<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Nelayan di Pantai Seroja Tewas Diterkam Buaya</title><description>orban meninggal dengan luka gigitan rusuk kiri, tangan kiri patah, dan belakang luka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya"/><item><title>      Nelayan di Pantai Seroja Tewas Diterkam Buaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya</guid><pubDate>Minggu 19 Mei 2024 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Aris Lake</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya-W26Cq4TRGf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/19/340/3010510/nelayan-di-pantai-seroja-tewas-diterkam-buaya-W26Cq4TRGf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOS8xLzE3ODk3MC81L3g4dzAwM2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BELU - Salah seorang nelayan Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste tewas usai diterkam buaya saat mencari ikan di sekitaran pantai Seroja, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Sabtu 18 Mei 2024 Malam.
Korban bernama Laurensius Lau (51) warga Dusun Weain, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Korban meninggal dengan luka gigitan rusuk kiri, tangan kiri patah, dan belakang luka.
Berlandaskan Informasi yang diperoleh dari para saksi, penyerangan buaya tersebut terjadi di Pantai Seroja, Dusun Motaain perbatasan dengan Desa Kenebibi, Kakuluk Mesak.

BACA JUGA:
Nelayan Belu Tewas Diterkam Buaya saat Melaut dengan Saudaranya

Polres Belu melalui Kapolsek Tasi Feto Timur, Ipda Yusran menuturkan, keterangan kedua saksi Olandino da Silva dan Dominikus Siku kejadian berawal  pada pukul 12.00 Wita, korban dan kedua saksi pergi ke Pantai Seroja untuk menangkap ikan (pukat ikan).

BACA JUGA:
Viral Baju Kebaya Model Buaya, Wisuda Pun Serasa Met Gala

Sekitar pukul 19.00 Wita, korban bersama saksi menarik pukat. Sementara menarik pukat, saksi Olandino melihat buaya yang datang ke arah mereka. Sehingga korban bersama kedua saksi lari mengamankan diri dengan memanjat pohon bakau. Di mana saksi Olandino dan korban memanjat 1 pohon bakau yang sama, dengan posisi saksi Olandino di atas (ketinggian) sedangkan korban di bawah.
&quot;Namun tiba-tiba buaya menerkam perut korban sebelah kiri, sehingga korban terjatuh dalam air. Lalu buaya menyeret korban dari TKP ke lokasi ditemukan sekitar 500 Meter dengan ketinggian air laut saat menerkam korban setinggi lutut orang dewasa,&quot; sebutnya mengutip keterangan saksi.Dibeberkan Yusran, melihat kejadian tersebut kedua saksi berteriak meminta bantuan, sehingga nelayan yang berada di sekitar TKP berdatangan, namun tidak bisa menolong korban karena takut.

Kemudian saksi Olandino mendatangi keluarga korban di Sukaerlaran memberitahukan kejadian itu.

Mendapat informasi tersebut keluarga korban menggunakan perahu ke TKP. Setibanya di lokasi keluarga korban berhasil mengamankan korban dengan cara memukul buaya dengan menggunakan tali gewang sehingga buaya tersebut melepas gigitan.

&quot;Korban berhasil diamankan dan sudah meninggal dunia dengan luka gigitan rusuk kiri, tangan kiri patah dan belakang luka,&quot; ujar Yusran.

Usai ditemukan, pihak Kepolisian setempat langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya jasad korban Laurensius oleh keluarga dan kerabat langsung dibawa ke rumah duka di Sukaerlaran.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8yOS8xLzE3ODk3MC81L3g4dzAwM2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BELU - Salah seorang nelayan Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste tewas usai diterkam buaya saat mencari ikan di sekitaran pantai Seroja, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Sabtu 18 Mei 2024 Malam.
Korban bernama Laurensius Lau (51) warga Dusun Weain, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Korban meninggal dengan luka gigitan rusuk kiri, tangan kiri patah, dan belakang luka.
Berlandaskan Informasi yang diperoleh dari para saksi, penyerangan buaya tersebut terjadi di Pantai Seroja, Dusun Motaain perbatasan dengan Desa Kenebibi, Kakuluk Mesak.

BACA JUGA:
Nelayan Belu Tewas Diterkam Buaya saat Melaut dengan Saudaranya

Polres Belu melalui Kapolsek Tasi Feto Timur, Ipda Yusran menuturkan, keterangan kedua saksi Olandino da Silva dan Dominikus Siku kejadian berawal  pada pukul 12.00 Wita, korban dan kedua saksi pergi ke Pantai Seroja untuk menangkap ikan (pukat ikan).

BACA JUGA:
Viral Baju Kebaya Model Buaya, Wisuda Pun Serasa Met Gala

Sekitar pukul 19.00 Wita, korban bersama saksi menarik pukat. Sementara menarik pukat, saksi Olandino melihat buaya yang datang ke arah mereka. Sehingga korban bersama kedua saksi lari mengamankan diri dengan memanjat pohon bakau. Di mana saksi Olandino dan korban memanjat 1 pohon bakau yang sama, dengan posisi saksi Olandino di atas (ketinggian) sedangkan korban di bawah.
&quot;Namun tiba-tiba buaya menerkam perut korban sebelah kiri, sehingga korban terjatuh dalam air. Lalu buaya menyeret korban dari TKP ke lokasi ditemukan sekitar 500 Meter dengan ketinggian air laut saat menerkam korban setinggi lutut orang dewasa,&quot; sebutnya mengutip keterangan saksi.Dibeberkan Yusran, melihat kejadian tersebut kedua saksi berteriak meminta bantuan, sehingga nelayan yang berada di sekitar TKP berdatangan, namun tidak bisa menolong korban karena takut.

Kemudian saksi Olandino mendatangi keluarga korban di Sukaerlaran memberitahukan kejadian itu.

Mendapat informasi tersebut keluarga korban menggunakan perahu ke TKP. Setibanya di lokasi keluarga korban berhasil mengamankan korban dengan cara memukul buaya dengan menggunakan tali gewang sehingga buaya tersebut melepas gigitan.

&quot;Korban berhasil diamankan dan sudah meninggal dunia dengan luka gigitan rusuk kiri, tangan kiri patah dan belakang luka,&quot; ujar Yusran.

Usai ditemukan, pihak Kepolisian setempat langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya jasad korban Laurensius oleh keluarga dan kerabat langsung dibawa ke rumah duka di Sukaerlaran.</content:encoded></item></channel></rss>
