<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI, Polri dan Basarnas Masih Cari Korban Hilang Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi</title><description>Tim juga membantu rehabilitasi rumah korban banjir lahar dingin Gunung Marapi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi"/><item><title>TNI, Polri dan Basarnas Masih Cari Korban Hilang Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2024 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi-euZtOBAY76.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir lahar dingin Gunung Marapi di Agam, Sumatera Barat (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/14/340/3008286/tni-polri-dan-basarnas-masih-cari-korban-hilang-banjir-lahar-dingin-gunung-marapi-euZtOBAY76.jpg</image><title>Banjir lahar dingin Gunung Marapi di Agam, Sumatera Barat (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMC8xLzE3OTgyNi81L3g4eDV2d3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Tim SAR gabungan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Brimob Polri, dan Basarnas masih mencari korban hilang dalam banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dandim O304 Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho mengatakan bahwa mulai Selasa (14/5/2024) pagi, tim mencari tiga korban yang masih hilang dan melakukan rehabilitasi rumah korban.

&quot;Pagi ini kita akan melakukan pencarian korban yang masih hilang ada tiga orang yang belum ditemukan di dua titik, kemudian ada tiga titik juga melakukan rehabilitasi sesuai dengan kemampuan kita,&quot; kata Dandim, .
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Respons Cepat atasi Banjir Lahar Dingin di Sumbar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kata Bayu,hari ini di tiga titik memang sudah dikerahkan alat berat tapi dia mengakui lokasi rehabilitasi itu sangat banyak.

&quot;Saya pikir alat berat masih kurang, saya sudah berusaha untuk koordinasi BPBD kabupaten dan provinsi tapi kebetulan juga tidak hanya di Agam saja tapi ada juga di Tanah Datar,&quot; ujarnya.

Kata Bayu, perlengkapan yang ada di upayakan secara maksimal paling tidak dalam waktu satu minggu atau selama masa tanggal darurat selama 15 hari ini kegiatan masyarakat sudah berjalan normal kembali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Update! Banjir Lahar Dingin di Sumbar, 50 Orang Meninggal dan 3.396 Mengungsi

&quot;Memang ada yang belum bisa normal, seperti saat ini ada dua sekolah di daerah lokasi ini yang hancur kita upayakan siswa disana ibisa belajar mengajar sesuai waktunya, &quot; ungkapnya.

Personel ini juga dibantu Yonif 131, kemudian dari Lantamal satu kompi Marinir. &quot;Hari ini akan dibantu pencarian korban mengerahkan anjing pelacak dari Polda,&quot; katanya.

Untuk rehabilitasi tim akan diturunkan Simpang Bukik, Galuang dan Koto tuo. &quot;Target kita tidak bisa fokus kmerehabilitasi sungai-sungai,  seperti Simpang bukik ini ada belokan yang membuat batu-batu besar keluar dari jalur,&quot; katanya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMC8xLzE3OTgyNi81L3g4eDV2d3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PADANG - Tim SAR gabungan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Brimob Polri, dan Basarnas masih mencari korban hilang dalam banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dandim O304 Agam, Letkol Arm Bayu Ardhitya Nugroho mengatakan bahwa mulai Selasa (14/5/2024) pagi, tim mencari tiga korban yang masih hilang dan melakukan rehabilitasi rumah korban.

&quot;Pagi ini kita akan melakukan pencarian korban yang masih hilang ada tiga orang yang belum ditemukan di dua titik, kemudian ada tiga titik juga melakukan rehabilitasi sesuai dengan kemampuan kita,&quot; kata Dandim, .
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Respons Cepat atasi Banjir Lahar Dingin di Sumbar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kata Bayu,hari ini di tiga titik memang sudah dikerahkan alat berat tapi dia mengakui lokasi rehabilitasi itu sangat banyak.

&quot;Saya pikir alat berat masih kurang, saya sudah berusaha untuk koordinasi BPBD kabupaten dan provinsi tapi kebetulan juga tidak hanya di Agam saja tapi ada juga di Tanah Datar,&quot; ujarnya.

Kata Bayu, perlengkapan yang ada di upayakan secara maksimal paling tidak dalam waktu satu minggu atau selama masa tanggal darurat selama 15 hari ini kegiatan masyarakat sudah berjalan normal kembali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Update! Banjir Lahar Dingin di Sumbar, 50 Orang Meninggal dan 3.396 Mengungsi

&quot;Memang ada yang belum bisa normal, seperti saat ini ada dua sekolah di daerah lokasi ini yang hancur kita upayakan siswa disana ibisa belajar mengajar sesuai waktunya, &quot; ungkapnya.

Personel ini juga dibantu Yonif 131, kemudian dari Lantamal satu kompi Marinir. &quot;Hari ini akan dibantu pencarian korban mengerahkan anjing pelacak dari Polda,&quot; katanya.

Untuk rehabilitasi tim akan diturunkan Simpang Bukik, Galuang dan Koto tuo. &quot;Target kita tidak bisa fokus kmerehabilitasi sungai-sungai,  seperti Simpang bukik ini ada belokan yang membuat batu-batu besar keluar dari jalur,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
