<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Ibunda Tak Hadir di Pemakaman Vina Cirebon yang Tewas Dibunuh Secara Keji</title><description>Kematian Vina Dewi Arsita atau yang dikenal banyak kalangan dengan sebutan Vina Cirebon masih menyisakan duka mendalam bagi ibunda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji"/><item><title>Alasan Ibunda Tak Hadir di Pemakaman Vina Cirebon yang Tewas Dibunuh Secara Keji</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2024 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji-DNZtO2Uakn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibunda Vina Cirebon (tengah) (Foto: Youtube Curhat Bang Denny Sumargo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/525/3009751/alasan-ibunda-tak-hadir-di-pemakaman-vina-cirebon-yang-tewas-dibunuh-secara-keji-DNZtO2Uakn.jpg</image><title>Ibunda Vina Cirebon (tengah) (Foto: Youtube Curhat Bang Denny Sumargo)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDczMS81L3g4eWpjcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kematian Vina Dewi Arsita atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Vina Cirebon masih menyisakan duka mendalam bagi ibunda. Apalagi, ibunda tak bisa hadir dalam prosesi pemakaman Vina.
Ibunda Vina menceritakan, bahwa dirinya dikabarkan pada pada malam pertama. Kebetulan, pada malam itu ada seorang paman yang juga meninggal.
Selang mendapat kabar seorang paman meninggal dunia. Beberapa jam kemudian, kata ibunda Vina, dirinya dikabarkan bahwa anak gadisnya itu juga meninggal.
&quot;Pas setengah 1 (dini hari) dikabarin, mah dede di rumah sakit, gitu. Kecelakaan,&quot; cerita ibunda Vina tak kuasa menahan tangisnya, dikutip dari channel Youtube Curhat Bang Denny Sumargo milik Denny Sumargo, Jumat (17/5/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari Ibu Hamil hingga Keguguran di Gambir&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mendapat kabar tersebut, Ibunda Vina yang kebetulan sedang bekerja Malaysia syok berat. Apalagi, dirinya tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena pekerjaan. Ia pun tak bisa menghadiri pemakaman putri tercintanya.
Ibunda Vina baru diperbolehkan pulang dari tempatnya bekerja setelah 40 hari. &quot;Saya tidak bisa apa-apa,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekonstruksi Pembunuhan di Sukabumi, Pelaku Tolak Hubungan Sesama Jenis

Pada hari ketiga, ibunda kembali dikabarkan mengenai perkembangan kasus kematian Vina terkait dengan rekaman suara yang kabarnya arwah Vina yang merasuk ke temannya, Linda. Namun, sang ibunda tetap masih belum bisa pulang ke Indonesia ditambah dengan kondisi psikis yang syok.&amp;nbsp;
Setelah 40 hari, ibunda akhirnya bisa kembali ke Indonesia. Tiba-tiba, kakaknya Linda menelepon kakaknya Vina, bahwa adiknya kembali kerasukan Vina. Padahal, saat itu tidak ada yang tahu mengenai kepulangan ibunda Vina.
&quot;Baru sampai rumah belum lepas sepatu, langsung ditelepon lagi,&quot; ujarnya.
Ibunda Vina pun datang ke rumah Linda. Sesampainya di sana, Linda yang sedang kerasukan langsung memanggil dirinya. Ibunda Vina pun mengenali bahwa itu memang suara anak gadisnya yang telah tiada.
&quot;Dari jauh sudah manggil 'mama' itu suara anak saya, saya diam saja, terus dia peluk dan mama maafin Vina belum bisa bahagiain mama. Saya enggak bisa ngomong apa-apa, nangis aja,&quot; ujarnya.
Vina diketahui meninggal secara tragis. Ia dibunuh dan diperkosa sekelompok geng motor pada 2016 silam. Saat kejadian, Vina sedang naik sepeda motor bersama kekasihnya, Eky.

BACA JUGA:
Bupati PALI Heri Amalindo Daftar ke Perindo, Siap Maju Bacagub Sumsel

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi di lahan kosong belakang bangunan Showroom mobil seberang SMP Negeri 11. Di Jalan Perjuangan Majasem Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, para pelaku bersama-sama berencana merampas nyawa orang lain.
Setelah kedua korban meninggal dunia, para pelaku membuang korban ke jalan layang dengan dikondisikan seolah merupakan korban kecelakaan. Namun, pada akhirnya terungkap bahwa Vina dan Eky merupakan korban pembunuhan.
Kepolisian pun berhasil menangkap 8 tersangka. Sayangnya, tiga pelaku lainnya masih buron hingga sekarang.

BACA JUGA:
Tiga Pelaku Masih DPO, Hotman Soroti Proses Penyelidikan Kasus Vina Cirebon Dinilai Janggal

Pengadilan Negeri (PN) Cirebon telah menjatuhkan vonis kepada para pelaku pembunuhan Vina dan Eki pada 27 Mei 2017 silam. Mereka adalah Rivaldi Aditya Wardhana, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Jaya, Supriyanto, Sudirman, Andi, Dani, dan Saka Tatal. Mereka divonis dengan hukuman seumur hidup, terkecuali seorang pelaku anak yang dihukum 8 tahun penjara.




Vonis jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati. Sementara tiga pelaku yang masih buron yakni:







Nama: Andi







Umur: 31







Jenis Kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.







Ciri fisik: 165 cm, badan kecil, rambut lurus, dan kulit hitam.











2. Nama: Dani







Umur: 28 tahun







Jenis Kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.







Ciri fisik: 170 cm, badan sedang, rambut kriting, dan kulit sawo matang.











3. Nama: Pegi alias Perong alias Egi







Umur: 30 tahun







Jenis kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Mundu, Cirebon.







Ciri fisik: 160 cm, badan kecil, rambut kriting, dan kulit hitam.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNS8xLzE4MDczMS81L3g4eWpjcDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kematian Vina Dewi Arsita atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Vina Cirebon masih menyisakan duka mendalam bagi ibunda. Apalagi, ibunda tak bisa hadir dalam prosesi pemakaman Vina.
Ibunda Vina menceritakan, bahwa dirinya dikabarkan pada pada malam pertama. Kebetulan, pada malam itu ada seorang paman yang juga meninggal.
Selang mendapat kabar seorang paman meninggal dunia. Beberapa jam kemudian, kata ibunda Vina, dirinya dikabarkan bahwa anak gadisnya itu juga meninggal.
&quot;Pas setengah 1 (dini hari) dikabarin, mah dede di rumah sakit, gitu. Kecelakaan,&quot; cerita ibunda Vina tak kuasa menahan tangisnya, dikutip dari channel Youtube Curhat Bang Denny Sumargo milik Denny Sumargo, Jumat (17/5/2024).

BACA JUGA:
Kronologi Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari Ibu Hamil hingga Keguguran di Gambir&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mendapat kabar tersebut, Ibunda Vina yang kebetulan sedang bekerja Malaysia syok berat. Apalagi, dirinya tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia karena pekerjaan. Ia pun tak bisa menghadiri pemakaman putri tercintanya.
Ibunda Vina baru diperbolehkan pulang dari tempatnya bekerja setelah 40 hari. &quot;Saya tidak bisa apa-apa,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Rekonstruksi Pembunuhan di Sukabumi, Pelaku Tolak Hubungan Sesama Jenis

Pada hari ketiga, ibunda kembali dikabarkan mengenai perkembangan kasus kematian Vina terkait dengan rekaman suara yang kabarnya arwah Vina yang merasuk ke temannya, Linda. Namun, sang ibunda tetap masih belum bisa pulang ke Indonesia ditambah dengan kondisi psikis yang syok.&amp;nbsp;
Setelah 40 hari, ibunda akhirnya bisa kembali ke Indonesia. Tiba-tiba, kakaknya Linda menelepon kakaknya Vina, bahwa adiknya kembali kerasukan Vina. Padahal, saat itu tidak ada yang tahu mengenai kepulangan ibunda Vina.
&quot;Baru sampai rumah belum lepas sepatu, langsung ditelepon lagi,&quot; ujarnya.
Ibunda Vina pun datang ke rumah Linda. Sesampainya di sana, Linda yang sedang kerasukan langsung memanggil dirinya. Ibunda Vina pun mengenali bahwa itu memang suara anak gadisnya yang telah tiada.
&quot;Dari jauh sudah manggil 'mama' itu suara anak saya, saya diam saja, terus dia peluk dan mama maafin Vina belum bisa bahagiain mama. Saya enggak bisa ngomong apa-apa, nangis aja,&quot; ujarnya.
Vina diketahui meninggal secara tragis. Ia dibunuh dan diperkosa sekelompok geng motor pada 2016 silam. Saat kejadian, Vina sedang naik sepeda motor bersama kekasihnya, Eky.

BACA JUGA:
Bupati PALI Heri Amalindo Daftar ke Perindo, Siap Maju Bacagub Sumsel

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi di lahan kosong belakang bangunan Showroom mobil seberang SMP Negeri 11. Di Jalan Perjuangan Majasem Kampung Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, para pelaku bersama-sama berencana merampas nyawa orang lain.
Setelah kedua korban meninggal dunia, para pelaku membuang korban ke jalan layang dengan dikondisikan seolah merupakan korban kecelakaan. Namun, pada akhirnya terungkap bahwa Vina dan Eky merupakan korban pembunuhan.
Kepolisian pun berhasil menangkap 8 tersangka. Sayangnya, tiga pelaku lainnya masih buron hingga sekarang.

BACA JUGA:
Tiga Pelaku Masih DPO, Hotman Soroti Proses Penyelidikan Kasus Vina Cirebon Dinilai Janggal

Pengadilan Negeri (PN) Cirebon telah menjatuhkan vonis kepada para pelaku pembunuhan Vina dan Eki pada 27 Mei 2017 silam. Mereka adalah Rivaldi Aditya Wardhana, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Jaya, Supriyanto, Sudirman, Andi, Dani, dan Saka Tatal. Mereka divonis dengan hukuman seumur hidup, terkecuali seorang pelaku anak yang dihukum 8 tahun penjara.




Vonis jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman mati. Sementara tiga pelaku yang masih buron yakni:







Nama: Andi







Umur: 31







Jenis Kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.







Ciri fisik: 165 cm, badan kecil, rambut lurus, dan kulit hitam.











2. Nama: Dani







Umur: 28 tahun







Jenis Kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.







Ciri fisik: 170 cm, badan sedang, rambut kriting, dan kulit sawo matang.











3. Nama: Pegi alias Perong alias Egi







Umur: 30 tahun







Jenis kelamin: Laki-laki







Kebangsaan: Indonesia







Alamat: Desa Banjarwangun, Mundu, Cirebon.







Ciri fisik: 160 cm, badan kecil, rambut kriting, dan kulit hitam.</content:encoded></item></channel></rss>
