<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BNPB Akan Ledakkan Batuan Besar Material Gunung Marapi Antisipasi Galado   </title><description>BNPB merencanakan akan melakukan demolish atau peledakan batuan material Gunungapi Marapi</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado"/><item><title> BNPB Akan Ledakkan Batuan Besar Material Gunung Marapi Antisipasi Galado   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado</guid><pubDate>Sabtu 25 Mei 2024 07:44 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado-fMO3UHoa6B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabupaten Agam usai bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/25/337/3012864/bnpb-akan-ledakkan-batuan-besar-material-gunung-marapi-antisipasi-galado-fMO3UHoa6B.jpg</image><title>Kabupaten Agam usai bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi (foto: dok BNPB)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan akan melakukan demolish atau peledakan batuan material Gunungapi Marapi antisipasi galado atau bencana banjir lahar hujan yang lebih besar.

Pasalnya, berdasarkan keadaan pascagalodo banyak batuan besar dengan diameter lebih dari dua meter dengan berat hingga ratusan kilogram tampak berserakan di jalanan setelah menghantam bangunan di sekitarnya.

&amp;ldquo;Demolish ini diperlukan agar jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu, material batuan ini tidak menyumbat alur aliran air,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Sabtu (25/5/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Terbang ke Sumbar Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Demolish ini dilakukan setelah adanya kesepakatan dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo usai kunjungannya ke Kabupaten Agam pada Selasa (21/5) lalu. Pada saat itu, ada empat kesepakatan langkah lanjutan untuk penanganan bencana banjir lahar hujan atau galodo ini antara lain peledakan batu-batu besar (demolish) material Gunungapi Marapi, normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan Early Warning System.

Sementara, Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari hasil survei udara menunjukkan terdapat titik batuan besar dengan potensi bencana tinggi kedepannya. Salah satu titik rawan yang rencananya akan dilakukan peledakan adalah di Batu Tasangkuik di Sungai Pua, Kabupaten Agam.

BACA JUGA:
BNPB-PVMBG Pantau Sedimen di Alur Lahar dan Hulu Sungai Kawasan Marapi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Sekda Agam mengatakan jika masyarakat setempat setuju dan tidak mempermasalahkan rencana peledakan batu tersebut karena demi kepentingan bersama.

&amp;ldquo;Kegiatan peledakan batu sisa material Gunungapi Marapi ini rencana akan dilaksanan pada minggu depan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan akan melakukan demolish atau peledakan batuan material Gunungapi Marapi antisipasi galado atau bencana banjir lahar hujan yang lebih besar.

Pasalnya, berdasarkan keadaan pascagalodo banyak batuan besar dengan diameter lebih dari dua meter dengan berat hingga ratusan kilogram tampak berserakan di jalanan setelah menghantam bangunan di sekitarnya.

&amp;ldquo;Demolish ini diperlukan agar jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu, material batuan ini tidak menyumbat alur aliran air,&amp;rdquo; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Sabtu (25/5/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Terbang ke Sumbar Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

Demolish ini dilakukan setelah adanya kesepakatan dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo usai kunjungannya ke Kabupaten Agam pada Selasa (21/5) lalu. Pada saat itu, ada empat kesepakatan langkah lanjutan untuk penanganan bencana banjir lahar hujan atau galodo ini antara lain peledakan batu-batu besar (demolish) material Gunungapi Marapi, normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan Early Warning System.

Sementara, Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan dari hasil survei udara menunjukkan terdapat titik batuan besar dengan potensi bencana tinggi kedepannya. Salah satu titik rawan yang rencananya akan dilakukan peledakan adalah di Batu Tasangkuik di Sungai Pua, Kabupaten Agam.

BACA JUGA:
BNPB-PVMBG Pantau Sedimen di Alur Lahar dan Hulu Sungai Kawasan Marapi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu, Sekda Agam mengatakan jika masyarakat setempat setuju dan tidak mempermasalahkan rencana peledakan batu tersebut karena demi kepentingan bersama.

&amp;ldquo;Kegiatan peledakan batu sisa material Gunungapi Marapi ini rencana akan dilaksanan pada minggu depan,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
