<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 1 Km Pagi Ini</title><description>Jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini"/><item><title>   Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 1 Km Pagi Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini</guid><pubDate>Jum'at 31 Mei 2024 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini-8RQGdv7h0g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/31/510/3015461/gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km-pagi-ini-8RQGdv7h0g.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMC8xLzE4MTI1MS81L3g4emJ3ZTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi, Jumat (31/5/2024) pada pagi ini.
Jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.
&amp;ldquo;Terjadi Awanpanas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 31 Mei 2024 pukul 05.31 WIB dengan Amplitudo max 65 mm, durasi 109.76 detik, jarak luncur 1000 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng), angin bertiup ke arah Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&amp;rdquo; tulis BPPTKG.
Sedangkan dari pengamatan meteorologi, kondisi cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 17,4-19 derajat Celsius, kelembaban udara 65-94,5 persen, dan tekanan udara 873,8-918,2 mmHg.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Alami 8 Kali Guguran Lava Pijar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Secara visual gunung jelas, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 meter di atas puncak kawah. BPPTKG juga mencatat terjadi 16 kali gempa guguran dengan Amplitudo 3-19 mm, Durasi 17,6-133 detik.
Sedangkan gempa hybridfFase banyak dua kali dengan Amplitudo 2-11 mm, S-P : 0,3-0,4 detik, durasi 6,1-7 detik. Sedangkan gempa Vulkanik Dangkal 2 kali dnegan  Amplitudo 70-80 mm, Durasi : 10,9-13,3 detik).

BACA JUGA:
Viral Monyet Ekor Panjang Merapi Turun ke Permukiman Warga, Begini Faktanya

&amp;ldquo;Teramati 10 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter,&amp;rdquo; tulis BPPTKG.
Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap di level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8zMC8xLzE4MTI1MS81L3g4emJ3ZTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi, Jumat (31/5/2024) pada pagi ini.
Jarak luncur mencapai 1.000 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.
&amp;ldquo;Terjadi Awanpanas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 31 Mei 2024 pukul 05.31 WIB dengan Amplitudo max 65 mm, durasi 109.76 detik, jarak luncur 1000 m ke arah Barat Daya (Kali Bebeng), angin bertiup ke arah Timur. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,&amp;rdquo; tulis BPPTKG.
Sedangkan dari pengamatan meteorologi, kondisi cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 17,4-19 derajat Celsius, kelembaban udara 65-94,5 persen, dan tekanan udara 873,8-918,2 mmHg.

BACA JUGA:
Gunung Merapi Alami 8 Kali Guguran Lava Pijar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Secara visual gunung jelas, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 meter di atas puncak kawah. BPPTKG juga mencatat terjadi 16 kali gempa guguran dengan Amplitudo 3-19 mm, Durasi 17,6-133 detik.
Sedangkan gempa hybridfFase banyak dua kali dengan Amplitudo 2-11 mm, S-P : 0,3-0,4 detik, durasi 6,1-7 detik. Sedangkan gempa Vulkanik Dangkal 2 kali dnegan  Amplitudo 70-80 mm, Durasi : 10,9-13,3 detik).

BACA JUGA:
Viral Monyet Ekor Panjang Merapi Turun ke Permukiman Warga, Begini Faktanya

&amp;ldquo;Teramati 10 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter,&amp;rdquo; tulis BPPTKG.
Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap di level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.</content:encoded></item></channel></rss>
