<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gempa M5,4 Guncang Talaud, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina</title><description>Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina"/><item><title>   Gempa M5,4 Guncang Talaud, BMKG: Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina-DmOCkfP0Ad.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/340/3015434/gempa-m5-4-guncang-talaud-bmkg-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina-DmOCkfP0Ad.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNi8xLzE4MDc1Ni81L3g4eWtxbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa kekuatan M5,4 mengguncang Laut Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Jumat 31 Mei 2024 pukul 05.54.38 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,45&amp;deg; LU ; 126,14&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 53 km.

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Lempeng Laut Filipina,&quot; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Breaking News: Gempa M5,4 Guncang Melonguane Sulut Pagi Ini

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG: Gempa M5,1 di Morowali Akibat Aktivitas Sesar Matano Segmen Geresa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Miangas, Kepulauan Talaud, daerah Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 06.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).



Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; imbaunya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xNi8xLzE4MDc1Ni81L3g4eWtxbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa kekuatan M5,4 mengguncang Laut Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Jumat 31 Mei 2024 pukul 05.54.38 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,45&amp;deg; LU ; 126,14&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 53 km.

&quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Lempeng Laut Filipina,&quot; ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Breaking News: Gempa M5,4 Guncang Melonguane Sulut Pagi Ini

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG: Gempa M5,1 di Morowali Akibat Aktivitas Sesar Matano Segmen Geresa&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Miangas, Kepulauan Talaud, daerah Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 06.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).



Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.



&quot;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,&quot; imbaunya.

</content:encoded></item></channel></rss>
