<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Slamet Riyadi, Pelopor Pembentukan Pasukan Khusus yang Gugur di Tangan Pemberontak</title><description>Terbentuknya Kopassus tak bisa dipisahkan dari serangkaian peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/03/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/03/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak"/><item><title>Slamet Riyadi, Pelopor Pembentukan Pasukan Khusus yang Gugur di Tangan Pemberontak</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/03/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/03/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak-lfZUmSwDzQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Slamet Riyadi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/02/337/3016443/slamet-riyadi-pelopor-pembentukan-pasukan-khusus-yang-gugur-di-tangan-pemberontak-lfZUmSwDzQ.jpg</image><title>Slamet Riyadi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Terbentuknya Kopassus tak bisa dipisahkan dari serangkaian peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pada Juli 1950, terjadi pemberontakan di Maluku yang dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri Republik Maluku Selatan (RMS).

BACA JUGA:
KPU DKI Serahkan Hasil Verifikasi Administrasi Calon Perseorangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Angkatan Perang RI segera bertindak untuk menumpas pemberontakan tersebut. Operasi ini dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium III, Kolonel A. E. Kawilarang, dengan Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasi.
Pengalaman dalam menumpas pemberontakan RMS menginspirasi Slamet Riyadi untuk memulai pembentukan suatu satuan yang dapat bergerak cepat dan efisien di medan yang sulit. Namun, Slamet Riyadi gugur pada tahun 1950 dalam pertempuran di Kepulauan Maluku.
Pada tanggal 16 April 1952, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III, yang kemudian menjadi awal dari pembentukan &quot;Korps Baret Merah&quot;.

BACA JUGA:
Kronologi Wanita di Parung Jadi Korban Percobaan Perkosaan saat Lari Pagi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mayor Mochamad Idjon Djanbi, seorang mantan Kapten KNIL yang berpengalaman dalam Korps Special Troopen dan bertempur dalam Perang Dunia II, ditunjuk sebagai Komandan pertama.Satuan ini mengalami beberapa perubahan nama, mulai dari Kesatuan Komando Angkatan Darat pada 1953, kemudian menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat pada 1952, dan pada tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

BACA JUGA:
Lawan Arah, 307 Kendaraan di Jakarta Ditindak Petugas

Pada 1966, satuan ini berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (Puspassus TNI AD), dan pada tahun 1971 menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Kemudian, pada 1985, nama satuan ini kembali berubah menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan nama tersebut tetap digunakan hingga saat ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Terbentuknya Kopassus tak bisa dipisahkan dari serangkaian peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pada Juli 1950, terjadi pemberontakan di Maluku yang dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri Republik Maluku Selatan (RMS).

BACA JUGA:
KPU DKI Serahkan Hasil Verifikasi Administrasi Calon Perseorangan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Angkatan Perang RI segera bertindak untuk menumpas pemberontakan tersebut. Operasi ini dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium III, Kolonel A. E. Kawilarang, dengan Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasi.
Pengalaman dalam menumpas pemberontakan RMS menginspirasi Slamet Riyadi untuk memulai pembentukan suatu satuan yang dapat bergerak cepat dan efisien di medan yang sulit. Namun, Slamet Riyadi gugur pada tahun 1950 dalam pertempuran di Kepulauan Maluku.
Pada tanggal 16 April 1952, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III, yang kemudian menjadi awal dari pembentukan &quot;Korps Baret Merah&quot;.

BACA JUGA:
Kronologi Wanita di Parung Jadi Korban Percobaan Perkosaan saat Lari Pagi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mayor Mochamad Idjon Djanbi, seorang mantan Kapten KNIL yang berpengalaman dalam Korps Special Troopen dan bertempur dalam Perang Dunia II, ditunjuk sebagai Komandan pertama.Satuan ini mengalami beberapa perubahan nama, mulai dari Kesatuan Komando Angkatan Darat pada 1953, kemudian menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat pada 1952, dan pada tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

BACA JUGA:
Lawan Arah, 307 Kendaraan di Jakarta Ditindak Petugas

Pada 1966, satuan ini berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (Puspassus TNI AD), dan pada tahun 1971 menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Kemudian, pada 1985, nama satuan ini kembali berubah menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan nama tersebut tetap digunakan hingga saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
