<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ancaman Banjir Lahar Hujan, Pemprov Sumbar Siapkan Relokasi Warga Terdampak   </title><description>Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi warga terdampak menyusul ancaman banjir lahar hujan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak"/><item><title> Ancaman Banjir Lahar Hujan, Pemprov Sumbar Siapkan Relokasi Warga Terdampak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2024 22:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak-N3igRbBTQd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir lahar (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/16/340/3009497/ancaman-banjir-lahar-hujan-pemprov-sumbar-siapkan-relokasi-warga-terdampak-N3igRbBTQd.jpg</image><title>Banjir lahar (foto: dok BNPB)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi warga terdampak menyusul ancaman banjir lahar hujan akibat endapan material vulkanik di Gunung Marapi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di Gunung Marapi tersebut.

&quot;Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu, maka inilah yang ke depan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,&quot; ucap Mahyeldi kepada Inews Media Group, Kamis (16/5/2024).

BACA JUGA:
Jalur Sitinjau Lauik Putus Akibat Banjir Bandang, Gubernur Sumbar Batasi Operasional Kendaraan Barang

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman sebelum merelokasi warga.

&quot;Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,&quot; ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk warga.

BACA JUGA:
Polri Kerahkan Tim Kemanusiaan Bantu Pulihkan Korban Banjir Bandang Sumbar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan Kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.



&quot;Jadi saat erupsi Gunung Marapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,&quot; ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).



&quot;Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,&quot; tambahnya.



Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.



Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.



&quot;Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,&quot; jelasnya.



&quot;Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,&quot; katanya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi warga terdampak menyusul ancaman banjir lahar hujan akibat endapan material vulkanik di Gunung Marapi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di Gunung Marapi tersebut.

&quot;Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu, maka inilah yang ke depan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,&quot; ucap Mahyeldi kepada Inews Media Group, Kamis (16/5/2024).

BACA JUGA:
Jalur Sitinjau Lauik Putus Akibat Banjir Bandang, Gubernur Sumbar Batasi Operasional Kendaraan Barang

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman sebelum merelokasi warga.

&quot;Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,&quot; ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk warga.

BACA JUGA:
Polri Kerahkan Tim Kemanusiaan Bantu Pulihkan Korban Banjir Bandang Sumbar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan Kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.



&quot;Jadi saat erupsi Gunung Marapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,&quot; ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).



&quot;Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,&quot; tambahnya.



Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.



Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.



&quot;Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,&quot; jelasnya.



&quot;Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
