<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Memaknai Peringatan Hari Pancasila dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan</title><description>Rommy menekankan bahwa persatuan tidak boleh berarti menolak perbedaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan"/><item><title>Memaknai Peringatan Hari Pancasila dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan</guid><pubDate>Minggu 02 Juni 2024 06:50 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan-MB8ZtbffN0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pancasila (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016207/memaknai-peringatan-hari-pancasila-dalam-bingkai-persatuan-dan-kesatuan-MB8ZtbffN0.jpg</image><title>Ilustrasi Pancasila (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>JAKARTA - Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Hari penting untuk mengingat dan menghargai dasar negara yang dirumuskan oleh Soekarno saat pengasingannya di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Pemerhati politik dan keamanan publik, Rommy Edward Pryambada mengungkapkan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya sekadar simbol persatuan. Baginya, seluruh rakyat Indonesia harus memahami dengan mendalam makna bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

BACA JUGA:
Harlah Pancasila, Anies : Mari Baca Kembali Pemikiran Bung Karno dan Pendiri Bangsa


Rommy menekankan bahwa persatuan tidak boleh berarti menolak perbedaan. Proses kelahiran Pancasila itu sendiri berasal dari diskusi kritis dan perdebatan yang konstruktif di antara para pemikir bangsa pada waktu itu.&amp;nbsp;
&quot;Saya kira kita harus belajar melihat proses tersebut, belajar menyikapi perbedaan dengan kedewasaan. Saat ini ada kecenderungan jika berbeda pendapat maka hal tersebut salah dan tidak dapat ditolerir,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA:
PBNU Tegaskan Tidak Ada Mandat Pengurus Respons Polemik Salam Lintas Agama


Rommy juga menyoroti bahwa nilai-nilai luhur Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa tampaknya mulai memudar. Ia berharap makna persatuan dan kesatuan tidak lagi digunakan untuk kepentingan politik kelompok atau individu tertentu, melainkan kembali kepada tujuan luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.


Peringatan Hari Lahir Pancasila dapat menjadi momen untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.



&quot;Saya berharap pemaknaan persatuan dan kesatuan tidak lagi bertujuan untuk kepentingan politik kelompok atau individu tertentu saja. Namun kembali pada tujuan cita-cita luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Hari penting untuk mengingat dan menghargai dasar negara yang dirumuskan oleh Soekarno saat pengasingannya di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Pemerhati politik dan keamanan publik, Rommy Edward Pryambada mengungkapkan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya sekadar simbol persatuan. Baginya, seluruh rakyat Indonesia harus memahami dengan mendalam makna bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

BACA JUGA:
Harlah Pancasila, Anies : Mari Baca Kembali Pemikiran Bung Karno dan Pendiri Bangsa


Rommy menekankan bahwa persatuan tidak boleh berarti menolak perbedaan. Proses kelahiran Pancasila itu sendiri berasal dari diskusi kritis dan perdebatan yang konstruktif di antara para pemikir bangsa pada waktu itu.&amp;nbsp;
&quot;Saya kira kita harus belajar melihat proses tersebut, belajar menyikapi perbedaan dengan kedewasaan. Saat ini ada kecenderungan jika berbeda pendapat maka hal tersebut salah dan tidak dapat ditolerir,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA:
PBNU Tegaskan Tidak Ada Mandat Pengurus Respons Polemik Salam Lintas Agama


Rommy juga menyoroti bahwa nilai-nilai luhur Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa tampaknya mulai memudar. Ia berharap makna persatuan dan kesatuan tidak lagi digunakan untuk kepentingan politik kelompok atau individu tertentu, melainkan kembali kepada tujuan luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.


Peringatan Hari Lahir Pancasila dapat menjadi momen untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.



&quot;Saya berharap pemaknaan persatuan dan kesatuan tidak lagi bertujuan untuk kepentingan politik kelompok atau individu tertentu saja. Namun kembali pada tujuan cita-cita luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
