<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga Korban Pesawat Jatuh di BSD untuk Lakukan Autopsi</title><description>Saat ini RS Polri sedang melakukan proses indentifikasi terhadap ketiga jenazah tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi"/><item><title>Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga Korban Pesawat Jatuh di BSD untuk Lakukan Autopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi</guid><pubDate>Minggu 19 Mei 2024 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi-wSplSPPSav.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban pesawat latih jatuh di BSD (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/19/338/3010501/polisi-tunggu-persetujuan-keluarga-korban-pesawat-jatuh-di-bsd-untuk-lakukan-autopsi-wSplSPPSav.jpg</image><title>Korban pesawat latih jatuh di BSD (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS8xLzE4MDg2My81L3g4eXB6NTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi masih menunggu pihak keluarga untuk mendatangi RS Polri agar bisa melakukan autopsi terhadap ketiga jenazah pesawat latih PK-IFP 172 yang jatuh di kawasan BSD Tanggerang Selatan.
Saat ini RS Polri sedang melakukan proses indentifikasi terhadap ketiga jenazah tersebut.
&quot;Sudah dimulai (proses identifikasi) jadi untuk pemeriksaan luar saja. Sambil menunggu persetujuan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau pemeriksaan dalam, itu koordinasi dari pada penyidik kepada keluarga ini yang kami tunggu,&quot; kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Brigjen Pol Hariyanto kepada wartawan, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:
Jenazah Pulu Darmawan Korban Pesawat Jatuh Akan Dimakamkan di Semarang

Nantinya hasil otopsi yang telah disetujui oleh pihak keluarga, bisa digunakan sebagai tambahan data guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat latih tersebut.
&quot;Karena autopsi itu sebab kematian. Karena apa mungkin banyak sekali alternatif-alternatifnya yang perlu pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan yang lain sehingga agak lama,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Polisi: Pilot Terpental Keluar saat Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangsel

Kata Hariyanto, perwakilan dari Indonesia Flying Club atau perkumpulan penerbang Indonesia sudah mendatangi pos Ante Mortem untuk memberikan keterangan seperti ciri-ciri korban maupun pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal.Setelah menerima data dari pos ante mortem itu biasanya Tim Disaster Victim Indentification (DVI) akan melanjutkan ke proses post mortem.

&quot;Untuk ante mortemnya identitas sudah kita terima tapi untuk post mortemnya nanti kita baru akan kita laksanakan untuk apakah jadi otopsi atau hanya identifikasi dan pemeriksaan luar saja,&quot; katanya.

Sejauh ini, kata Hariyanto, nama-nama korban yang diungkapkan kantor Sar Jakarta telah sesuai dengan keterangan yang di dapatkan di pos ante mortem. Nama-nama korban yakin Pulu Darmawan, Suanda dan Farid Ahmad.

&quot;Sesuai. Ya itu informasi dari yang beredar juga seperti itu yang masuk kepada kita juga seperti itu,&quot; sambungnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS8xLzE4MDg2My81L3g4eXB6NTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Polisi masih menunggu pihak keluarga untuk mendatangi RS Polri agar bisa melakukan autopsi terhadap ketiga jenazah pesawat latih PK-IFP 172 yang jatuh di kawasan BSD Tanggerang Selatan.
Saat ini RS Polri sedang melakukan proses indentifikasi terhadap ketiga jenazah tersebut.
&quot;Sudah dimulai (proses identifikasi) jadi untuk pemeriksaan luar saja. Sambil menunggu persetujuan keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau pemeriksaan dalam, itu koordinasi dari pada penyidik kepada keluarga ini yang kami tunggu,&quot; kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Brigjen Pol Hariyanto kepada wartawan, Jumat (19/4/2024).

BACA JUGA:
Jenazah Pulu Darmawan Korban Pesawat Jatuh Akan Dimakamkan di Semarang

Nantinya hasil otopsi yang telah disetujui oleh pihak keluarga, bisa digunakan sebagai tambahan data guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat latih tersebut.
&quot;Karena autopsi itu sebab kematian. Karena apa mungkin banyak sekali alternatif-alternatifnya yang perlu pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan yang lain sehingga agak lama,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
 Polisi: Pilot Terpental Keluar saat Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangsel

Kata Hariyanto, perwakilan dari Indonesia Flying Club atau perkumpulan penerbang Indonesia sudah mendatangi pos Ante Mortem untuk memberikan keterangan seperti ciri-ciri korban maupun pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal.Setelah menerima data dari pos ante mortem itu biasanya Tim Disaster Victim Indentification (DVI) akan melanjutkan ke proses post mortem.

&quot;Untuk ante mortemnya identitas sudah kita terima tapi untuk post mortemnya nanti kita baru akan kita laksanakan untuk apakah jadi otopsi atau hanya identifikasi dan pemeriksaan luar saja,&quot; katanya.

Sejauh ini, kata Hariyanto, nama-nama korban yang diungkapkan kantor Sar Jakarta telah sesuai dengan keterangan yang di dapatkan di pos ante mortem. Nama-nama korban yakin Pulu Darmawan, Suanda dan Farid Ahmad.

&quot;Sesuai. Ya itu informasi dari yang beredar juga seperti itu yang masuk kepada kita juga seperti itu,&quot; sambungnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
