<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pembangunan Harus Dilanjutkan   </title><description>Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pasti akan agenda-agenda pembangunan selanjutnya, tentunya ada harapan dan dinamika.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan"/><item><title> Wujudkan Indonesia Emas 2045, Pembangunan Harus Dilanjutkan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan</guid><pubDate>Rabu 29 Mei 2024 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan-Fv00SvwOZy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Publik Humas Polri (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/29/337/3014894/wujudkan-indonesia-emas-2045-pembangunan-harus-dilanjutkan-Fv00SvwOZy.jpg</image><title>Diskusi Publik Humas Polri (foto: dok MPI)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, usai penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2024, pasti akan agenda-agenda pembangunan selanjutnya, tentunya ada harapan dan dinamika.

Hal itu diungkapkan pesan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, yang disampaikan Brigjen Trunoyudo dalam Dialog Publik Divisi Humas Polri, di Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/5/2024).

&quot;Dialog ini akan memperkuat persatuan bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,&quot; kata Trunoyudo dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Songsong Indonesia Emas, Relawan Bakal Kawal Semua Program Prabowo-Gibran

Sementara itu, Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brojonegoro menyampaikan ada beberapa syarat yang harus dilalui Indonesia untuk menjadi negara maju. Ia menyebut, income perkapita harus setara 14 ribu - 15 ribu dollar AS, gini ratio di bawah 0,3%, dan tingkat kemiskinan 1%.

&quot;Kalau income perkapita 15 ribu dollar AS tapi ketimpangan tinggi, dan tingkat kemiskinan melebihi 2 persen itu bukan negara maju,&quot; ungkap Bambang.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi RI itu, Indonesia punya peluang emas menjadi negara maju seperti dulu diraih Jepang dan Korsel, karena ada bonus demografi. Persoalannya bagaimana strategi pemerintah dalam memanfaatkan bonus tersebut.

BACA JUGA:
SDM Jadi Tantangan Indonesia Emas 2045, Kemenpora Harap Kreatifitas dan Inovasi Pemuda Tak Mati

Ia pun mendukung langkah pemerintah melakukan hilirisasi sumber daya alam, sehingga memberikan peluang berkembangnya industri manufaktur sebagaimana dulu dilakukan oleh Jepang dan Korsel.

Namun Bambang mengingatkan, jangan berpikir mewujudkan Indonesia Emas itu proyek 5 tahunan, karena masih 20 tahun lagi. Karena itu, ia menegaskan perlunya kesinambungan pembangunan siapapun pemimpinnya.



&quot;Jangan setiap pemimpin baru ingin merombak kebijakan mulai dari awal, ini seolah-olah pemerintah sebelumnya tidak melakukan apapun,&quot; tutur Bambang.



Lalu, Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Chairil Abdini menambahkan, guna mewujudkan kesinambungan pembangunan Bappenas telah menyerahkan konsep RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) 2024-2045 ke DPR agar disahkan menjadi Undang-Undang.



&quot;Kalau sudah menjadi Undang-Undang siapapun pemimpinnya harus melaksanakan,&quot; tukas Chairil.



Operasi Cooling System
&amp;nbsp;






Karo Binopsnal Baharkam Polri, Brigjen Erwin Kurniawan mengaku, bersyukur karena dibanding Pilpres sebelumnya residu politik yang ditimbulkan dalam Pilpres 2024 cenderung rendah. Namun demikian, untuk mendukung kesinambungan pembangunan Polri melakukan cooling system untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa.







&quot;Dengan Nusantara Cooling System kita merangkul semua tokoh, dan juga melakukan patroli cyber untuk mencegah miskomunikasi yang merugikan,&quot; tutur Erwin.







Adapun pengurus Kadin Pusat, Handoko Santosa menambahkan pentingnya belanja rumah tangga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.







Menurut Handoko, belanja rumah tangga masih menjadi penopang ekonomi nasional. Ia meyakini kalau income perkapita bisa mencapai 14 - 15 ribu dollar AS, maka daya beli masyarakat aka meningkat, sehingga produksi manufaktur juga meningkat drastis.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, usai penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2024, pasti akan agenda-agenda pembangunan selanjutnya, tentunya ada harapan dan dinamika.

Hal itu diungkapkan pesan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, yang disampaikan Brigjen Trunoyudo dalam Dialog Publik Divisi Humas Polri, di Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/5/2024).

&quot;Dialog ini akan memperkuat persatuan bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,&quot; kata Trunoyudo dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Songsong Indonesia Emas, Relawan Bakal Kawal Semua Program Prabowo-Gibran

Sementara itu, Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brojonegoro menyampaikan ada beberapa syarat yang harus dilalui Indonesia untuk menjadi negara maju. Ia menyebut, income perkapita harus setara 14 ribu - 15 ribu dollar AS, gini ratio di bawah 0,3%, dan tingkat kemiskinan 1%.

&quot;Kalau income perkapita 15 ribu dollar AS tapi ketimpangan tinggi, dan tingkat kemiskinan melebihi 2 persen itu bukan negara maju,&quot; ungkap Bambang.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi RI itu, Indonesia punya peluang emas menjadi negara maju seperti dulu diraih Jepang dan Korsel, karena ada bonus demografi. Persoalannya bagaimana strategi pemerintah dalam memanfaatkan bonus tersebut.

BACA JUGA:
SDM Jadi Tantangan Indonesia Emas 2045, Kemenpora Harap Kreatifitas dan Inovasi Pemuda Tak Mati

Ia pun mendukung langkah pemerintah melakukan hilirisasi sumber daya alam, sehingga memberikan peluang berkembangnya industri manufaktur sebagaimana dulu dilakukan oleh Jepang dan Korsel.

Namun Bambang mengingatkan, jangan berpikir mewujudkan Indonesia Emas itu proyek 5 tahunan, karena masih 20 tahun lagi. Karena itu, ia menegaskan perlunya kesinambungan pembangunan siapapun pemimpinnya.



&quot;Jangan setiap pemimpin baru ingin merombak kebijakan mulai dari awal, ini seolah-olah pemerintah sebelumnya tidak melakukan apapun,&quot; tutur Bambang.



Lalu, Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Chairil Abdini menambahkan, guna mewujudkan kesinambungan pembangunan Bappenas telah menyerahkan konsep RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) 2024-2045 ke DPR agar disahkan menjadi Undang-Undang.



&quot;Kalau sudah menjadi Undang-Undang siapapun pemimpinnya harus melaksanakan,&quot; tukas Chairil.



Operasi Cooling System
&amp;nbsp;






Karo Binopsnal Baharkam Polri, Brigjen Erwin Kurniawan mengaku, bersyukur karena dibanding Pilpres sebelumnya residu politik yang ditimbulkan dalam Pilpres 2024 cenderung rendah. Namun demikian, untuk mendukung kesinambungan pembangunan Polri melakukan cooling system untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa.







&quot;Dengan Nusantara Cooling System kita merangkul semua tokoh, dan juga melakukan patroli cyber untuk mencegah miskomunikasi yang merugikan,&quot; tutur Erwin.







Adapun pengurus Kadin Pusat, Handoko Santosa menambahkan pentingnya belanja rumah tangga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.







Menurut Handoko, belanja rumah tangga masih menjadi penopang ekonomi nasional. Ia meyakini kalau income perkapita bisa mencapai 14 - 15 ribu dollar AS, maka daya beli masyarakat aka meningkat, sehingga produksi manufaktur juga meningkat drastis.</content:encoded></item></channel></rss>
