<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolda Jabar: Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Gunakan Traffic Accident Analysis</title><description>Berdasarkan informasi yang berasal dari data kepolisian setidaknya ada 11 orang yang menjadi korban meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis"/><item><title>Kapolda Jabar: Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Gunakan Traffic Accident Analysis</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2024 08:22 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis-JVXnu7hIs6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bus Rombongan Siswa SMK Kecelakaan/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/12/525/3007323/kapolda-jabar-olah-tkp-kecelakaan-maut-bus-rombongan-smk-gunakan-traffic-accident-analysis-JVXnu7hIs6.jpg</image><title>Bus Rombongan Siswa SMK Kecelakaan/Foto: Antara</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMi8xLzE4MDU3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengatakan, pihaknya akan melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) usai kecelakaan bus Ciater di Subang Jawa Barat mengalami kecelakaan pada Sabtu, 11 Mei 2024..
Pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan metode traffic accident analysis (TAA) untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
&quot;Nanti akan ada TAA Polda investigasi dan olah TKP sehingga nanti akan mengetahui,&quot; ujar Wiyagus kepada awak media.

BACA JUGA:
Polda Jabar Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Depok di Ciater Pagi Ini

Berdasarkan informasi yang berasal dari data kepolisian setidaknya ada 11 orang yang menjadi korban meninggal dunia

BACA JUGA:
Update Korban Bus Terguling di Ciater Subang: 11 Tewas, 13 Luka Berat, 42 Luka Ringan

&quot;Untuk sementara berdasarkan laporan jumlah korban meninggal dunia sebanyak sebelas orang,&quot; tutup Wiyagus.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, kecelakaan bus Putera Fajar di turunan Ciater yang ada di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat sekitar Pukul 19.00 WIB.

Bus yang terguling diketahui merupakan salah satu dari tiga bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang sedang melakukan wisata untuk merayakan kelulusan atau pesta perpisahan.



Diduga bus tersebut mengalami rem blong. Bus sempat mengalami permasalahan, sehingga supir bus sempat memanggil mekanik sebelum terjadinya kecelakaan di salah satu titik pemberhentian.



11 orang meninggal dunia akibat kecelakan tersebut terdiri dari lima laki-laki dan enam perempuan. Mayoritas korban tewas merupakan pelajar, dan adapula seorang pemotor yang merupakan warga setempat. Setidaknya ada 17 orang yang mengalami luka-luka berat juga menjalani perawatan di RSUD Subang

</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xMi8xLzE4MDU3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengatakan, pihaknya akan melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) usai kecelakaan bus Ciater di Subang Jawa Barat mengalami kecelakaan pada Sabtu, 11 Mei 2024..
Pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan metode traffic accident analysis (TAA) untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
&quot;Nanti akan ada TAA Polda investigasi dan olah TKP sehingga nanti akan mengetahui,&quot; ujar Wiyagus kepada awak media.

BACA JUGA:
Polda Jabar Olah TKP Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Depok di Ciater Pagi Ini

Berdasarkan informasi yang berasal dari data kepolisian setidaknya ada 11 orang yang menjadi korban meninggal dunia

BACA JUGA:
Update Korban Bus Terguling di Ciater Subang: 11 Tewas, 13 Luka Berat, 42 Luka Ringan

&quot;Untuk sementara berdasarkan laporan jumlah korban meninggal dunia sebanyak sebelas orang,&quot; tutup Wiyagus.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, kecelakaan bus Putera Fajar di turunan Ciater yang ada di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat sekitar Pukul 19.00 WIB.

Bus yang terguling diketahui merupakan salah satu dari tiga bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok yang sedang melakukan wisata untuk merayakan kelulusan atau pesta perpisahan.



Diduga bus tersebut mengalami rem blong. Bus sempat mengalami permasalahan, sehingga supir bus sempat memanggil mekanik sebelum terjadinya kecelakaan di salah satu titik pemberhentian.



11 orang meninggal dunia akibat kecelakan tersebut terdiri dari lima laki-laki dan enam perempuan. Mayoritas korban tewas merupakan pelajar, dan adapula seorang pemotor yang merupakan warga setempat. Setidaknya ada 17 orang yang mengalami luka-luka berat juga menjalani perawatan di RSUD Subang

</content:encoded></item></channel></rss>
