan keistimewaan tambahan mulai September 2024 &amp;ndash; seperti kursi di antara anggota PBB di aula pertemuan &amp;ndash; tetapi mereka tidak akan diberikan hak suara di badan tersebut.
Palestina saat ini merupakan negara pengamat non-anggota, sebuah pengakuan de facto atas status kenegaraan yang diberikan oleh Majelis Umum PBB pada 2012.
Palestina diwakilkan di PBB oleh Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat. Hamas melengserkan Otoritas Palestina dari kekuasaan di Gaza pada 2007.</content:encoded></item></channel></rss>
