<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenang Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin 27 Tahun Lalu</title><description>Tragedi Jumat Kelabu menewaskan banyak orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/23/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/23/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu"/><item><title>Mengenang Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin 27 Tahun Lalu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/23/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/23/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu</guid><pubDate>Kamis 23 Mei 2024 06:29 WIB</pubDate><dc:creator>Farhan Muhammad Gunawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/22/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu-c1cm4cRxK5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kuburan massal korban Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/22/337/3011958/mengenang-tragedi-jumat-kelabu-banjarmasin-27-tahun-lalu-c1cm4cRxK5.jpeg</image><title>Kuburan massal korban Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin (Foto: Wikipedia)</title></images><description>TRAGEDI Jumat Kelabu di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang terjadi hari ini pada 27 tahun lalu menyisakan pilu bagi Indonesia. Ada banyak korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi pada putaran akhir kampanye Pemilu 1997, salah satu peristiwa tragis dalam perjalanan demokrasi di Tanah Air.
Dinamakan Jumat Kelabu karena peristiwa itu terjadi pada Jumat 23 Mei 1997. Tragedi Jumat Kelabu itu menyebabkan sedikitnya 123 orang tewas, 118 orang luka-luka, dan 179 lainnya hilang. Korban tewas dikubur secara massal di Banjarmasin.
Kerusuhan itu terjadi bermula dari konvoi sepeda motor dari kubu massa Partai Golkar yang melewati Masjid Noor di Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin menuju panggung hiburan dan kampanye. Saat itu masjid lagi ramai jamaah karena sedang Shalat Jumat.

BACA JUGA:
Mengenang Proklamasi Kalimantan, Reaksi Keras atas Perjanjian Linggarjati

Konvoi tersebut mengundang amarah warga di sana, pasalnya orang-orang yang sedang konvoi tersebut menggunakan motor dengan knalpot yang di copot sehingga menimbulkan suara yang amat bising dan mengganggu.
Menurut kabar yang beredar, sebagian massa dari konvoi motor tersebut terdiri dari anak-anak muda.
Sebenarnya, sudah ada larangan untuk tidak melintas di depan Masjid Noor, namun rombongan konvoi tersebut tetap ngotot untuk melintas. Tentunya jamaah jumatan merasa terganggu dan bergegas untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor DPD Golkar Kalimantan Selatan.

BACA JUGA:
Mengenang Marsinah, Aktivis yang Tewas Mengenaskan Usai Suarakan Hak Buruh

Saat itu, massa yang terlibat bentrok dengan satgas Golkar dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).
Kerusuhan pun makin melebar, ratusan rumah, toko, gedung dan bangunan lain hancur lebur. Adu fisik pun tak terbendung hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Ruko-ruko dirusak hingga Mitra Plaza pun dibakar. Listrik yang dipadampkan menambah suasana kota yang makin mencekam bak dalam area peperangan.
Dari yang awalnya hanya melibatkan dua kubu saja, kerusuhan tersebut akhirnya kian melebar dan tak terkendali. Dikabarkan terdapat beberapa gereja dan satu klenteng hancur akibat dari kerusuhan tersebut. Rumah WNI keturunan Tionghoa pun tak luput diserang massa.
Jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan ini dinilai menjadi salah satu yang paling parah di masa-masa berakhirnya rezim orde baru. Belum lagi dengan kerugian materiil yang tentunya sangat besar.
Pusat pertokoan, kantor pemerintahan, tempat peribadatan, sekolah, hingga rumah warga, bahkan rumah panti jompo, ikut menjadi korban dengan cara dirusak, dibakar, dan dihancurkan.
Ratusan korban jiwa dari kerusuhan ini akhirnya dikebumikan secara massal di komplek pemakaman Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, yang terletak 22 kilometer sebelah tenggara Banjarmasin.
</description><content:encoded>TRAGEDI Jumat Kelabu di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang terjadi hari ini pada 27 tahun lalu menyisakan pilu bagi Indonesia. Ada banyak korban jiwa dalam kerusuhan yang terjadi pada putaran akhir kampanye Pemilu 1997, salah satu peristiwa tragis dalam perjalanan demokrasi di Tanah Air.
Dinamakan Jumat Kelabu karena peristiwa itu terjadi pada Jumat 23 Mei 1997. Tragedi Jumat Kelabu itu menyebabkan sedikitnya 123 orang tewas, 118 orang luka-luka, dan 179 lainnya hilang. Korban tewas dikubur secara massal di Banjarmasin.
Kerusuhan itu terjadi bermula dari konvoi sepeda motor dari kubu massa Partai Golkar yang melewati Masjid Noor di Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin menuju panggung hiburan dan kampanye. Saat itu masjid lagi ramai jamaah karena sedang Shalat Jumat.

BACA JUGA:
Mengenang Proklamasi Kalimantan, Reaksi Keras atas Perjanjian Linggarjati

Konvoi tersebut mengundang amarah warga di sana, pasalnya orang-orang yang sedang konvoi tersebut menggunakan motor dengan knalpot yang di copot sehingga menimbulkan suara yang amat bising dan mengganggu.
Menurut kabar yang beredar, sebagian massa dari konvoi motor tersebut terdiri dari anak-anak muda.
Sebenarnya, sudah ada larangan untuk tidak melintas di depan Masjid Noor, namun rombongan konvoi tersebut tetap ngotot untuk melintas. Tentunya jamaah jumatan merasa terganggu dan bergegas untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor DPD Golkar Kalimantan Selatan.

BACA JUGA:
Mengenang Marsinah, Aktivis yang Tewas Mengenaskan Usai Suarakan Hak Buruh

Saat itu, massa yang terlibat bentrok dengan satgas Golkar dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).
Kerusuhan pun makin melebar, ratusan rumah, toko, gedung dan bangunan lain hancur lebur. Adu fisik pun tak terbendung hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Ruko-ruko dirusak hingga Mitra Plaza pun dibakar. Listrik yang dipadampkan menambah suasana kota yang makin mencekam bak dalam area peperangan.
Dari yang awalnya hanya melibatkan dua kubu saja, kerusuhan tersebut akhirnya kian melebar dan tak terkendali. Dikabarkan terdapat beberapa gereja dan satu klenteng hancur akibat dari kerusuhan tersebut. Rumah WNI keturunan Tionghoa pun tak luput diserang massa.
Jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan ini dinilai menjadi salah satu yang paling parah di masa-masa berakhirnya rezim orde baru. Belum lagi dengan kerugian materiil yang tentunya sangat besar.
Pusat pertokoan, kantor pemerintahan, tempat peribadatan, sekolah, hingga rumah warga, bahkan rumah panti jompo, ikut menjadi korban dengan cara dirusak, dibakar, dan dihancurkan.
Ratusan korban jiwa dari kerusuhan ini akhirnya dikebumikan secara massal di komplek pemakaman Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, yang terletak 22 kilometer sebelah tenggara Banjarmasin.
</content:encoded></item></channel></rss>
