<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Bung Karno Ziarahi Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia</title><description>Petilasan Pamuksan Sri Aji Jayabaya, tempat di mana Raja Jayabaya dipercaya moksa hingga kini diyakini sebagai tempat keramat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/18/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/18/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia"/><item><title>Kisah Bung Karno Ziarahi Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/18/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/18/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2024 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/17/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia-xXcsiyHa5F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/17/337/3009952/kisah-bung-karno-ziarahi-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-republik-indonesia-xXcsiyHa5F.jpg</image><title>Bung Karno (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOS8xLzE4MDUwNC81L3g4eTliMDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jayabaya dikenal dengan ramalannya sebagai Jangka Jayabaya. Raja Kediri itu dipercaya sebagai sosok yang sakti dan memiliki kekuatan mistis, yang dipercaya tidak meninggal dunia, melainkan moksa.
Petilasan Pamuksan Sri Aji Jayabaya, tempat di mana Raja Jayabaya dipercaya moksa hingga kini diyakini sebagai tempat keramat, yang didatangi banyak orang untuk mencari berkah. Di antara orang-orang itu adalah Soekarno atau Bung Karno, Bapak Proklamasi Indonesia.

BACA JUGA:
Ramalan Jayabaya: Ciri-Ciri Satria Piningit, Sang Penyelamat yang Membawa Zaman Keemasan Nusantara

Konon, selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno dikabarkan pernah secara khusus mengunjungi Kediri dan berziarah di petilasan Jayabaya yang terletak di Desa Mamenang atau Menang, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

BACA JUGA:
Cara Bung Karno Lawan Marinir Belanda saat Perebutan Irian Barat, Bentuk Tim Tengkorak!

&amp;ldquo;Sebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu, Soekarno, dikabarkan berziarah tiga kali ke Pamuksan Sri Aji Jayabaya,&amp;rdquo; tulis George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa.
Jayabaya dipercaya telah meramalkan Soekarno sebagai penguasa Tanah Jawa. Ramalan itu diyakini tercantum dalam dua bait Jangka Jayabaya yang menyebutkan tentang Garuda Nwangga, yang dianggap merujuk pada Bung Karno.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wOS8xLzE4MDUwNC81L3g4eTliMDA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Jayabaya dikenal dengan ramalannya sebagai Jangka Jayabaya. Raja Kediri itu dipercaya sebagai sosok yang sakti dan memiliki kekuatan mistis, yang dipercaya tidak meninggal dunia, melainkan moksa.
Petilasan Pamuksan Sri Aji Jayabaya, tempat di mana Raja Jayabaya dipercaya moksa hingga kini diyakini sebagai tempat keramat, yang didatangi banyak orang untuk mencari berkah. Di antara orang-orang itu adalah Soekarno atau Bung Karno, Bapak Proklamasi Indonesia.

BACA JUGA:
Ramalan Jayabaya: Ciri-Ciri Satria Piningit, Sang Penyelamat yang Membawa Zaman Keemasan Nusantara

Konon, selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno dikabarkan pernah secara khusus mengunjungi Kediri dan berziarah di petilasan Jayabaya yang terletak di Desa Mamenang atau Menang, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

BACA JUGA:
Cara Bung Karno Lawan Marinir Belanda saat Perebutan Irian Barat, Bentuk Tim Tengkorak!

&amp;ldquo;Sebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu, Soekarno, dikabarkan berziarah tiga kali ke Pamuksan Sri Aji Jayabaya,&amp;rdquo; tulis George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa.
Jayabaya dipercaya telah meramalkan Soekarno sebagai penguasa Tanah Jawa. Ramalan itu diyakini tercantum dalam dua bait Jangka Jayabaya yang menyebutkan tentang Garuda Nwangga, yang dianggap merujuk pada Bung Karno.</content:encoded></item></channel></rss>
