<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Peristiwa 16 Mei : Tentara Peta Dihukum Mati dan Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah   </title><description>Peristiwa penting pernah terjadi dan menjadi catatan sejarah pada 16 Mei, seperti pasukan Peta dieksekusi mati</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah"/><item><title> Peristiwa 16 Mei : Tentara Peta Dihukum Mati dan Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/16/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah-5JJ9zZaJCP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/15/337/3009001/peristiwa-16-mei-tentara-peta-dihukum-mati-dan-wafatnya-sultan-terakhir-utsmaniyah-5JJ9zZaJCP.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>
SEJUMLAH peristiwa penting pernah terjadi dan menjadi catatan sejarah pada 16 Mei, seperti pasukan Peta dieksekusi mati hingga berakhirnya Kesultanan Utsmaniyah.

1926 - Akhir Kesultanan Utsmaniyah

Sultan Ottoman ke-36 Mehmed VI atau Mehmed Vahdettin lahir di Istana Dolmabah&amp;ccedil;e, di Konstantinopel.  Ia merupakan sultan ke-36 Kesultanan Utsmaniyah. Ia mulai menjabat sejak 4 Juli 1918 hingga 1 November 1922 menggantikan saudaranya Mehmed V.

BACA JUGA:
Peristiwa 13 Mei: Pecahnya Kerusuhan 1998

Pasca perang dunia pertama sebuah pemerintahan baru yakni Majelis Agung Nasional Turki dibentuk pada 23 April 1920, yang kala itu dikenal sebagai Angora.

Pemerintah baru tersebut mengecam pemerintahan Mehmed VI dan komando Suleyman Sefik Pasha yang bertanggung jawab atas tentara yang ditugaskan untuk memerangi perang saudara untuk kekaisaran (Kuva-i Inzibtiyye), sebagai hasilnya konstitusi sementara dirancang.

Kemudian Majelis Agung Nasional Turki menghapuskan kesultanan pada 1 November 1922 dan Mehmed VI diusir dari Konstantinopel. Ia meninggalkan Kapal Perang Inggris Malaya pada 17 November ke pengasingan di Malta. Mehmed kemudian tinggal di Riviera Italia.

BACA JUGA:
Peristiwa 10 Mei: Prancis dan Jerman Berdamai&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pada 19 November 1922, sepupu dan pewaris pertama Mehmed yakni Abdul Mejid Efendi terpilih sebagai Khalifah. Ia menjadi kepala baru Kekaisaran Osman sebagai Abdul Mejid II sebelum Khilafah dihapuskan oleh Majelis Agung Nasional Turki pada 1924.

Mehmed meninggal dunia pada 16 Mei 1926 di Sanremo, Italia. Jenazahnya dimakamkan di Masjid Tekkiye Sultan Suleiman yang agung di Damaskus.
1945 - Pasukan Peta Dihukum Mati
&amp;nbsp;


Pada 16 Mei 1945, terjadi peristiwa mengharukan yang menimpa salah satu serdadu sekaligus anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA), Muradi. Dia bersama pasukannya dihukum mati di Pantai Ancol oleh Kenpeitai (Pengadilan Militer) Tentara Kekaisaran Jepang.



Muradi dieksekusi hukuman mati lantaran dinilai melakukan pemberontakan terhadap pasukan pendudukan Jepang. Padahal, Jepang yang mendirikan milisi PETA untuk membantu tentara mereka menghadapi sekutu.



Dalam pemberontakan tersebut, Jepang berhasil mengagalkannya, sehingga ada delapan orang dihukum mati dan sisanya dipenjara antara tiga tahun hingga seumur hidup.


&amp;nbsp;
1975 - India Menganeksasi Sikkim
&amp;nbsp;


Pada 16 Mei 1975, India menganeksasi Sikkim setelah negara pegunungan tersebut mengadakan referendum. Ketika itu diperoleh suara terbanyak menginginkan Sikkim integrasi dengan India.



Sikkim merupakan sebuah negara bagian yang terkurung daratan di India hang terletak di pegunungan Himalaya. Wilayahnya berbatasan Nepal di sebelah barag daerah otonomi Tibet, RRC.



Dengan hanya sedikit lebih dari 500 ribu penduduk tetap, Sikkim adalah negara bagian paling jarang penduduknya di India dan negara bagian terkecil kedua setelah Goa dari total area. Walaupun daerah yang kecil dari 7096 km, Sikkim secara geografis beragam karena lokasinya di Himalaya.</description><content:encoded>
SEJUMLAH peristiwa penting pernah terjadi dan menjadi catatan sejarah pada 16 Mei, seperti pasukan Peta dieksekusi mati hingga berakhirnya Kesultanan Utsmaniyah.

1926 - Akhir Kesultanan Utsmaniyah

Sultan Ottoman ke-36 Mehmed VI atau Mehmed Vahdettin lahir di Istana Dolmabah&amp;ccedil;e, di Konstantinopel.  Ia merupakan sultan ke-36 Kesultanan Utsmaniyah. Ia mulai menjabat sejak 4 Juli 1918 hingga 1 November 1922 menggantikan saudaranya Mehmed V.

BACA JUGA:
Peristiwa 13 Mei: Pecahnya Kerusuhan 1998

Pasca perang dunia pertama sebuah pemerintahan baru yakni Majelis Agung Nasional Turki dibentuk pada 23 April 1920, yang kala itu dikenal sebagai Angora.

Pemerintah baru tersebut mengecam pemerintahan Mehmed VI dan komando Suleyman Sefik Pasha yang bertanggung jawab atas tentara yang ditugaskan untuk memerangi perang saudara untuk kekaisaran (Kuva-i Inzibtiyye), sebagai hasilnya konstitusi sementara dirancang.

Kemudian Majelis Agung Nasional Turki menghapuskan kesultanan pada 1 November 1922 dan Mehmed VI diusir dari Konstantinopel. Ia meninggalkan Kapal Perang Inggris Malaya pada 17 November ke pengasingan di Malta. Mehmed kemudian tinggal di Riviera Italia.

BACA JUGA:
Peristiwa 10 Mei: Prancis dan Jerman Berdamai&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pada 19 November 1922, sepupu dan pewaris pertama Mehmed yakni Abdul Mejid Efendi terpilih sebagai Khalifah. Ia menjadi kepala baru Kekaisaran Osman sebagai Abdul Mejid II sebelum Khilafah dihapuskan oleh Majelis Agung Nasional Turki pada 1924.

Mehmed meninggal dunia pada 16 Mei 1926 di Sanremo, Italia. Jenazahnya dimakamkan di Masjid Tekkiye Sultan Suleiman yang agung di Damaskus.
1945 - Pasukan Peta Dihukum Mati
&amp;nbsp;


Pada 16 Mei 1945, terjadi peristiwa mengharukan yang menimpa salah satu serdadu sekaligus anggota pasukan Pembela Tanah Air (PETA), Muradi. Dia bersama pasukannya dihukum mati di Pantai Ancol oleh Kenpeitai (Pengadilan Militer) Tentara Kekaisaran Jepang.



Muradi dieksekusi hukuman mati lantaran dinilai melakukan pemberontakan terhadap pasukan pendudukan Jepang. Padahal, Jepang yang mendirikan milisi PETA untuk membantu tentara mereka menghadapi sekutu.



Dalam pemberontakan tersebut, Jepang berhasil mengagalkannya, sehingga ada delapan orang dihukum mati dan sisanya dipenjara antara tiga tahun hingga seumur hidup.


&amp;nbsp;
1975 - India Menganeksasi Sikkim
&amp;nbsp;


Pada 16 Mei 1975, India menganeksasi Sikkim setelah negara pegunungan tersebut mengadakan referendum. Ketika itu diperoleh suara terbanyak menginginkan Sikkim integrasi dengan India.



Sikkim merupakan sebuah negara bagian yang terkurung daratan di India hang terletak di pegunungan Himalaya. Wilayahnya berbatasan Nepal di sebelah barag daerah otonomi Tibet, RRC.



Dengan hanya sedikit lebih dari 500 ribu penduduk tetap, Sikkim adalah negara bagian paling jarang penduduknya di India dan negara bagian terkecil kedua setelah Goa dari total area. Walaupun daerah yang kecil dari 7096 km, Sikkim secara geografis beragam karena lokasinya di Himalaya.</content:encoded></item></channel></rss>
