<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Poin RUU Bisa Batasi hingga Blokir Konten Publik, Ini Respons Polri</title><description>Salah satu poin dalam RUU tersebut adalah soal kewenangan baru Polri untuk pemblokiran konten di ruang siber.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri"/><item><title>Poin RUU Bisa Batasi hingga Blokir Konten Publik, Ini Respons Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri</guid><pubDate>Kamis 30 Mei 2024 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri-Rs6Cjh9dhZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/30/337/3015220/poin-ruu-bisa-batasi-hingga-blokir-konten-publik-ini-respons-polri-Rs6Cjh9dhZ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Polri buka suara soal salah satu poin dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Salah satu poin dalam RUU tersebut adalah soal kewenangan baru Polri untuk pemblokiran konten di ruang siber yang diatur dalam Pasal 16 huruf Ayat (1) Huruf q RUU Polri.


BACA JUGA:
Draf RUU Polri, Batas Usia Pensiun Naik Jadi 60-65 Tahun


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, belum mendapatkan informasi lengkap mengenai RUU tersebut.

&quot;Jadi perlu ditegaskan saat ini masih dibahas, bahasannya seperti apa kita juga belum dapat informasi lengkap,&quot; kata Sandi saat konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2024).

&quot;Nanti kita tunggu sampai kita dapat bahannya lengkap apa yang disetujui apa yang tidak disetujui nanti kita kasih informasi lengkap ke teman-teman sekalian,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Pria Asal Sumenep Jual Video Porno Anak Seharga Rp200 Ribu


Sandi menjelaskan, UU Kepolisian mengatur tentang struktur dan kinerja kepolisian secara umum. Menurutnya, urusan menurunkan konten merupakan kewenangan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo).

&quot;Dan aturan-aturannya sudah ada, kalau untuk masalah me-take down sudah ada tugasnya Menkominfo,&quot; katanya.Lebih lanjut, Sandi mengatakan RUU Polri masih dalam tahap pembahasan di DPR RI. Dia pun berharap nantinya RUU Polri tersebut dapat bermanfaat.

&quot;Mudah-mudahan hal tersebut bisa menjadi manfaat bagi Kepolisian bisa bekerja lebih baik ke depan terutama dengan tambahnya usia pensiun berarti usia untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara juga semakin bertambah,&quot; ucapnya.

&quot;Hal tersebut bisa memotivasi kami dari kepolisian untuk bekerja lebih baik lagi dan lebih bermanfaat tentunya,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Polri buka suara soal salah satu poin dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Salah satu poin dalam RUU tersebut adalah soal kewenangan baru Polri untuk pemblokiran konten di ruang siber yang diatur dalam Pasal 16 huruf Ayat (1) Huruf q RUU Polri.


BACA JUGA:
Draf RUU Polri, Batas Usia Pensiun Naik Jadi 60-65 Tahun


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, belum mendapatkan informasi lengkap mengenai RUU tersebut.

&quot;Jadi perlu ditegaskan saat ini masih dibahas, bahasannya seperti apa kita juga belum dapat informasi lengkap,&quot; kata Sandi saat konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2024).

&quot;Nanti kita tunggu sampai kita dapat bahannya lengkap apa yang disetujui apa yang tidak disetujui nanti kita kasih informasi lengkap ke teman-teman sekalian,&quot; sambungnya.


BACA JUGA:
Pria Asal Sumenep Jual Video Porno Anak Seharga Rp200 Ribu


Sandi menjelaskan, UU Kepolisian mengatur tentang struktur dan kinerja kepolisian secara umum. Menurutnya, urusan menurunkan konten merupakan kewenangan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo).

&quot;Dan aturan-aturannya sudah ada, kalau untuk masalah me-take down sudah ada tugasnya Menkominfo,&quot; katanya.Lebih lanjut, Sandi mengatakan RUU Polri masih dalam tahap pembahasan di DPR RI. Dia pun berharap nantinya RUU Polri tersebut dapat bermanfaat.

&quot;Mudah-mudahan hal tersebut bisa menjadi manfaat bagi Kepolisian bisa bekerja lebih baik ke depan terutama dengan tambahnya usia pensiun berarti usia untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara juga semakin bertambah,&quot; ucapnya.

&quot;Hal tersebut bisa memotivasi kami dari kepolisian untuk bekerja lebih baik lagi dan lebih bermanfaat tentunya,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
