<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mabes Polri Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi ke Magelang dan Gunung Kidul untuk Petani</title><description>Pemantauan itu penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani"/><item><title>   Mabes Polri Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi ke Magelang dan Gunung Kidul untuk Petani</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani-JMjE4LGX1F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polri pantau peredaran pupuk bersubsidi </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/337/3015486/mabes-polri-pastikan-penyaluran-pupuk-subsidi-ke-magelang-dan-gunung-kidul-untuk-petani-JMjE4LGX1F.jpg</image><title>Polri pantau peredaran pupuk bersubsidi </title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Yudi Purnomo Harahap menegaskan, timnya akan memantau penyaluran pupuk subsidi ke Kabupaten Magelang dan Kabupaten Gunung Kidul.
&quot;Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 28-31 Mei 2024. Tim terdiri dari Hotman Tambunan selaku Ketua Tim, Herbert Nababan selalu Wakil Ketua Tim, dengan beranggotakan Yudi Purnomo Harahap, Yulia Anastasia Fuada, Waldy Gagantika dan Wahyu,&quot; katanya kepada wartawan, Jumat (31/5/2024).
Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini mengatakan, pemantauan itu penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan

&quot;Yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara serta memastikan petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi benar benar mendapatkannya tepat waktu sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi isu kelangkaan pupuk lagi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Pabrik Tertua Pupuk Mulai Diperbaiki

Di sisi lain, Wakil Ketua Tim, Herbert Nababan  telah memimpin langsung pertemuan antara Satgassus, Kementerian Pertanian dengan  Bupati Gunung Kidul dan Pj Bupati Magelang beserta jajaran termasuk dihadiri juga dari pihak PT Pupuk Indonesia, Distributor Pupuk dan Kelompok Petani.Dalam pertemuan tersebut Herbert Nababan menekankan bahwa jangan sampai ada penyelewengan terhadap penggunaan pupuk subsidi dan distribusi harus lancar sampai ke petani yang berhak.

&quot;Selain itu Satgassus juga memonitoring tindak lanjut Pemkab dalam melakukan perubahan alokasi pascapenambahan kuota pupuk subsidi dari 4,7 ton menjadi 9,5 juta ton,&quot; katanya.

&quot;Sehingga Pemda diharapkan bekerjasama dengan segenap unsur forkompimda untuk mensosialisasikan dan menyampaikan informasi langsung kepada para petani di wilayahnya, bahwa alokasi pupuk petani bersubsidi telah bertambah dan petani sudah bisa melakukan penebusan, sehingga penambahan alokasi pupuk yg diberikan pemerintah memberi dampak kepada petani,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Yudi Purnomo Harahap menegaskan, timnya akan memantau penyaluran pupuk subsidi ke Kabupaten Magelang dan Kabupaten Gunung Kidul.
&quot;Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 28-31 Mei 2024. Tim terdiri dari Hotman Tambunan selaku Ketua Tim, Herbert Nababan selalu Wakil Ketua Tim, dengan beranggotakan Yudi Purnomo Harahap, Yulia Anastasia Fuada, Waldy Gagantika dan Wahyu,&quot; katanya kepada wartawan, Jumat (31/5/2024).
Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini mengatakan, pemantauan itu penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan

&quot;Yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara serta memastikan petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi benar benar mendapatkannya tepat waktu sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi isu kelangkaan pupuk lagi,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Pabrik Tertua Pupuk Mulai Diperbaiki

Di sisi lain, Wakil Ketua Tim, Herbert Nababan  telah memimpin langsung pertemuan antara Satgassus, Kementerian Pertanian dengan  Bupati Gunung Kidul dan Pj Bupati Magelang beserta jajaran termasuk dihadiri juga dari pihak PT Pupuk Indonesia, Distributor Pupuk dan Kelompok Petani.Dalam pertemuan tersebut Herbert Nababan menekankan bahwa jangan sampai ada penyelewengan terhadap penggunaan pupuk subsidi dan distribusi harus lancar sampai ke petani yang berhak.

&quot;Selain itu Satgassus juga memonitoring tindak lanjut Pemkab dalam melakukan perubahan alokasi pascapenambahan kuota pupuk subsidi dari 4,7 ton menjadi 9,5 juta ton,&quot; katanya.

&quot;Sehingga Pemda diharapkan bekerjasama dengan segenap unsur forkompimda untuk mensosialisasikan dan menyampaikan informasi langsung kepada para petani di wilayahnya, bahwa alokasi pupuk petani bersubsidi telah bertambah dan petani sudah bisa melakukan penebusan, sehingga penambahan alokasi pupuk yg diberikan pemerintah memberi dampak kepada petani,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
