<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbeda dengan PPKn, BPIP Perkuat Implementasi BTU Pendidikan Pancasila</title><description>Menurut Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, Pendidikan Pancasila kini berbeda dari PPKn.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila"/><item><title>Berbeda dengan PPKn, BPIP Perkuat Implementasi BTU Pendidikan Pancasila</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2024 23:23 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila-3gztW8CO8D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: Ist/Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/608/3009946/berbeda-dengan-ppkn-bpip-perkuat-implementasi-btu-pendidikan-pancasila-3gztW8CO8D.jpg</image><title>Kepala BPIP Yudian Wahyudi (Foto: Ist/Dok)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus mengoptimalkan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional. Mengingat, Pendidikan Pancasila berbeda dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan (PPKn) sebelumnya.
Menurut Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, Pendidikan Pancasila kini berbeda dari PPKn sebelumnya, dengan komposisi materi 30 persen teori dan 70 persen praktik.
&quot;Di mana, dalam penerapan BTU (Buku Teks Utama) Pendidikan Pancasila muatannya terdiri dari materi kognitif 30 persen dan 70 persen praktek&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/5/2024).

BACA JUGA:
Banjir Genangi Jalan Aria Putra Ciputat, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Yudian menjelaskan hal ini saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan Penguatan Jaringan Pendidikan Pancasila melalui Penggunaan Buku Teks Utama Pancasila di Medan, Sumatera Utara.&amp;nbsp;
Ia menekankan bahwa Pendidikan Pancasila adalah muatan wajib dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
&quot;Dengan demikian, implementasi BTU Pendidikan Pancasila yang menitikberatkan pada Pancasila dalam tindakan diharapkan dapat mampu mengokohkan para pelajar terhadap pengetahuan, keyakinan dan habituasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Suami Aniaya Istri hingga Rahangnya Patah, Cemburu Korban Curhat di Medsos Ingin Cerai

Yudian berharap kegiatan ini dapat memaksimalkan penerapan BTU Pendidikan Pancasila di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.&amp;nbsp;
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Suherman mengapresiasi kegiatan ini. &quot;Kami mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini dengan melibatkan tenaga pendidik di lingkungan Sumatera Utara&quot;, ujarnya.
Suherman menekankan pentingnya Pendidikan Pancasila untuk memperkuat ideologi negara serta mengembangkan pengetahuan, pengalaman, dan strategi pembelajaran yang efektif. Menurutnya, keberagaman budaya, agama, dan suku di Sumatera Utara adalah kekayaan yang harus dipelihara melalui Pendidikan Pancasila.
&quot;Melalui Pendidikan Pancasila kita dapat membangun masyarakat yang inklusif toleran dan harmonis dengan demikian kita dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Gunung Api Ibu Berstatus Awas, BNPB Terjunkan Tim dan Salurkan Bantuan Darurat

Ditambahkan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso, menyatakan bahwa BPIP terus berupaya menginternalisasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah lewat BTU Pendidikan Pancasila.
&quot;Upaya ini kita terus bekerja sama dengan berbagai sektor salah satunya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,&quot; katanya.
Prakoso berharap implementasi BTU Pendidikan Pancasila ini dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, karakter Pancasila, dan keterampilan siswa, untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

BACA JUGA:
Polisi Amankan 2 Siswi SMP Pelaku Bullying dan Penganiayaan di Bojonggede

Dalam kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi BPIP serta narasumber dari internal dan eksternal BPIP, serta ratusan tenaga pendidik di Provinsi Sumatera Utara.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus mengoptimalkan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional. Mengingat, Pendidikan Pancasila berbeda dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegraan (PPKn) sebelumnya.
Menurut Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, Pendidikan Pancasila kini berbeda dari PPKn sebelumnya, dengan komposisi materi 30 persen teori dan 70 persen praktik.
&quot;Di mana, dalam penerapan BTU (Buku Teks Utama) Pendidikan Pancasila muatannya terdiri dari materi kognitif 30 persen dan 70 persen praktek&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/5/2024).

BACA JUGA:
Banjir Genangi Jalan Aria Putra Ciputat, Arus Lalu Lintas Macet Parah

Yudian menjelaskan hal ini saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan Penguatan Jaringan Pendidikan Pancasila melalui Penggunaan Buku Teks Utama Pancasila di Medan, Sumatera Utara.&amp;nbsp;
Ia menekankan bahwa Pendidikan Pancasila adalah muatan wajib dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
&quot;Dengan demikian, implementasi BTU Pendidikan Pancasila yang menitikberatkan pada Pancasila dalam tindakan diharapkan dapat mampu mengokohkan para pelajar terhadap pengetahuan, keyakinan dan habituasi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Suami Aniaya Istri hingga Rahangnya Patah, Cemburu Korban Curhat di Medsos Ingin Cerai

Yudian berharap kegiatan ini dapat memaksimalkan penerapan BTU Pendidikan Pancasila di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.&amp;nbsp;
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Suherman mengapresiasi kegiatan ini. &quot;Kami mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini dengan melibatkan tenaga pendidik di lingkungan Sumatera Utara&quot;, ujarnya.
Suherman menekankan pentingnya Pendidikan Pancasila untuk memperkuat ideologi negara serta mengembangkan pengetahuan, pengalaman, dan strategi pembelajaran yang efektif. Menurutnya, keberagaman budaya, agama, dan suku di Sumatera Utara adalah kekayaan yang harus dipelihara melalui Pendidikan Pancasila.
&quot;Melalui Pendidikan Pancasila kita dapat membangun masyarakat yang inklusif toleran dan harmonis dengan demikian kita dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Gunung Api Ibu Berstatus Awas, BNPB Terjunkan Tim dan Salurkan Bantuan Darurat

Ditambahkan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso, menyatakan bahwa BPIP terus berupaya menginternalisasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah lewat BTU Pendidikan Pancasila.
&quot;Upaya ini kita terus bekerja sama dengan berbagai sektor salah satunya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,&quot; katanya.
Prakoso berharap implementasi BTU Pendidikan Pancasila ini dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, karakter Pancasila, dan keterampilan siswa, untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

BACA JUGA:
Polisi Amankan 2 Siswi SMP Pelaku Bullying dan Penganiayaan di Bojonggede

Dalam kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi BPIP serta narasumber dari internal dan eksternal BPIP, serta ratusan tenaga pendidik di Provinsi Sumatera Utara.

</content:encoded></item></channel></rss>
