<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WWF 2024 Bali, AHY Dorong Sumber Daya Air untuk Kemakmuran Bersama</title><description>Forum ini diharapkan tidak hanya mencari solusi yang mengatasi masalah jangka pendek, namun jangka panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama"/><item><title>WWF 2024 Bali, AHY Dorong Sumber Daya Air untuk Kemakmuran Bersama</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2024 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama-m487JsfKja.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ATR/BPN Agus Harimuti Yudhoyono (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/20/337/3011069/wwf-2024-bali-ahy-dorong-sumber-daya-air-untuk-kemakmuran-bersama-m487JsfKja.jpg</image><title>Menteri ATR/BPN Agus Harimuti Yudhoyono (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS8xLzE4MDg2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apa saja yang menjadi isu besar, termasuk tantangan dan peluang dalam mewujudkan air bagi kemakmuran bersama saat  menjadi narasumber pada rangkaian World Water Forum (WWF) ke-10 Bali.
AHY didapuk menjadi pembicara dalam Forum Session Local and Regional Government yang dilangsungkan pada Rabu 22 Mei 2024 mendatang. Dalam kesempatan itu, AHY mendorong agar sumber daya air di dunia bisa didorong untuk kemakmuran bersama.
&quot;Saya akan berbicara bahwa air itu harus diorientasikan untuk kemakmuran bersama, prosperity,&quot; ujarnya sebelum mengikuti Upacara Pembukaan WWF ke-10 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Senin (20/05/2024).

BACA JUGA:
 WWF Ke-10 di Bali, Parlemen Indonesia Bikin Terobosan sebagai Pejuang Air&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Fokus kedua yang AHY sampaikan adalah terkait harapannya agar seluruh warga dunia, khususnya masyarakat Indonesia memiliki akses yang baik terhadap sumber daya air yang ada.
&quot;Yang berkeadilan juga aksesnya, jangan terjadi ketimpangan. Melimpah ruah menikmati air bersih tetapi ada masyarakat kita yang untuk minum pun sulit sekali,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Dampingi Presiden Jokowi Sambut Para Delegasi Negara di Welcoming Dinner WWF ke-10

Sementara itu bahasan penting lainnya yang akan disampaikan, yaitu soal keberlanjutan. Forum ini diharapkan tidak hanya mencari solusi yang mengatasi masalah jangka pendek, namun jangka panjang.
&quot;Karena bumi kita ini kan cuma satu, sehingga kita yang harus punya tanggung jawab yang besar untuk menjaganya,&quot; ucap Menteri ATR/Kepala BPN itu.
&quot;Oleh karena itu, kita harus bertanggung jawab agar keberlanjutannya terjaga. Jangan sampai hanya berhenti di generasi kita tapi bisa juga untuk diturunkan ketersedian air, pangan, termasuk energi untuk penerus kita, termasuk anak cucu kita,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS8xLzE4MDg2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BALI - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apa saja yang menjadi isu besar, termasuk tantangan dan peluang dalam mewujudkan air bagi kemakmuran bersama saat  menjadi narasumber pada rangkaian World Water Forum (WWF) ke-10 Bali.
AHY didapuk menjadi pembicara dalam Forum Session Local and Regional Government yang dilangsungkan pada Rabu 22 Mei 2024 mendatang. Dalam kesempatan itu, AHY mendorong agar sumber daya air di dunia bisa didorong untuk kemakmuran bersama.
&quot;Saya akan berbicara bahwa air itu harus diorientasikan untuk kemakmuran bersama, prosperity,&quot; ujarnya sebelum mengikuti Upacara Pembukaan WWF ke-10 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Senin (20/05/2024).

BACA JUGA:
 WWF Ke-10 di Bali, Parlemen Indonesia Bikin Terobosan sebagai Pejuang Air&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Fokus kedua yang AHY sampaikan adalah terkait harapannya agar seluruh warga dunia, khususnya masyarakat Indonesia memiliki akses yang baik terhadap sumber daya air yang ada.
&quot;Yang berkeadilan juga aksesnya, jangan terjadi ketimpangan. Melimpah ruah menikmati air bersih tetapi ada masyarakat kita yang untuk minum pun sulit sekali,&quot; kata dia.

BACA JUGA:
Menteri Basuki Dampingi Presiden Jokowi Sambut Para Delegasi Negara di Welcoming Dinner WWF ke-10

Sementara itu bahasan penting lainnya yang akan disampaikan, yaitu soal keberlanjutan. Forum ini diharapkan tidak hanya mencari solusi yang mengatasi masalah jangka pendek, namun jangka panjang.
&quot;Karena bumi kita ini kan cuma satu, sehingga kita yang harus punya tanggung jawab yang besar untuk menjaganya,&quot; ucap Menteri ATR/Kepala BPN itu.
&quot;Oleh karena itu, kita harus bertanggung jawab agar keberlanjutannya terjaga. Jangan sampai hanya berhenti di generasi kita tapi bisa juga untuk diturunkan ketersedian air, pangan, termasuk energi untuk penerus kita, termasuk anak cucu kita,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
