<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Olah TKP Kecelakaan Bus Rombongan Siswa SMK yang Tewaskan 11 Orang</title><description>Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (12/5/2024), sekira pukul 07.00 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang"/><item><title>Polisi Olah TKP Kecelakaan Bus Rombongan Siswa SMK yang Tewaskan 11 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2024 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang-HPLNY04by3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Olah TKP kecelakaan bus di Subang (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/12/525/3007352/polisi-olah-tkp-kecelakaan-bus-rombongan-siswa-smk-yang-tewaskan-11-orang-HPLNY04by3.jpg</image><title>Olah TKP kecelakaan bus di Subang (Foto : MPI)</title></images><description>SUBANG - Kecelakaan maut bus pariwisata Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat, terjadi di Jakan Raya Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (11/5/2024). Kecelakaan itu menewaskan 11 orang.

Pihak kepolisian pun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (12/5/2024), sekira pukul 07.00 WIB. Selama proses olah TKP, jalan di kawasan tersebut ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan.


BACA JUGA:
Breaking News! 15 Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi


Wadirlantas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi mengatakan, olah TKP dilakukan untuk menggambarkan kronologi kecelakaan maut yang melibatkan satu unit bus dan satu minibus beserta dua sepeda motor itu.

&quot;Kita melaksanakan kegiatan penandaan di tempat kejadian perkara untuk memberikan tanda-tanda yang terjadi atau barang bukti-barang bukti yang kita temukan di tempat kejadian perkara,&quot; ungkap Edwin di lokasi.


BACA JUGA:
Duka Nestapa Kecelakaan Bus di Ciater, Guru SMK Lingga Kencana Tewas dan Istrinya Kritis


Edwin membeberkan, pihaknya melakukan pemotretan di lokasi kejadian hingga mengamati situasi. Selama proses olah TKP, jalan di sekitar ditutup sementara dan pengendara dialihkan ke jalan lain.

&quot;Kemudian setelah melaksanakan pemotretan, mengamati situasi lingkungan terkait bagaimana estimasi kondisi pada saat TKP lakalantas itu terjadi,&quot; jelas dia.

Nantinya, kata dia, hasil olah TKP ini nantinya akan dilakukan sebagai bahan pihak kepolisian untuk melakukan tahapan rekonstruksi kecelakaan maut tersebut. Dia mengatakan olah TKP ini dilakukan secara detail mengingat lokasi kecelakaan cukup panjang.Selain itu, kecelakaan tersebut juga melibatkan kendaraan lainnya. Dimana ada satu buah minibus dan dua sepeda motor yang juga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

&quot;Karena memang cakupan dari TKP ini cukup panjang dan luas sehingga memerlukan ketelitian dalam rangka melihat bukti-bukti yang ada di lapangan. Nantinya akan kita laksanakan pencocokan  atau melihat kesesuaian dengan saksi yang ada di TKP,&quot; ujarnya.

Edwin melanjutkan, hingga pagi ini terkonfirmasi ada 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut. Korban terdiri dari siswa, guru dan warga sekitar. Sedangkan sisanya mengalami luka berat dan luka ringan.

&quot;11 orang meninggal dunia, 12 luka berat, 35 luka ringan, itu dari penumpang bus,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>SUBANG - Kecelakaan maut bus pariwisata Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat, terjadi di Jakan Raya Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (11/5/2024). Kecelakaan itu menewaskan 11 orang.

Pihak kepolisian pun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (12/5/2024), sekira pukul 07.00 WIB. Selama proses olah TKP, jalan di kawasan tersebut ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan.


BACA JUGA:
Breaking News! 15 Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi


Wadirlantas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi mengatakan, olah TKP dilakukan untuk menggambarkan kronologi kecelakaan maut yang melibatkan satu unit bus dan satu minibus beserta dua sepeda motor itu.

&quot;Kita melaksanakan kegiatan penandaan di tempat kejadian perkara untuk memberikan tanda-tanda yang terjadi atau barang bukti-barang bukti yang kita temukan di tempat kejadian perkara,&quot; ungkap Edwin di lokasi.


BACA JUGA:
Duka Nestapa Kecelakaan Bus di Ciater, Guru SMK Lingga Kencana Tewas dan Istrinya Kritis


Edwin membeberkan, pihaknya melakukan pemotretan di lokasi kejadian hingga mengamati situasi. Selama proses olah TKP, jalan di sekitar ditutup sementara dan pengendara dialihkan ke jalan lain.

&quot;Kemudian setelah melaksanakan pemotretan, mengamati situasi lingkungan terkait bagaimana estimasi kondisi pada saat TKP lakalantas itu terjadi,&quot; jelas dia.

Nantinya, kata dia, hasil olah TKP ini nantinya akan dilakukan sebagai bahan pihak kepolisian untuk melakukan tahapan rekonstruksi kecelakaan maut tersebut. Dia mengatakan olah TKP ini dilakukan secara detail mengingat lokasi kecelakaan cukup panjang.Selain itu, kecelakaan tersebut juga melibatkan kendaraan lainnya. Dimana ada satu buah minibus dan dua sepeda motor yang juga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

&quot;Karena memang cakupan dari TKP ini cukup panjang dan luas sehingga memerlukan ketelitian dalam rangka melihat bukti-bukti yang ada di lapangan. Nantinya akan kita laksanakan pencocokan  atau melihat kesesuaian dengan saksi yang ada di TKP,&quot; ujarnya.

Edwin melanjutkan, hingga pagi ini terkonfirmasi ada 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut. Korban terdiri dari siswa, guru dan warga sekitar. Sedangkan sisanya mengalami luka berat dan luka ringan.

&quot;11 orang meninggal dunia, 12 luka berat, 35 luka ringan, itu dari penumpang bus,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
