<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Deras Berakibat Longsor dan Banjir di Lampung, Ini Penjelasan BMKG      </title><description>BMKG Lampung mengungkapkan, berdasarkan citra satelit terdapat 4 sel awan konvektif yang terbentuk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Hujan Deras Berakibat Longsor dan Banjir di Lampung, Ini Penjelasan BMKG      </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2024 02:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/26/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg-YE4gcpPJSo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir dan longsor terjadi di Lampung. (Foto: Basarnas Lampung)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/26/340/3013450/hujan-deras-berakibat-longsor-dan-banjir-di-lampung-ini-penjelasan-bmkg-YE4gcpPJSo.jpg</image><title>Banjir dan longsor terjadi di Lampung. (Foto: Basarnas Lampung)</title></images><description>TANGGAMUS - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan lebat yang menyebabkan banjir hingga tanah longsor di sejumlah wilayah di Lampung pada Jumat (24/4/2024) kemarin akibat terbentuknya awan cumulonimbus.&amp;nbsp;

Dalam keterangan resminya, Minggu (26/5/2024), BMKG Lampung mengungkapkan, berdasarkan citra satelit terdapat 4 sel awan konvektif yang terbentuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat di Jabodetabek

Pertama dari arah Sumatra Selatan, kedua di wilayah Kota Agung, ketiga di wilayah Pesisir Barat, dan keempat di wilayah Lampung Selatan.&amp;nbsp;

BMKG menjelaskan, pertumbuhan keempat sel awan ini tidak serentak, diawali dengan sel awan pertama dan ketiga pada siang dan sore hari, lalu sel awan kedua dan keempat pada malam hari. Pada akhirnya keempat sel awan ini bersatu pada malam hari hingga terjadilah hujan sangat lebat.&amp;nbsp;

Wilayah paling terdampak adalah wilayah Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat bagian selatan, Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Kabupaten Pesawaran.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Raja Ampat Diguncang Gempa, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami&amp;nbsp;
Berdasarkan Rapid Developing Cumulus Area (RDCA) memperlihatkan awan cumulonimbus telah berada di wilayah barat dan utara Lampung pada siang dan sore hari, sedangkan di wilayah Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran baru terdampak awan cumulonimbus pada malam hingga dini hari.&amp;nbsp;

Sementara itu berdasarkan citra dari Cloud Type terlihat jelas bahwa awan konvektif yang menyebabkan banjir dan longsor pada tanggal 24 Mei 2024 merupakan awan cumulonimbus.

</description><content:encoded>TANGGAMUS - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan lebat yang menyebabkan banjir hingga tanah longsor di sejumlah wilayah di Lampung pada Jumat (24/4/2024) kemarin akibat terbentuknya awan cumulonimbus.&amp;nbsp;

Dalam keterangan resminya, Minggu (26/5/2024), BMKG Lampung mengungkapkan, berdasarkan citra satelit terdapat 4 sel awan konvektif yang terbentuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat di Jabodetabek

Pertama dari arah Sumatra Selatan, kedua di wilayah Kota Agung, ketiga di wilayah Pesisir Barat, dan keempat di wilayah Lampung Selatan.&amp;nbsp;

BMKG menjelaskan, pertumbuhan keempat sel awan ini tidak serentak, diawali dengan sel awan pertama dan ketiga pada siang dan sore hari, lalu sel awan kedua dan keempat pada malam hari. Pada akhirnya keempat sel awan ini bersatu pada malam hari hingga terjadilah hujan sangat lebat.&amp;nbsp;

Wilayah paling terdampak adalah wilayah Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat bagian selatan, Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Kabupaten Pesawaran.&amp;nbsp;

BACA JUGA:


Raja Ampat Diguncang Gempa, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami&amp;nbsp;
Berdasarkan Rapid Developing Cumulus Area (RDCA) memperlihatkan awan cumulonimbus telah berada di wilayah barat dan utara Lampung pada siang dan sore hari, sedangkan di wilayah Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran baru terdampak awan cumulonimbus pada malam hingga dini hari.&amp;nbsp;

Sementara itu berdasarkan citra dari Cloud Type terlihat jelas bahwa awan konvektif yang menyebabkan banjir dan longsor pada tanggal 24 Mei 2024 merupakan awan cumulonimbus.

</content:encoded></item></channel></rss>
