<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Korban Kecelakaan Bus Rombongan SMK Masih Dirawat di ICU</title><description>Dari total korban luka, sebanyak 7 orang masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu"/><item><title>7 Korban Kecelakaan Bus Rombongan SMK Masih Dirawat di ICU</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2024 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Ma'ruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu-CtymLmMw8M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan Bus Putera Fajar yang mengangkut rombongan SMK (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/13/338/3007747/7-korban-kecelakaan-bus-rombongan-smk-masih-dirawat-di-icu-CtymLmMw8M.jpg</image><title>Kecelakaan Bus Putera Fajar yang mengangkut rombongan SMK (Foto : Antara)</title></images><description>DEPOK - Sebanyak 19 orang korban kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat masih dalam perawatan. Dari total korban luka, sebanyak 7 orang masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU).

Direktur PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengatakan, selelain memberikan bantuan kepada 11 orang korban meninggal dunia. Pihaknya meberikan bantuan kepada korban kecelakaan yang saat ini masih dalam perawatan.


BACA JUGA:
KNKT Terjunkan Tim Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Bus Terguling di Subang


Dia menyebut sebanyak 19 orang mengalami luka dan saat ini masih dalam proses perawatan. Dari total yang menjalani perawatan tujuh di antaranya masih menjalani perawatan di ICU dengan rincian enam orang dirawat di RS UI dan satu orang di RS Brimob, Depok.

&quot;Kemudian untuk luka-luka itu ada di dua yaitu RS Brimob dan RS UI yang sekarang ini sedang menjalani perawatan. Dan itu juga telah langsung dilakukan perawatan atas jaminan dari Jasa Raharja,&quot; kata Rivan, Senin (13/5/2024).

&quot;Saat ini beberapa yang perawatan ICU pun sudah dilakukan perawatan dengan maksimal dan baik. Yang di ICU sedang dalam tahapan recovery dan untuk yang rawat luka ringan juga akan segera bisa sembuh dan kembali,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Kecelakaan Bus di Subang, PO Bandel Harus Disanksi


Dia mengatakan, untuk korban meninggal jumlah santunan yang diberikan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta, sementara korban luka yang menjalani perawatan maksimal Rp20 juta.

&quot;Santunan Jasa Raharja kalau luka-luka maksimal 20 juta. (Kalau lebih) dapat dirujuk dengan BPJS Kesehatan. Ini sudah menjadi sistem yang terontegrasi,&quot; ujarnya.Dia berharap peristiwa kecelakaan yang menimpa anak bangsa menjadi perhatian dan pembelajaran bersama agar selalu menjaga kondisi kendaraan dan selalu mementingkan keselamatan.

&quot;Keselamatan menjadi sangat penting. Tidak terjadi kelalaian yang berdampak pada kehilangan anggota keluarga,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Sebanyak 19 orang korban kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat masih dalam perawatan. Dari total korban luka, sebanyak 7 orang masih dalam perawatan intensif di ruang intensive care unit (ICU).

Direktur PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengatakan, selelain memberikan bantuan kepada 11 orang korban meninggal dunia. Pihaknya meberikan bantuan kepada korban kecelakaan yang saat ini masih dalam perawatan.


BACA JUGA:
KNKT Terjunkan Tim Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Bus Terguling di Subang


Dia menyebut sebanyak 19 orang mengalami luka dan saat ini masih dalam proses perawatan. Dari total yang menjalani perawatan tujuh di antaranya masih menjalani perawatan di ICU dengan rincian enam orang dirawat di RS UI dan satu orang di RS Brimob, Depok.

&quot;Kemudian untuk luka-luka itu ada di dua yaitu RS Brimob dan RS UI yang sekarang ini sedang menjalani perawatan. Dan itu juga telah langsung dilakukan perawatan atas jaminan dari Jasa Raharja,&quot; kata Rivan, Senin (13/5/2024).

&quot;Saat ini beberapa yang perawatan ICU pun sudah dilakukan perawatan dengan maksimal dan baik. Yang di ICU sedang dalam tahapan recovery dan untuk yang rawat luka ringan juga akan segera bisa sembuh dan kembali,&quot; ujarnya.


BACA JUGA:
Kecelakaan Bus di Subang, PO Bandel Harus Disanksi


Dia mengatakan, untuk korban meninggal jumlah santunan yang diberikan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta, sementara korban luka yang menjalani perawatan maksimal Rp20 juta.

&quot;Santunan Jasa Raharja kalau luka-luka maksimal 20 juta. (Kalau lebih) dapat dirujuk dengan BPJS Kesehatan. Ini sudah menjadi sistem yang terontegrasi,&quot; ujarnya.Dia berharap peristiwa kecelakaan yang menimpa anak bangsa menjadi perhatian dan pembelajaran bersama agar selalu menjaga kondisi kendaraan dan selalu mementingkan keselamatan.

&quot;Keselamatan menjadi sangat penting. Tidak terjadi kelalaian yang berdampak pada kehilangan anggota keluarga,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
