<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Kronologis Turbulensi Singapore Airlines : Pesawat Turun Tajam dari Ketinggian 37 Ribu Kaki</title><description>Menurut data FlightRadar24 yang dikutip The Associated Press, pesawat tersebut sempat turun tajam dari ketinggian 37.000 kaki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki"/><item><title>Begini Kronologis Turbulensi Singapore Airlines : Pesawat Turun Tajam dari Ketinggian 37 Ribu Kaki</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2024 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-sempat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki-zEBZ2xbyDa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana di bandara Suvarnabhumi, Thailand saat pesawat Singapore Airlines mendarat darurat. (Foto: Khaosod Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/21/18/3011502/begini-kronologis-turbulensi-singapore-airlines-pesawat-sempat-turun-tajam-dari-ketinggian-37-ribu-kaki-zEBZ2xbyDa.jpg</image><title>Suasana di bandara Suvarnabhumi, Thailand saat pesawat Singapore Airlines mendarat darurat. (Foto: Khaosod Online)</title></images><description>SUVARNABHUMI - Sebelum mendarat darurat di Bandara Suvarnabhumi, Thailand, pesawat Singapore Airlines sempat berada dalam situasi menegangkan. Menurut data FlightRadar24 yang dikutip  The Associated Press, pesawat tersebut sempat turun tajam dari ketinggian 37.000 kaki.
Data pelacakan yang ditangkap oleh FlightRadar24 dan kemudian dianalisis The Associated Press menunjukkan penerbangan Singapore Airlines meluncur di ketinggian 37.000 kaki. Tepat setelah pukul 08.00 GMT, pesawat jenis Boeing 777ER tiba-tiba dan turun tajam hingga ketinggian 31.000 kaki dalam rentang waktu sekitar tiga menit, menurut data.

BACA JUGA:
Breaking News: Satu Orang Tewas dalam Penerbangan Singapura Airlines, Puluhan Lainnya Mengalami Luka

&quot;Pesawat kemudian bertahan di ketinggian 31.000 kaki selama kurang dari 10 menit sebelum turun dengan cepat dan mendarat di Bangkok hanya dalam waktu kurang dari setengah jam,&quot; tulis media Thailand Khaosod, Selasa (21/5/2024).
Korban Meninggal Bertambah
Menurut Khaosod, insiden tersebut membuat korban satu orang meninggal di dalam pesawat dan satu lagi meninggal di rumah sakit Thailand penerbangan dari London ke Singapura tersebit. Boeing 777-300ER, mengangkat 211 penumpang dan 18 awak di dalamnya, kemudian mendarat di Bangkok pada pukul 15:45 (0845 GMT).

BACA JUGA:
 Kasus Pesawat Jatuh di BSD, Polisi Bakal Periksa Pemilik Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pesawat dialihkan ke Bangkok dan melakukan pendaratan darurat di bandara Suvarnabhumi, di mana kru darurat bergegas membantu penumpang yang terluka di tengah cuaca badai. Khaosod Online menyatakan bahwa satu dari 8 orang yang terluka telah meninggal di rumah sakit Thailand pada pukul 17.25

&amp;ldquo;Singapore Airlines menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,&amp;rdquo; kata maskapai itu. &amp;ldquo;Kami bekerja sama dengan pihak berwenang setempat di Thailand untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan, dan mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan yang diperlukan.&amp;rdquo;</description><content:encoded>SUVARNABHUMI - Sebelum mendarat darurat di Bandara Suvarnabhumi, Thailand, pesawat Singapore Airlines sempat berada dalam situasi menegangkan. Menurut data FlightRadar24 yang dikutip  The Associated Press, pesawat tersebut sempat turun tajam dari ketinggian 37.000 kaki.
Data pelacakan yang ditangkap oleh FlightRadar24 dan kemudian dianalisis The Associated Press menunjukkan penerbangan Singapore Airlines meluncur di ketinggian 37.000 kaki. Tepat setelah pukul 08.00 GMT, pesawat jenis Boeing 777ER tiba-tiba dan turun tajam hingga ketinggian 31.000 kaki dalam rentang waktu sekitar tiga menit, menurut data.

BACA JUGA:
Breaking News: Satu Orang Tewas dalam Penerbangan Singapura Airlines, Puluhan Lainnya Mengalami Luka

&quot;Pesawat kemudian bertahan di ketinggian 31.000 kaki selama kurang dari 10 menit sebelum turun dengan cepat dan mendarat di Bangkok hanya dalam waktu kurang dari setengah jam,&quot; tulis media Thailand Khaosod, Selasa (21/5/2024).
Korban Meninggal Bertambah
Menurut Khaosod, insiden tersebut membuat korban satu orang meninggal di dalam pesawat dan satu lagi meninggal di rumah sakit Thailand penerbangan dari London ke Singapura tersebit. Boeing 777-300ER, mengangkat 211 penumpang dan 18 awak di dalamnya, kemudian mendarat di Bangkok pada pukul 15:45 (0845 GMT).

BACA JUGA:
 Kasus Pesawat Jatuh di BSD, Polisi Bakal Periksa Pemilik Pesawat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Pesawat dialihkan ke Bangkok dan melakukan pendaratan darurat di bandara Suvarnabhumi, di mana kru darurat bergegas membantu penumpang yang terluka di tengah cuaca badai. Khaosod Online menyatakan bahwa satu dari 8 orang yang terluka telah meninggal di rumah sakit Thailand pada pukul 17.25

&amp;ldquo;Singapore Airlines menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,&amp;rdquo; kata maskapai itu. &amp;ldquo;Kami bekerja sama dengan pihak berwenang setempat di Thailand untuk memberikan bantuan medis yang diperlukan, dan mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan yang diperlukan.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
