<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Makan Korban, Mahasiswa Demo soal Lubang Tambang di Kaltim</title><description>Setidaknya ada enam mahasiswa yang dikabarkan terluka. Dua orang mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim"/><item><title>Banyak Makan Korban, Mahasiswa Demo soal Lubang Tambang di Kaltim</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2024 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim-73VwEUcufP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstrasi mahasiswa di Kaltim (Foto: Dok PMII Kaltim)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/340/3009929/banyak-makan-korban-mahasiswa-demo-soal-lubang-tambang-di-kaltim-73VwEUcufP.jpg</image><title>Demonstrasi mahasiswa di Kaltim (Foto: Dok PMII Kaltim)</title></images><description>JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Kaltim di Jalan Syarifuddin Yoes, sepinggan Kota Balikpapan. Aksi tersebut berakhir ricuh.
Menurut Ketua PKC PMII Kaltim, Sainuddin, bentrokan dalam aksi yang digelar pada Kamis 17 Mei 2024 itu pecah ketika aparat hendak memadamkan bakaran ban. Namun, dihalangi oleh massa aksi.
Pihaknya mengklaim ada enam mahasiswa yang terluka. Dua orang mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA:
PN Jakpus Gelar Sidang Kasus Penutupan Akses Jalan GBK, Majelis Hakim Turun ke Lapangan

Mahasiswa membawa isu kematian 48 anak di lubang tambang dalam aksi demonstrasinya. Seiring jalannya aksi,&amp;nbsp; pihaknya kecewa dengan adanya dugaan tindakan represif oleh oknum aparat terhadap mahasiswa.
Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa terhadap isu lubang tambang yakni, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk blusukan melihat langsung kondisi lubang tambang, khususnya batubara.
&quot;Mendesak aparat penegak hukum (APH) di Kalimantan Timur untuk melakukan investigasi terhadap semua kasus anak yang mati di lubang tambang,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).

BACA JUGA:
Suami Aniaya Istri hingga Rahangnya Patah, Cemburu Korban Curhat di Medsos Ingin Cerai


Kemudian, menuntut PJ Gubernur Kaltim untuk terlibat aktif dalam menuntaskan kasus korban lubang tambang. Mahasiswa juga mendesak Polda Kaltim untuk memberantas tambang ilegal ataupun tambang legal yang tidak menaati aturan (tidak ramah keselamatan).
&quot;Mendesak Polda Kaltim untuk melakukan pemeriksaan terhadap lubang tambang yang belum melakukan reklamasi,&quot; katanya.Mahasiswa juga mendesak agar Polda Kaltim membongkar kasus korupsi di dunia pertambangan. Kepada Kapolri, mahasiswa meminta agar mencopot Kapolda Kaltim karena tidak mampu membina bawahannya yang berperilaku tidak manusiawi dan mencederai nilai Presisi Polri.
Aksi tersebut bakal kembali digelar pada 21 Mei 2024 guna memperjuangkan tuntutan mereka.

</description><content:encoded>JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Kaltim di Jalan Syarifuddin Yoes, sepinggan Kota Balikpapan. Aksi tersebut berakhir ricuh.
Menurut Ketua PKC PMII Kaltim, Sainuddin, bentrokan dalam aksi yang digelar pada Kamis 17 Mei 2024 itu pecah ketika aparat hendak memadamkan bakaran ban. Namun, dihalangi oleh massa aksi.
Pihaknya mengklaim ada enam mahasiswa yang terluka. Dua orang mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA:
PN Jakpus Gelar Sidang Kasus Penutupan Akses Jalan GBK, Majelis Hakim Turun ke Lapangan

Mahasiswa membawa isu kematian 48 anak di lubang tambang dalam aksi demonstrasinya. Seiring jalannya aksi,&amp;nbsp; pihaknya kecewa dengan adanya dugaan tindakan represif oleh oknum aparat terhadap mahasiswa.
Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa terhadap isu lubang tambang yakni, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk blusukan melihat langsung kondisi lubang tambang, khususnya batubara.
&quot;Mendesak aparat penegak hukum (APH) di Kalimantan Timur untuk melakukan investigasi terhadap semua kasus anak yang mati di lubang tambang,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).

BACA JUGA:
Suami Aniaya Istri hingga Rahangnya Patah, Cemburu Korban Curhat di Medsos Ingin Cerai


Kemudian, menuntut PJ Gubernur Kaltim untuk terlibat aktif dalam menuntaskan kasus korban lubang tambang. Mahasiswa juga mendesak Polda Kaltim untuk memberantas tambang ilegal ataupun tambang legal yang tidak menaati aturan (tidak ramah keselamatan).
&quot;Mendesak Polda Kaltim untuk melakukan pemeriksaan terhadap lubang tambang yang belum melakukan reklamasi,&quot; katanya.Mahasiswa juga mendesak agar Polda Kaltim membongkar kasus korupsi di dunia pertambangan. Kepada Kapolri, mahasiswa meminta agar mencopot Kapolda Kaltim karena tidak mampu membina bawahannya yang berperilaku tidak manusiawi dan mencederai nilai Presisi Polri.
Aksi tersebut bakal kembali digelar pada 21 Mei 2024 guna memperjuangkan tuntutan mereka.

</content:encoded></item></channel></rss>
