<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Hoegeng, Kapolri Legendaris yang Kesulitan Ekonomi hingga Terpaksa Jual Rumah</title><description>Keterlibatannya dalam gerakan tersebut membuatnya dan rekan-rekannya dikenai sanksi oleh pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah"/><item><title>Kisah Hoegeng, Kapolri Legendaris yang Kesulitan Ekonomi hingga Terpaksa Jual Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah-pKNJgDrQHu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hoegeng Iman Santoso (Foto: Repro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016445/kisah-hoegeng-kapolri-legendaris-yang-kesulitan-ekonomi-hingga-terpaksa-jual-rumah-pKNJgDrQHu.jpg</image><title>Hoegeng Iman Santoso (Foto: Repro)</title></images><description>JAKARTA - Hoegeng Iman Santoso adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam gerakan Petisi 50, yang bertujuan untuk mereformasi politik di Indonesia. Namun, keterlibatannya dalam gerakan tersebut membuatnya dan rekan-rekannya dikenai sanksi oleh pemerintah.
Mereka mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk boikot ekonomi dan politik, serta larangan bepergian ke luar negeri. Mereka juga diawasi ketat oleh aparat intelijen.

BACA JUGA:
Buronan Chaowalit Kabur dari Thailand ke Indonesia Naik Speedboat 17 Jam

Meskipun menghadapi tekanan tersebut, Hoegeng, seorang pensiunan anggota Polri yang menjadi bagian penting dalam Petisi 50, tetap menjalani hidupnya dengan sederhana. Namun, kesulitan finansial di masa pensiunnya membuatnya harus menjual rumahnya di kawasan elite Menteng.
Rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal bagi Hoegeng dan keluarganya akhirnya dijual pada tahun 1998 kepada seorang pengusaha bernama Bambang Sujagad. Setelah menjual rumahnya, Hoegeng membagi hasil penjualannya kepada anak-anaknya.

BACA JUGA:
Kronologi Wanita di Parung Jadi Korban Percobaan Perkosaan saat Lari Pagi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bersama istrinya, Meri, mereka kemudian membangun rumah baru untuk masa tua mereka di Pesona Kahyangan, Depok, Jawa Barat, tempat di mana mereka menikmati masa pensiun mereka bersama keluarga.
Menurut cerita Bambang, Hoegeng tinggal di rumah lamanya selama setahun sambil menunggu pembangunan rumah baru mereka di Depok selesai. Bambang bahkan tidak mengenakan biaya sewa kepada Hoegeng selama dia tinggal di sana.

BACA JUGA:
Viral Tawuran Petasan di Jalur Rel Kereta Papanggo Tanjung Priok

Sebelum pensiun, Hoegeng mengembalikan mobil dinas, walkie-talkie, dan peralatan radio dan semua barang inventaris Kapolri ke Markas Besar Kepolisian (Mabak).</description><content:encoded>JAKARTA - Hoegeng Iman Santoso adalah salah satu tokoh yang terlibat dalam gerakan Petisi 50, yang bertujuan untuk mereformasi politik di Indonesia. Namun, keterlibatannya dalam gerakan tersebut membuatnya dan rekan-rekannya dikenai sanksi oleh pemerintah.
Mereka mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk boikot ekonomi dan politik, serta larangan bepergian ke luar negeri. Mereka juga diawasi ketat oleh aparat intelijen.

BACA JUGA:
Buronan Chaowalit Kabur dari Thailand ke Indonesia Naik Speedboat 17 Jam

Meskipun menghadapi tekanan tersebut, Hoegeng, seorang pensiunan anggota Polri yang menjadi bagian penting dalam Petisi 50, tetap menjalani hidupnya dengan sederhana. Namun, kesulitan finansial di masa pensiunnya membuatnya harus menjual rumahnya di kawasan elite Menteng.
Rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal bagi Hoegeng dan keluarganya akhirnya dijual pada tahun 1998 kepada seorang pengusaha bernama Bambang Sujagad. Setelah menjual rumahnya, Hoegeng membagi hasil penjualannya kepada anak-anaknya.

BACA JUGA:
Kronologi Wanita di Parung Jadi Korban Percobaan Perkosaan saat Lari Pagi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Bersama istrinya, Meri, mereka kemudian membangun rumah baru untuk masa tua mereka di Pesona Kahyangan, Depok, Jawa Barat, tempat di mana mereka menikmati masa pensiun mereka bersama keluarga.
Menurut cerita Bambang, Hoegeng tinggal di rumah lamanya selama setahun sambil menunggu pembangunan rumah baru mereka di Depok selesai. Bambang bahkan tidak mengenakan biaya sewa kepada Hoegeng selama dia tinggal di sana.

BACA JUGA:
Viral Tawuran Petasan di Jalur Rel Kereta Papanggo Tanjung Priok

Sebelum pensiun, Hoegeng mengembalikan mobil dinas, walkie-talkie, dan peralatan radio dan semua barang inventaris Kapolri ke Markas Besar Kepolisian (Mabak).</content:encoded></item></channel></rss>
