<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WWF 2024 di Bali, BSSN Turunkan Satgas Pengamanan Siber</title><description>Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN juga telah melakukan monitoring isu-isu di sosial media terkait WWF.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber"/><item><title>WWF 2024 di Bali, BSSN Turunkan Satgas Pengamanan Siber</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2024 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber-zwun7O1ecj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengamanan WWF 2024 di Bali (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/337/3009721/wwf-2024-di-bali-bssn-turunkan-satgas-pengamanan-siber-zwun7O1ecj.jpg</image><title>Pengamanan WWF 2024 di Bali (Foto: istimewa)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM3NC81L3g4eTJ1MTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menurunkan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan siber dan sandi untuk mengamankan gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024.
Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan, satgas tersebut akan melaksanakan tugas pengamanan informasi, pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, serta pengamanan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan dalam event WWF ke-10 di pulau dewata.
BSSN merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab ke Presiden mempunyai tugas mewujudkan keamanan, perlindungan, dan kedaulatan siber nasional.

BACA JUGA:
Polri Kerahkan Puluhan Anjing Pelacak K-9 Amankan KTT WWF 2024 di Bali

&amp;ldquo;Satgas Pengamanan Siber dan Sandi ini kita siapkan sebagai implementasi Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2024 tentang Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 Tahun 2024,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (17/5/2024).
Ariandi menambahkan, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan persiapan dan koordinasi terkait dengan pelaksanaan IT Security Assesment (ITSA) pada aplikasi resgistrasi peserta WWF.

BACA JUGA:
WWF Ke-10 di Bali, Indonesia Angkat Pendekatan Budaya Lokal Tata Kelola Air

Hal yang sama juga dilakukan bersama dengan Kementerian Sekretaris Negara (Setneg) untuk aplikasi registrasi panitia lokal dan pendukung. Lalu, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN juga telah melakukan monitoring isu-isu di sosial media terkait WWF.
&amp;ldquo;Untuk pengamanan event WWF di Bali, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama, pengamanan dari potensi serangan siber yang bersifat teknis. Kedua, pengamanan dari serangan siber yang bersifat sosial,&amp;rdquo; terangnya.Ariandi mengatakan bahwa Satgas Pengamanan Siber dan Sandi yang diturunkan BSSN telah melakukan pendataan aset di ranah siber terkait dengan pelaksanaan pengamanan.

&amp;ldquo;Ini dilakukan untuk memastikan pencapaian target dan pelaksanaan pengamanan Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN untuk mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali terlaksana dengan baik dan lancar,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ajang WWF adalah forum sektor air terbesar di dunia. Forum ini dilatarbelakangi oleh makin mendesaknya isu sumber daya air di tengah meningkat tajamnya kebutuhan air global dan makin sulitnya akses menuju ketersediaan air yang berkualitas dan berkelanjutan.WWF ke-10 di Bali dihadiri oleh 33 kepala negara dan 190 menteri dari 180 negara.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNi8xLzE4MDM3NC81L3g4eTJ1MTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menurunkan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan siber dan sandi untuk mengamankan gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024.
Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan, satgas tersebut akan melaksanakan tugas pengamanan informasi, pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, serta pengamanan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan dalam event WWF ke-10 di pulau dewata.
BSSN merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab ke Presiden mempunyai tugas mewujudkan keamanan, perlindungan, dan kedaulatan siber nasional.

BACA JUGA:
Polri Kerahkan Puluhan Anjing Pelacak K-9 Amankan KTT WWF 2024 di Bali

&amp;ldquo;Satgas Pengamanan Siber dan Sandi ini kita siapkan sebagai implementasi Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2024 tentang Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 Tahun 2024,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (17/5/2024).
Ariandi menambahkan, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan persiapan dan koordinasi terkait dengan pelaksanaan IT Security Assesment (ITSA) pada aplikasi resgistrasi peserta WWF.

BACA JUGA:
WWF Ke-10 di Bali, Indonesia Angkat Pendekatan Budaya Lokal Tata Kelola Air

Hal yang sama juga dilakukan bersama dengan Kementerian Sekretaris Negara (Setneg) untuk aplikasi registrasi panitia lokal dan pendukung. Lalu, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN juga telah melakukan monitoring isu-isu di sosial media terkait WWF.
&amp;ldquo;Untuk pengamanan event WWF di Bali, Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama, pengamanan dari potensi serangan siber yang bersifat teknis. Kedua, pengamanan dari serangan siber yang bersifat sosial,&amp;rdquo; terangnya.Ariandi mengatakan bahwa Satgas Pengamanan Siber dan Sandi yang diturunkan BSSN telah melakukan pendataan aset di ranah siber terkait dengan pelaksanaan pengamanan.

&amp;ldquo;Ini dilakukan untuk memastikan pencapaian target dan pelaksanaan pengamanan Satgas Pengamanan Siber dan Sandi BSSN untuk mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali terlaksana dengan baik dan lancar,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ajang WWF adalah forum sektor air terbesar di dunia. Forum ini dilatarbelakangi oleh makin mendesaknya isu sumber daya air di tengah meningkat tajamnya kebutuhan air global dan makin sulitnya akses menuju ketersediaan air yang berkualitas dan berkelanjutan.WWF ke-10 di Bali dihadiri oleh 33 kepala negara dan 190 menteri dari 180 negara.</content:encoded></item></channel></rss>
