<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>190 Staf PBB Tewas di Gaza Sejak Perang Israel Dimulai</title><description>Kale telah menghabiskan 22 tahun di tentara India sebelum dia memilih pensiun dini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai"/><item><title>190 Staf PBB Tewas di Gaza Sejak Perang Israel Dimulai</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai-StSEkxTHci.jpg" expression="full" type="image/jpeg">190 staf PBB tewas di Gaza sejak perang Israel dimulai (Foto: Anadolu Agency)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/16/18/3009175/190-staf-pbb-tewas-di-gaza-sejak-perang-israel-dimulai-StSEkxTHci.jpg</image><title>190 staf PBB tewas di Gaza sejak perang Israel dimulai (Foto: Anadolu Agency)</title></images><description>GAZA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan lebih dari 190 staf PBB telah tewas di Gaza sejak perang dimulai.
Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam sebuah pernyataan mengatakan Guterres juga sangat sedih mengetahui kematian satu staf yang baru saja terjadi pada Senin (13/5/2024). Guterres menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Kolonel Waibhav Kale, mantan perwira militer India, tewas pada Senin (13/5/2024) setelah sebuah kendaraan PBB ditabrak di dekat kota Rafah. Staf lain terluka.


BACA JUGA:
PBB Sebut Serangan Tank Israel Tewaskan Staf India di Gaza

Kematian Kolonel Kale adalah kematian staf pekerja internasional PBB yang pertama di Gaza sejak dimulainya konflik.

BACA JUGA:
Menlu AS: Israel Perlu Membuat Rencana yang Jelas untuk Masa Depan Gaza Usai Perang

Pihak keluarga mengatakan kepada BBC Marathi, Kale telah menghabiskan 22 tahun di tentara India sebelum dia memilih pensiun dini. Dia kemudian bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Namun karena tidak puas dengan pekerjaannya, ia bergabung dengan UNDSS pada bulan April.

&quot;Waibhav Kale, seorang India, tidak ada hubungannya dengan Hamas atau Israel atau perang ini. Tapi dia telah mengorbankan hidupnya demi perdamaian. Sekarang, perdamaian harus dipulihkan di Gaza,&quot; kata sepupunya, Chinmay Kale, kepada media lokal.
Misi India untuk PBB di New York mengatakan belasungkawa terdalam ditujukan kepada keluarga Kolonel Kale.





Selain Kolonel Kale, enam pekerja bantuan internasional dan seorang rekan Palestina dari badan amal pangan internasional World Central Kitchen (WCK) tewas dalam serangan Israel pada awal April lalu.



Kematian mereka memicu kemarahan internasional dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memecat dua perwira senior atas insiden yang digambarkan sebagai &amp;lsquo;kecelakaan serius&amp;rsquo;.







Israel melancarkan kampanye militer di Gaza dengan tujuan untuk menghancurkan Hamas yang menguasai Gaza, sebagai tanggapan atas serangan lintas batas kelompok tersebut di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan 252 lainnya disandera.



Lebih dari 35.090 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.

</description><content:encoded>GAZA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan lebih dari 190 staf PBB telah tewas di Gaza sejak perang dimulai.
Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam sebuah pernyataan mengatakan Guterres juga sangat sedih mengetahui kematian satu staf yang baru saja terjadi pada Senin (13/5/2024). Guterres menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Kolonel Waibhav Kale, mantan perwira militer India, tewas pada Senin (13/5/2024) setelah sebuah kendaraan PBB ditabrak di dekat kota Rafah. Staf lain terluka.


BACA JUGA:
PBB Sebut Serangan Tank Israel Tewaskan Staf India di Gaza

Kematian Kolonel Kale adalah kematian staf pekerja internasional PBB yang pertama di Gaza sejak dimulainya konflik.

BACA JUGA:
Menlu AS: Israel Perlu Membuat Rencana yang Jelas untuk Masa Depan Gaza Usai Perang

Pihak keluarga mengatakan kepada BBC Marathi, Kale telah menghabiskan 22 tahun di tentara India sebelum dia memilih pensiun dini. Dia kemudian bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Namun karena tidak puas dengan pekerjaannya, ia bergabung dengan UNDSS pada bulan April.

&quot;Waibhav Kale, seorang India, tidak ada hubungannya dengan Hamas atau Israel atau perang ini. Tapi dia telah mengorbankan hidupnya demi perdamaian. Sekarang, perdamaian harus dipulihkan di Gaza,&quot; kata sepupunya, Chinmay Kale, kepada media lokal.
Misi India untuk PBB di New York mengatakan belasungkawa terdalam ditujukan kepada keluarga Kolonel Kale.





Selain Kolonel Kale, enam pekerja bantuan internasional dan seorang rekan Palestina dari badan amal pangan internasional World Central Kitchen (WCK) tewas dalam serangan Israel pada awal April lalu.



Kematian mereka memicu kemarahan internasional dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memecat dua perwira senior atas insiden yang digambarkan sebagai &amp;lsquo;kecelakaan serius&amp;rsquo;.







Israel melancarkan kampanye militer di Gaza dengan tujuan untuk menghancurkan Hamas yang menguasai Gaza, sebagai tanggapan atas serangan lintas batas kelompok tersebut di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan 252 lainnya disandera.



Lebih dari 35.090 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
