<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Desa di Kabupaten Pringsewu Kebanjiran, 125 KK Terdampak</title><description>Sebanyak 4 desa dari Kabupaten Pringsewu, Lampung terendam banjir, setelah hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak"/><item><title>4 Desa di Kabupaten Pringsewu Kebanjiran, 125 KK Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak</guid><pubDate>Sabtu 25 Mei 2024 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak-sWKeRZijAG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Empat desa di Kabupaten Pringsewu kebanjiran (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/25/340/3013044/4-desa-di-kabupaten-pringsewu-kebanjiran-125-kk-terdampak-sWKeRZijAG.jpg</image><title>Empat desa di Kabupaten Pringsewu kebanjiran (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 4 desa dari Kabupaten Pringsewu, Lampung terendam banjir, setelah hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama mengguyur sebagian wilayah Pringsewu sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Way Tebu, pada Jumat 24 Mei 2024 malam, ditambah kiriman air dari wilayah hulu yakni di Desa Way Ngison, Kecamatan Pringsewu.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (25/5/2024) pukul 12.27 WIB, empat desa yang terendam banjir tersebut di antaranya Desa Jati Agung dan Desa Margodadi di kecamatan Ambarawa serta Desa Margakaya dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Pringsewu.


BACA JUGA:
Akhir Pekan, Jokowi Ajak Anak-Cucu Wisata di Candi Borobudur


Sebagai respon cepat dari banjir tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu bersama unsur TNI dan Polri, serta instansi terkait berupaya turun ke desa terdampak guna melakukan penanganan darurat berupa kaji cepat, pendataan, dan evakuasi warga.

&quot;Tercatat warga terdampak dari banjir ini berjumlah 125 kepala keluarga (KK) dengan kerugian materil 125 unit rumah terendam banjir. Dari laporan visual yang diterima, tinggi muka air yang merendam rumah warga mencapai 20 hingga 100 sentimeter,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya.


BACA JUGA:
BPBD : Banjir Rendam Pejaten Timur Sejak Dini Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Saat ini banjir sudah berangsur surut, warga bersama tim gabungan yang dikoordinir oleh BPBD Kabupaten Pringsewu mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum dari sisa lumpur dan sampah. Meski demikian, tim BPBD setempat masih bersiaga di desa terdampak guna mengantisipasi potensi banjir susulan yang masih terjadi menyusul prakiraan cuaca di wilayah Lampung yang masih berpotensi hujan lebat.

Selain itu, tim BPBD masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk persiapan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak.
Guna meminimalisir dampak yang terjadi akibat bencana susulan, BNPB juga mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah setempat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi salah satunya melakukan pembersihan drainase dan saluran air di permukiman agar dilakukan secara berkala.

Monitoring sungai dan pembersihan material sampah yang dapat menyumbat aliran agar dilakukan sesering mungkin untuk memaksimalkan daya tampung debit air sungai.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 4 desa dari Kabupaten Pringsewu, Lampung terendam banjir, setelah hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi cukup lama mengguyur sebagian wilayah Pringsewu sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Way Tebu, pada Jumat 24 Mei 2024 malam, ditambah kiriman air dari wilayah hulu yakni di Desa Way Ngison, Kecamatan Pringsewu.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (25/5/2024) pukul 12.27 WIB, empat desa yang terendam banjir tersebut di antaranya Desa Jati Agung dan Desa Margodadi di kecamatan Ambarawa serta Desa Margakaya dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Pringsewu.


BACA JUGA:
Akhir Pekan, Jokowi Ajak Anak-Cucu Wisata di Candi Borobudur


Sebagai respon cepat dari banjir tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu bersama unsur TNI dan Polri, serta instansi terkait berupaya turun ke desa terdampak guna melakukan penanganan darurat berupa kaji cepat, pendataan, dan evakuasi warga.

&quot;Tercatat warga terdampak dari banjir ini berjumlah 125 kepala keluarga (KK) dengan kerugian materil 125 unit rumah terendam banjir. Dari laporan visual yang diterima, tinggi muka air yang merendam rumah warga mencapai 20 hingga 100 sentimeter,&quot; ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya.


BACA JUGA:
BPBD : Banjir Rendam Pejaten Timur Sejak Dini Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Saat ini banjir sudah berangsur surut, warga bersama tim gabungan yang dikoordinir oleh BPBD Kabupaten Pringsewu mulai membersihkan rumah dan fasilitas umum dari sisa lumpur dan sampah. Meski demikian, tim BPBD setempat masih bersiaga di desa terdampak guna mengantisipasi potensi banjir susulan yang masih terjadi menyusul prakiraan cuaca di wilayah Lampung yang masih berpotensi hujan lebat.

Selain itu, tim BPBD masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk persiapan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak.
Guna meminimalisir dampak yang terjadi akibat bencana susulan, BNPB juga mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah setempat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi salah satunya melakukan pembersihan drainase dan saluran air di permukiman agar dilakukan secara berkala.

Monitoring sungai dan pembersihan material sampah yang dapat menyumbat aliran agar dilakukan sesering mungkin untuk memaksimalkan daya tampung debit air sungai.</content:encoded></item></channel></rss>
