<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rentetan Gempa Tingkatkan Potensi Kerawanan Longsor di Sumbar</title><description>BMKG mencatat bahwa dalam sebulan terakhir terjadi 35 kali gempa yang berada di jalur sesar besar Sumatera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar"/><item><title>Rentetan Gempa Tingkatkan Potensi Kerawanan Longsor di Sumbar</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar</guid><pubDate>Rabu 15 Mei 2024 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar-YsLKdkpOxL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir dan longsor di Sumbar (Foto: Basarnas Padang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3008588/rentetan-gempa-tingkatkan-potensi-kerawanan-longsor-di-sumbar-YsLKdkpOxL.jpg</image><title>Banjir dan longsor di Sumbar (Foto: Basarnas Padang)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan rentetan aktivitas gempa dalam sebulan terakhir atau per periode April hingga Mei 2024 memperbesar kerawanan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
&amp;ldquo;Kami menyampaikan review terkait dengan akibat perkembangan yang terjadi di Sumatera Barat sejak April hingga Mei 2024, bahwa kita melihat hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa dangkal atau shallow crustal di Sumatera Barat menunjukkan tingkat aktivitas yang cukup signifikan karena banyaknya aktivitas yang terjadi,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Nabire Papua

Daryono mengatakan, BMKG mencatat bahwa dalam sebulan terakhir terjadi 35 kali gempa yang berada di jalur sesar besar Sumatera. &amp;ldquo;Kami menghitung gempa yang terjadi pada periode tersebut sebanyak lebih dari 35 kali, ini terjadi cukup banyak dan kebanyakan berada di jalur sesar besar Sumatera,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang enam Kabupaten dan Kota di Sumbar menyebabkan 50 orang meninggal dunia. Selain itu, 27 orang hilang masih dinyatakan hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.

BACA JUGA:
Inilah 10 Kota Terpanas di Indonesia Saat Ini, Salah Satunya Jakarta

Daryono mengatakan, selain aktivitas kegempaan yang tinggi wilayah Sumbar juga mengalami curah hujan tinggi. &amp;ldquo;Tampak wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, itu mengalami curah hujan yang tinggi dan memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi juga,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Zona ini dilanda curah hujan cukup tinggi mencapai 74,9 mm per hari, yang artinya termasuk kategori hujan lebat berdasarkan catatan Stasiun Klimatologi Sicincin Sumbar,&amp;rdquo; ujar Daryono.Sehingga, kata Daryono, hal ini berdampak ikutan akibat gempa yakni longsor. Mengingat, kawasan Sumbar khususnya di wilayah terdampak longsor merupakan perbukitan yang lerengnya sudah tidak stabil. Oleh karena itu, jika ada gempa bumi akan berpotensi signifikan adanya runtuhan batu.
&amp;ldquo;Sehingga cukup penting untuk mewaspadai dampak ikutan gempa yaitu longsoran karena kawasan perbukitan yang sudah mengalami kejenuhan itu bisa mengalami ketidakstabilan lereng, juga bisa berdampak adanya runtuhan batu jika terjadi gempa bumi yang signifikan terjadi di wilayah Sumatera Barat baik akibat sesar aktif maupun akibat dari aktivitas megathrust Sumatera Barat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan rentetan aktivitas gempa dalam sebulan terakhir atau per periode April hingga Mei 2024 memperbesar kerawanan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
&amp;ldquo;Kami menyampaikan review terkait dengan akibat perkembangan yang terjadi di Sumatera Barat sejak April hingga Mei 2024, bahwa kita melihat hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa dangkal atau shallow crustal di Sumatera Barat menunjukkan tingkat aktivitas yang cukup signifikan karena banyaknya aktivitas yang terjadi,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA:
Gempa M3,8 Guncang Nabire Papua

Daryono mengatakan, BMKG mencatat bahwa dalam sebulan terakhir terjadi 35 kali gempa yang berada di jalur sesar besar Sumatera. &amp;ldquo;Kami menghitung gempa yang terjadi pada periode tersebut sebanyak lebih dari 35 kali, ini terjadi cukup banyak dan kebanyakan berada di jalur sesar besar Sumatera,&quot; imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang enam Kabupaten dan Kota di Sumbar menyebabkan 50 orang meninggal dunia. Selain itu, 27 orang hilang masih dinyatakan hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.

BACA JUGA:
Inilah 10 Kota Terpanas di Indonesia Saat Ini, Salah Satunya Jakarta

Daryono mengatakan, selain aktivitas kegempaan yang tinggi wilayah Sumbar juga mengalami curah hujan tinggi. &amp;ldquo;Tampak wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, itu mengalami curah hujan yang tinggi dan memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi juga,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Zona ini dilanda curah hujan cukup tinggi mencapai 74,9 mm per hari, yang artinya termasuk kategori hujan lebat berdasarkan catatan Stasiun Klimatologi Sicincin Sumbar,&amp;rdquo; ujar Daryono.Sehingga, kata Daryono, hal ini berdampak ikutan akibat gempa yakni longsor. Mengingat, kawasan Sumbar khususnya di wilayah terdampak longsor merupakan perbukitan yang lerengnya sudah tidak stabil. Oleh karena itu, jika ada gempa bumi akan berpotensi signifikan adanya runtuhan batu.
&amp;ldquo;Sehingga cukup penting untuk mewaspadai dampak ikutan gempa yaitu longsoran karena kawasan perbukitan yang sudah mengalami kejenuhan itu bisa mengalami ketidakstabilan lereng, juga bisa berdampak adanya runtuhan batu jika terjadi gempa bumi yang signifikan terjadi di wilayah Sumatera Barat baik akibat sesar aktif maupun akibat dari aktivitas megathrust Sumatera Barat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
