<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Inspiratif, Nenek 71 Tahun Nabung di Bawah Bantal untuk Naik Haji   </title><description>Nenek berusia 71 tahun itu bercerita, uang untuk membayar biaya naik haji itu diperolehnya dari hasil mengajar ngaji.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/12/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji"/><item><title>Kisah Inspiratif, Nenek 71 Tahun Nabung di Bawah Bantal untuk Naik Haji   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/12/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2024 00:28 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/11/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji-coc0WRhhkM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/11/340/3007246/kisah-inspiratif-nenek-71-tahun-nabung-di-bawah-bantal-untuk-naik-haji-coc0WRhhkM.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMS82Ni8xODA1NzAvNS94OHljajE4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Seorang guru ngaji lanjut usia di Kota Baubau Sulawesi Tenggara, Nenek Hasinah, akhirnya akan bisa mewujudkan mimpinya pergi haji ke Tanah Suci tahun 2024.

Nenek berusia 71 tahun itu bercerita, uang untuk membayar biaya naik haji itu diperolehnya dari hasil mengajar ngaji selama 12 tahun. Sebelumnya, nenek Hasinah juga pernah umrah pada 2019.&amp;nbsp;

&quot;Tahun ini saya naik haji. Perasaan saya senang sekali karena saya pikir, saya ini tidak pergi mencari ke mana-kemana hanya mengaji saja. Tapi alhamdulillah terkumpul juga uang (naik haji),&amp;rdquo; kata Hasinah saat ditemui di rumahnya, Rabu (8/5/2024
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Loper Koran Naik Haji, Rela Nabung 11 Tahun demi ke Tanah Suci

Nenek Hasinah bilang, sejak menjadi guru ngaji pada 1974 silam, dirinya tidak menarik bayaran sedikitpun pada murid-muridnya. Namun karena dirinya yang tinggal sebatang kara sejak sang suami meninggal, akhirnya para murid yang mengaji padanya itu membawakan uang untuk biaya lampu dan air.&amp;nbsp;

&quot;Katanya disuruh orangtua untuk bantu harga lampu dan harga air. Di situ saya beritahu, kalau begitu bayar saja Rp10.000 satu bulan, itu pun setelah berapa tahun baru diadakan iuran mengaji,&quot; ujarnya.

Hasinah bilang, iuran mengaji itupun dikumpulkan dan disimpannya di berbagai tempat.

&quot;Awalnya saya simpan dulu di bawah bantal, di bawah kasur, dalam lipatan buku dan pakaian nanti kalau sudah cukup jutaan baru saya bawa ke bank untuk tabung,&quot; urai Nenek Hasinah.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lalin di Sekitar Asrama Haji Pondok Gede Macet, Warga Dimintai Cari Jalur Alternatif

Seiring berjalannya waktu maka muridnya pun bertambah semakin banyak. Hal itu membuat uang tabungannya pun bertambah. Diketahui, dirinya mendaftar haji pada 2012, dengan menyetor uang sebesar Rp25 juta.

Setelah menunggu selama 12 tahun, Hasinah mendapatkan panggilan untuk naik haji di tahun 2024 ini. Sementara tu, sisa uang naik haji sebesar Rp33 juta juga telah berhasil dilunasinya.

Hasinah pun bercerita, banyak pertanyaan datang padanya mengapa ia bisa umrah dan naik haji.&amp;nbsp;&quot;Orang-orang bertanya apa pekerjaannya sampai bisa umrah dan naik haji. Saya juga tidak tahu karena mungkin saya ikhlas. Saya ajar anak-anak (mengaji) mungkin Allah kabulkan saya punya rencana,&quot; tutur Hasinah.



Saat ini hasinah mengaku sudah menyiapkan semuanya. Dia berdoa semoga selama dalam perjalanan spiritualnya nanti diberi kesehatan yang baik.



&quot;Persiapan saya hanya ingin kesehatannya baik, pergi dengan baik, ibadahn dengan sehat dan pulang dengan sehat,&quot; pungkas Hasinah.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMS82Ni8xODA1NzAvNS94OHljajE4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Seorang guru ngaji lanjut usia di Kota Baubau Sulawesi Tenggara, Nenek Hasinah, akhirnya akan bisa mewujudkan mimpinya pergi haji ke Tanah Suci tahun 2024.

Nenek berusia 71 tahun itu bercerita, uang untuk membayar biaya naik haji itu diperolehnya dari hasil mengajar ngaji selama 12 tahun. Sebelumnya, nenek Hasinah juga pernah umrah pada 2019.&amp;nbsp;

&quot;Tahun ini saya naik haji. Perasaan saya senang sekali karena saya pikir, saya ini tidak pergi mencari ke mana-kemana hanya mengaji saja. Tapi alhamdulillah terkumpul juga uang (naik haji),&amp;rdquo; kata Hasinah saat ditemui di rumahnya, Rabu (8/5/2024
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Loper Koran Naik Haji, Rela Nabung 11 Tahun demi ke Tanah Suci

Nenek Hasinah bilang, sejak menjadi guru ngaji pada 1974 silam, dirinya tidak menarik bayaran sedikitpun pada murid-muridnya. Namun karena dirinya yang tinggal sebatang kara sejak sang suami meninggal, akhirnya para murid yang mengaji padanya itu membawakan uang untuk biaya lampu dan air.&amp;nbsp;

&quot;Katanya disuruh orangtua untuk bantu harga lampu dan harga air. Di situ saya beritahu, kalau begitu bayar saja Rp10.000 satu bulan, itu pun setelah berapa tahun baru diadakan iuran mengaji,&quot; ujarnya.

Hasinah bilang, iuran mengaji itupun dikumpulkan dan disimpannya di berbagai tempat.

&quot;Awalnya saya simpan dulu di bawah bantal, di bawah kasur, dalam lipatan buku dan pakaian nanti kalau sudah cukup jutaan baru saya bawa ke bank untuk tabung,&quot; urai Nenek Hasinah.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lalin di Sekitar Asrama Haji Pondok Gede Macet, Warga Dimintai Cari Jalur Alternatif

Seiring berjalannya waktu maka muridnya pun bertambah semakin banyak. Hal itu membuat uang tabungannya pun bertambah. Diketahui, dirinya mendaftar haji pada 2012, dengan menyetor uang sebesar Rp25 juta.

Setelah menunggu selama 12 tahun, Hasinah mendapatkan panggilan untuk naik haji di tahun 2024 ini. Sementara tu, sisa uang naik haji sebesar Rp33 juta juga telah berhasil dilunasinya.

Hasinah pun bercerita, banyak pertanyaan datang padanya mengapa ia bisa umrah dan naik haji.&amp;nbsp;&quot;Orang-orang bertanya apa pekerjaannya sampai bisa umrah dan naik haji. Saya juga tidak tahu karena mungkin saya ikhlas. Saya ajar anak-anak (mengaji) mungkin Allah kabulkan saya punya rencana,&quot; tutur Hasinah.



Saat ini hasinah mengaku sudah menyiapkan semuanya. Dia berdoa semoga selama dalam perjalanan spiritualnya nanti diberi kesehatan yang baik.



&quot;Persiapan saya hanya ingin kesehatannya baik, pergi dengan baik, ibadahn dengan sehat dan pulang dengan sehat,&quot; pungkas Hasinah.



</content:encoded></item></channel></rss>
