<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluh Kesah Warga soal Potongan Gaji untuk Tapera</title><description>Warga di Jakarta Selatan menanggapi pula tentang juran wajib untuk Tapera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera"/><item><title>Keluh Kesah Warga soal Potongan Gaji untuk Tapera</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2024 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera-6X7GtXuefj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga keluhkan potongan gaji untuk Tapera (Foto: Ari Sandita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/28/337/3014159/keluh-kesah-warga-soal-potongan-gaji-untuk-tapera-6X7GtXuefj.jpg</image><title>Warga keluhkan potongan gaji untuk Tapera (Foto: Ari Sandita)</title></images><description>JAKARTA - Iuran wajib Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dikenakan pada para pekerja, termasuk pekerja swasta menjadi topik panas di kalangan masyarakat. Warga di Jakarta Selatan pun menanggapi pula tentang juran wajib tersebut.

Warga Setiabudi, Indah mengatakan, pemotongan wajib untuk iuran Tapera yang bakal dikenakan pada pekerja swasta itu sejatinya dinilai memberatkan. Pasalnya, telah banyak potongan yang dikenakan pada gajinya saja selama ini kala bekerja sebagai admin di sebuah perusahaan swasta.

&quot;Aduh gaji saya kan UMR yah, kalau kena potong lagi kayaknya berat juga yah meskipun cuma 3 persen, tapi tetap terasa,&quot; ujarnya saat berbincang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
Tok, RUU TNI dan RUU Polri Diputuskan Jadi Inisiatif DPR


Sementara itu, mahasiswi yang tinggal kawasan Bangka, Mampang, Rifka menerangkan, seharusnya pemerintah mengkaji ulang kebijakan tentang iuran Tapera yang dikenakan pada pekerja swasta. Apalagi, iuran tersebut sifatnya wajib, yang mana gaji karyawan swasta langsung otomatis terpotong begitu saja.

&quot;Mungkin itu kan tidak seperti kebutuhan primer yah, tidak seperti kesehatan dan ketenagakerjaan, mungkin dikhususkan untuk yang butuh saja gitu loh, tak semua dipotong diwajibkan begitu sih,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Resahkan Warga, Polisi Bakal Tindak Penjual Tramadol Berkedok Toko Kosmetik di Depok


Ia menambahkan, tak semua pekerja pun memiliki kebutuhan akan rumah lantaran setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing yang diinginkan. Maka itu, ada baiknya jika iuran Tapera sifatnya hanya sukarela saja atau yang benar-benar membutuhkan.

&quot;Kan mungkin prioritasnya sudah beda yah, kalau semuanya disamaratakan mungkin gimana yah, mungkin lebih ke sukarela saja arahnya,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Iuran wajib Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dikenakan pada para pekerja, termasuk pekerja swasta menjadi topik panas di kalangan masyarakat. Warga di Jakarta Selatan pun menanggapi pula tentang juran wajib tersebut.

Warga Setiabudi, Indah mengatakan, pemotongan wajib untuk iuran Tapera yang bakal dikenakan pada pekerja swasta itu sejatinya dinilai memberatkan. Pasalnya, telah banyak potongan yang dikenakan pada gajinya saja selama ini kala bekerja sebagai admin di sebuah perusahaan swasta.

&quot;Aduh gaji saya kan UMR yah, kalau kena potong lagi kayaknya berat juga yah meskipun cuma 3 persen, tapi tetap terasa,&quot; ujarnya saat berbincang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
Tok, RUU TNI dan RUU Polri Diputuskan Jadi Inisiatif DPR


Sementara itu, mahasiswi yang tinggal kawasan Bangka, Mampang, Rifka menerangkan, seharusnya pemerintah mengkaji ulang kebijakan tentang iuran Tapera yang dikenakan pada pekerja swasta. Apalagi, iuran tersebut sifatnya wajib, yang mana gaji karyawan swasta langsung otomatis terpotong begitu saja.

&quot;Mungkin itu kan tidak seperti kebutuhan primer yah, tidak seperti kesehatan dan ketenagakerjaan, mungkin dikhususkan untuk yang butuh saja gitu loh, tak semua dipotong diwajibkan begitu sih,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Resahkan Warga, Polisi Bakal Tindak Penjual Tramadol Berkedok Toko Kosmetik di Depok


Ia menambahkan, tak semua pekerja pun memiliki kebutuhan akan rumah lantaran setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing yang diinginkan. Maka itu, ada baiknya jika iuran Tapera sifatnya hanya sukarela saja atau yang benar-benar membutuhkan.

&quot;Kan mungkin prioritasnya sudah beda yah, kalau semuanya disamaratakan mungkin gimana yah, mungkin lebih ke sukarela saja arahnya,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
