<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jadi Sorotan Publik, Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Diminta Diusut Tuntas</title><description>Menurut dia, apa yang berkembang saat ini akan berguna dan menjadi suplemen bagi pihak kepolisian</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas"/><item><title>   Jadi Sorotan Publik, Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Diminta Diusut Tuntas</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2024 21:56 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas-TM6HUE1eY1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Pol (Purn) Yosepha Sri Suari (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/28/337/3014416/jadi-sorotan-publik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-diminta-diusut-tuntas-TM6HUE1eY1.jpg</image><title>Brigjen Pol (Purn) Yosepha Sri Suari (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE4OC81L3g4ejgwbDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Praktisi kepolisian, Brigjen Pol (Purn) Yosepha Sri Suari menyebut tabir misteri kasus pembunuhan Vina Cirebon yang belakangan menjadi sorotan publik, harus menjadi cambuk bagi pihak kepolisian Jawa Barat dalam mengungkap kasus ini secara tuntas.
Menurut dia, apa yang berkembang saat ini akan berguna dan menjadi suplemen bagi pihak kepolisian untuk lebih memacu dirinya untuk menyidik kasus ini secara paripurna.
&quot;Saya katakan paripurna mengapa? Karena tekanan publik, ruang kecurigaan publik begitu besar. Jadi justru menjadi cambuk bagi pihak kepolisian,&quot; kata Yosepha dalam program dialog spesial Rakyat Bersuara yang disiarkan secara langsung iNews, Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
Kasus Vina Cirebon Terungkit Kembali Setelah 8 Tahun, Kriminolog: Pengadilan Harus Terbuka!

Sebagai mantan penyidik Bareskrim Polri, dirinya meyakini apa yang menjadi kepercayaan diri yang ditunjukkan Polda Jabar dalam kasus ini lantaran mereka memegang bukti-bukti yang dapat membuktikan atau yang menghubungkan Pegi Setiawan, salah satu DPO yang berhasil ditangkap dengan kasus kematian Vina ini.

BACA JUGA:
Pengakuan Ibunda Pegi soal Posisi Anaknya saat Malam Pembunuhan Vina Cirebon

&quot;Kalau pun toh dugaan sebagian kita, bahwa terjadi kesalahan dan sebagainya, tidak mungkin kalau terjadi kesalahan akan diteruskan dengan kesalahan, saya meyakini itu. Karena yang mengambil instansi atas, kalau toh benar. Nanti kita lihat ajang pembuktiannya,&quot; ujarnya.Yosepha kembali memandang bahwa jika ada proses yang salah dilakukan oleh pihak penyidik Polda Jabar sebagaimana disuarakan publik, maka hal itu justru akan menjadi tugas berat bagi penyidik untuk meyakinkan dalam proses pembuktiannya.

&quot;Nah oleh karena itu, jujur saya sangat menikmati, mensyukuri, situasi ini akan menjadi ajang pembuktian apakah profesionalisme Polri itu semakin meningkat atau berjalan mundur,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE4OC81L3g4ejgwbDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Praktisi kepolisian, Brigjen Pol (Purn) Yosepha Sri Suari menyebut tabir misteri kasus pembunuhan Vina Cirebon yang belakangan menjadi sorotan publik, harus menjadi cambuk bagi pihak kepolisian Jawa Barat dalam mengungkap kasus ini secara tuntas.
Menurut dia, apa yang berkembang saat ini akan berguna dan menjadi suplemen bagi pihak kepolisian untuk lebih memacu dirinya untuk menyidik kasus ini secara paripurna.
&quot;Saya katakan paripurna mengapa? Karena tekanan publik, ruang kecurigaan publik begitu besar. Jadi justru menjadi cambuk bagi pihak kepolisian,&quot; kata Yosepha dalam program dialog spesial Rakyat Bersuara yang disiarkan secara langsung iNews, Selasa (28/5/2024).

BACA JUGA:
Kasus Vina Cirebon Terungkit Kembali Setelah 8 Tahun, Kriminolog: Pengadilan Harus Terbuka!

Sebagai mantan penyidik Bareskrim Polri, dirinya meyakini apa yang menjadi kepercayaan diri yang ditunjukkan Polda Jabar dalam kasus ini lantaran mereka memegang bukti-bukti yang dapat membuktikan atau yang menghubungkan Pegi Setiawan, salah satu DPO yang berhasil ditangkap dengan kasus kematian Vina ini.

BACA JUGA:
Pengakuan Ibunda Pegi soal Posisi Anaknya saat Malam Pembunuhan Vina Cirebon

&quot;Kalau pun toh dugaan sebagian kita, bahwa terjadi kesalahan dan sebagainya, tidak mungkin kalau terjadi kesalahan akan diteruskan dengan kesalahan, saya meyakini itu. Karena yang mengambil instansi atas, kalau toh benar. Nanti kita lihat ajang pembuktiannya,&quot; ujarnya.Yosepha kembali memandang bahwa jika ada proses yang salah dilakukan oleh pihak penyidik Polda Jabar sebagaimana disuarakan publik, maka hal itu justru akan menjadi tugas berat bagi penyidik untuk meyakinkan dalam proses pembuktiannya.

&quot;Nah oleh karena itu, jujur saya sangat menikmati, mensyukuri, situasi ini akan menjadi ajang pembuktian apakah profesionalisme Polri itu semakin meningkat atau berjalan mundur,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
