<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Cara Pemkab Tangani Stunting hingga Kemiskinan Ekstrem di Lebak</title><description>10 desa yang menjadi lokus stunting di 6 kecamatan yakni Rangkasbitung, Maja, Cijaku, Leuwidamar, Cimarga dan Cibadak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak"/><item><title>Begini Cara Pemkab Tangani Stunting hingga Kemiskinan Ekstrem di Lebak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2024 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fariz Abdullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak-U05XSp6UIH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemkab Lebak atasi kemiskinan ekstrem dan stunting</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/340/3011996/begini-cara-pemkab-tangani-stunting-hingga-kemiskinan-ekstrem-di-lebak-U05XSp6UIH.jpg</image><title>Pemkab Lebak atasi kemiskinan ekstrem dan stunting</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNS8xLzE3ODM2NS81L3g4dWhncTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggelar Kolaborasi Lebak Atasi Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Ekstrem (KLASIK) secara serentak, Rabu (22/5/2024). Kegiatan itu merupakan cara pemerintah daerah mengatasi persoalan stunting sampai kemiskinan ekstrem.
Ketua Pelaksana Gebyar KLASIK Yosep M. Holis mengatakan, KLASIK menyasar 10 desa yang menjadi lokus stunting di 6 kecamatan yakni Rangkasbitung, Maja, Cijaku, Leuwidamar, Cimarga dan Cibadak.
Kegiatan tersebut melibatkan kementerian/lembaga, Pemprov Banten, lintas perangkat daerah Lebak, pelaku usaha dan mitra strategis secara terpadu dan terintegritasi.

BACA JUGA:
Cegah Stunting di IKN, Aturan Menikah Diperketat

&quot;Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini bisa terselenggara. KLASIK disupport oleh hampir 22 perusahaan yang memberikan bantuan terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem,&quot; kata Yosep di Kecamatan Cimarga.
Gebyar KLASIK selain diikuti ribuan peserta dari oleh unsur pemerintah kabupaten, remaja putri, keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem, stunting, calon pengantin dan lain-lain.
&quot;Kita akan adakan kegiatan gemarikan, galeri edukasi pencegahan stunting, kampanye gerakan BAAS, bantuan anak stunting, pelayanan KB gratis, pembagian telur, gerakan pangan murah, pembagian benih, konseling ASI eksklusif hingga skrining anemia remaja,&quot; papar Yosep.

BACA JUGA:
Aturan Nikah di IKN Diperketat demi Cegah Stunting
Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengatakan, upaya penanganan stunting dilakukan setiap saat. KLASIK jadi satu dari keseluruhan rangkaian penganan stunting.

&quot;Tahun ini, kami alokasikan anggaran Rp184,580 miliar yang dipergunakan melalui strategi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif,&quot; katanya.

Upaya penanganan stunting pada tahun ini dilakukan secara massif dengan melibatkan 18 perangkat daerah melalui 33 program, 44 kegiatan dan, 90 subkegiatan.

&quot;Dengan keterpaduan penanganan stunting, kita berharap kedepannya bisa bersama-sama mengatasi permasalahan stunting demi generasi mendatang yang lebih baik,&quot; harap Iwan.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNS8xLzE3ODM2NS81L3g4dWhncTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggelar Kolaborasi Lebak Atasi Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Ekstrem (KLASIK) secara serentak, Rabu (22/5/2024). Kegiatan itu merupakan cara pemerintah daerah mengatasi persoalan stunting sampai kemiskinan ekstrem.
Ketua Pelaksana Gebyar KLASIK Yosep M. Holis mengatakan, KLASIK menyasar 10 desa yang menjadi lokus stunting di 6 kecamatan yakni Rangkasbitung, Maja, Cijaku, Leuwidamar, Cimarga dan Cibadak.
Kegiatan tersebut melibatkan kementerian/lembaga, Pemprov Banten, lintas perangkat daerah Lebak, pelaku usaha dan mitra strategis secara terpadu dan terintegritasi.

BACA JUGA:
Cegah Stunting di IKN, Aturan Menikah Diperketat

&quot;Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini bisa terselenggara. KLASIK disupport oleh hampir 22 perusahaan yang memberikan bantuan terkait penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem,&quot; kata Yosep di Kecamatan Cimarga.
Gebyar KLASIK selain diikuti ribuan peserta dari oleh unsur pemerintah kabupaten, remaja putri, keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem, stunting, calon pengantin dan lain-lain.
&quot;Kita akan adakan kegiatan gemarikan, galeri edukasi pencegahan stunting, kampanye gerakan BAAS, bantuan anak stunting, pelayanan KB gratis, pembagian telur, gerakan pangan murah, pembagian benih, konseling ASI eksklusif hingga skrining anemia remaja,&quot; papar Yosep.

BACA JUGA:
Aturan Nikah di IKN Diperketat demi Cegah Stunting
Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengatakan, upaya penanganan stunting dilakukan setiap saat. KLASIK jadi satu dari keseluruhan rangkaian penganan stunting.

&quot;Tahun ini, kami alokasikan anggaran Rp184,580 miliar yang dipergunakan melalui strategi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif,&quot; katanya.

Upaya penanganan stunting pada tahun ini dilakukan secara massif dengan melibatkan 18 perangkat daerah melalui 33 program, 44 kegiatan dan, 90 subkegiatan.

&quot;Dengan keterpaduan penanganan stunting, kita berharap kedepannya bisa bersama-sama mengatasi permasalahan stunting demi generasi mendatang yang lebih baik,&quot; harap Iwan.

</content:encoded></item></channel></rss>
