<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Tuhan Dipanggil Ente</title><description>Suasana pertemuan antara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi terasa kaku dan berbeda dari biasanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente"/><item><title>Humor Gus Dur: Tuhan Dipanggil Ente</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente-f2HQ4Pwx3r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3008764/humor-gus-dur-tuhan-dipanggil-ente-f2HQ4Pwx3r.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Suasana pertemuan antara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi terasa kaku dan berbeda dari biasanya.

Menukil dari NU Online, Syairozi, yang saat itu menjabat sebagai Ketua PW LP Maarif NU Jatim, berusaha mencairkan suasana dengan menceritakan sebuah kisah lucu. Ia bercerita tentang &quot;pujian&quot; sebelum Sholat Subuh di langgar milik KH. Imron Hamzah (Rais Syuriah PWNU Jatim era 1990-an), yang sangat khas dan unik.

BACA JUGA:
Kisah Kelam Pembunuh Ibu Kandung di Sukabumi: Ayahnya Meninggal Dihajar Massa Usai Dituduh Dukun Santet


Biasanya, di langgar atau masjid NU, pujian sebelum subuh berbunyi &quot;La Ilaha Illa Anta, Ya Hayyu Ya Qoyyum&quot;. Namun, di langgar Kiai Imron Hamzah, pujiannya berbunyi, &quot;La Ilaha Illa Ente, Ya Hayyu Ya Qoyyum&quot;.

Mendengar kisah dari Syairozi, kedua tokoh NU itu langsung tertawa terbahak-bahak. &quot;Wah, warga NU di sana tampaknya sangat akrab dengan Tuhan. Buktinya, Tuhan saja dipanggil Ente!&quot; celetuk Gus Dur.

BACA JUGA:
Ubah Pernyataan, Ketua KPU Kini Bilang Caleg Terpilih Wajib Mundur jika Maju Pilkada 2024


Kisah lucu itu berhasil mencairkan suasana, membuat pertemuan kembali hangat dan penuh canda.</description><content:encoded>JAKARTA - Suasana pertemuan antara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi terasa kaku dan berbeda dari biasanya.

Menukil dari NU Online, Syairozi, yang saat itu menjabat sebagai Ketua PW LP Maarif NU Jatim, berusaha mencairkan suasana dengan menceritakan sebuah kisah lucu. Ia bercerita tentang &quot;pujian&quot; sebelum Sholat Subuh di langgar milik KH. Imron Hamzah (Rais Syuriah PWNU Jatim era 1990-an), yang sangat khas dan unik.

BACA JUGA:
Kisah Kelam Pembunuh Ibu Kandung di Sukabumi: Ayahnya Meninggal Dihajar Massa Usai Dituduh Dukun Santet


Biasanya, di langgar atau masjid NU, pujian sebelum subuh berbunyi &quot;La Ilaha Illa Anta, Ya Hayyu Ya Qoyyum&quot;. Namun, di langgar Kiai Imron Hamzah, pujiannya berbunyi, &quot;La Ilaha Illa Ente, Ya Hayyu Ya Qoyyum&quot;.

Mendengar kisah dari Syairozi, kedua tokoh NU itu langsung tertawa terbahak-bahak. &quot;Wah, warga NU di sana tampaknya sangat akrab dengan Tuhan. Buktinya, Tuhan saja dipanggil Ente!&quot; celetuk Gus Dur.

BACA JUGA:
Ubah Pernyataan, Ketua KPU Kini Bilang Caleg Terpilih Wajib Mundur jika Maju Pilkada 2024


Kisah lucu itu berhasil mencairkan suasana, membuat pertemuan kembali hangat dan penuh canda.</content:encoded></item></channel></rss>
