<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Motif Guru Ngaji di Lampung Cabuli Muridnya</title><description>&quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan pencabulan untuk mencari kepuasan sendiri,&quot; ujar Juherdi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya"/><item><title>Polisi Ungkap Motif Guru Ngaji di Lampung Cabuli Muridnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2024 23:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya-KcvAA6ziMZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oknum guru ngaji di Lampung Barat cabuli muridnya (Foto: dok polisi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/27/340/3013920/polisi-ungkap-motif-guru-ngaji-di-lampung-cabuli-muridnya-KcvAA6ziMZ.jpg</image><title>Oknum guru ngaji di Lampung Barat cabuli muridnya (Foto: dok polisi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNS8xLzE4MDAwMi81L3g4eGczcXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LAMPUNG BARAT - Oknum guru ngaji berinisial BS (50) di Lampung Barat melakukan pencabulan terhadap anak muridnya untuk kepuasan nafsu.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi Sumandi saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).
&quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan pencabulan untuk mencari kepuasan sendiri,&quot; ujar Juherdi.
Juherdi menuturkan, saat hendak melakukan perbuatan asusila, pelaku BS kerap mengancam para korban.

BACA JUGA:
Pelaku Pencabulan Anak Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga di Cianjur, Video Penangkapannya Viral

&quot;Jadi pas udah dipertontonkan video porno, anak-anak ini kan disuruh praktekin, kalo nggak mau nanti disabet menggunakan rotan petunjuk ngaji. Dia kan guru ngajinya, jadi korban ini takut,&quot; ungkapnya.
Juherdi melanjutkan, perbuatan bejat yang dilakukan oleh oknum guru ngaji terhadap anak muridnya tersebut telah berlangsung sejak tahun 2023.

BACA JUGA:
Ivan Gunawan Minta Maaf Soal Candaan Kasus Pencabulan Saipul Jamil

&quot;Sejak tahun 2023, tapi ini masih terus kami lakukan pemeriksaan dan pendalaman, termasuk jumlah korban itu masih kami dalami,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, seorang oknum guru ngaji di Lampung Barat diamankan Polisi lantaran melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri.

Oknum guru ngaji berinisial BS warga Way Petai, Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat tersebut ditangkap pada Sabtu (25/5/2024) sekitar pukul 01.00 dinihari.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi Sumandi mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/39/V/2024/SPKT/Polres Lampung Barat/Polda Lampung tertanggal 24 Mei 2024.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 76E Jo pasal 82 Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maximal 15 tahun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yNS8xLzE4MDAwMi81L3g4eGczcXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LAMPUNG BARAT - Oknum guru ngaji berinisial BS (50) di Lampung Barat melakukan pencabulan terhadap anak muridnya untuk kepuasan nafsu.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi Sumandi saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).
&quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku melakukan pencabulan untuk mencari kepuasan sendiri,&quot; ujar Juherdi.
Juherdi menuturkan, saat hendak melakukan perbuatan asusila, pelaku BS kerap mengancam para korban.

BACA JUGA:
Pelaku Pencabulan Anak Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga di Cianjur, Video Penangkapannya Viral

&quot;Jadi pas udah dipertontonkan video porno, anak-anak ini kan disuruh praktekin, kalo nggak mau nanti disabet menggunakan rotan petunjuk ngaji. Dia kan guru ngajinya, jadi korban ini takut,&quot; ungkapnya.
Juherdi melanjutkan, perbuatan bejat yang dilakukan oleh oknum guru ngaji terhadap anak muridnya tersebut telah berlangsung sejak tahun 2023.

BACA JUGA:
Ivan Gunawan Minta Maaf Soal Candaan Kasus Pencabulan Saipul Jamil

&quot;Sejak tahun 2023, tapi ini masih terus kami lakukan pemeriksaan dan pendalaman, termasuk jumlah korban itu masih kami dalami,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, seorang oknum guru ngaji di Lampung Barat diamankan Polisi lantaran melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri.

Oknum guru ngaji berinisial BS warga Way Petai, Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat tersebut ditangkap pada Sabtu (25/5/2024) sekitar pukul 01.00 dinihari.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi Sumandi mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/39/V/2024/SPKT/Polres Lampung Barat/Polda Lampung tertanggal 24 Mei 2024.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 76E Jo pasal 82 Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maximal 15 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
