<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Prancis Tangkap Pria Rusia-Ukraina Atas Tuduhan Pembuatan Bom, Alami Luka Bakar Usai Ledakan</title><description>Menurut laporan media Prancis, senjata api dan paspor palsu juga ditemukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan"/><item><title>Polisi Prancis Tangkap Pria Rusia-Ukraina Atas Tuduhan Pembuatan Bom, Alami Luka Bakar Usai Ledakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan-CRrWVhf4OP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Prancis tangkap pria Rusia-Ukraina atas tuduhan pembuatan bom (Foto: Alamy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/18/3017940/polisi-prancis-tangkap-pria-rusia-ukraina-atas-tuduhan-pembuatan-bom-alami-luka-bakar-usai-ledakan-CRrWVhf4OP.jpg</image><title>Polisi Prancis tangkap pria Rusia-Ukraina atas tuduhan pembuatan bom (Foto: Alamy)</title></images><description>PRANCIS &amp;ndash; Polisi di Prancis telah menangkap seorang pria Rusia-Ukraina berusia 26 tahun karena dicurigai mencoba membuat bahan peledak dan merencanakan tindakan kekerasan.
Pria itu mengalami luka bakar parah setelah ledakan pada Selasa (4/6/2024) di sebuah kamar hotel di Roissy-en-France, dekat bandara Charles de Gaulle Paris.

BACA JUGA:
5 Negara Konsumen Kurma Israel Terbesar di Dunia, Nomor 1 Diduduki Prancis

Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Nasional mengatakan penyelidik menemukan bukti peralatan dan bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pembuatan bom di kamarnya.

BACA JUGA:
Prancis Tuding Rusia Berada di Balik Misteri 5 Peti Mati di Dekat Menara Eiffel, Bertuliskan Tentara Prancis di Ukraina

Menurut laporan media Prancis, senjata api dan paspor palsu juga ditemukan. Jaksa anti-teror telah membuka penyelidikan.
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters, mereka bekerja sama dengan agen mata-mata dalam negeri Prancis.Tersangka saat ini sedang diwawancarai di rumah sakit, setelah dirawat karena luka bakar parah dan kemudian ditangkap.

Dia dilaporkan berbahasa Rusia dari wilayah Donbas di Ukraina timur, yang sebagian besar saat ini diduduki oleh Rusia.

</description><content:encoded>PRANCIS &amp;ndash; Polisi di Prancis telah menangkap seorang pria Rusia-Ukraina berusia 26 tahun karena dicurigai mencoba membuat bahan peledak dan merencanakan tindakan kekerasan.
Pria itu mengalami luka bakar parah setelah ledakan pada Selasa (4/6/2024) di sebuah kamar hotel di Roissy-en-France, dekat bandara Charles de Gaulle Paris.

BACA JUGA:
5 Negara Konsumen Kurma Israel Terbesar di Dunia, Nomor 1 Diduduki Prancis

Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Nasional mengatakan penyelidik menemukan bukti peralatan dan bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pembuatan bom di kamarnya.

BACA JUGA:
Prancis Tuding Rusia Berada di Balik Misteri 5 Peti Mati di Dekat Menara Eiffel, Bertuliskan Tentara Prancis di Ukraina

Menurut laporan media Prancis, senjata api dan paspor palsu juga ditemukan. Jaksa anti-teror telah membuka penyelidikan.
Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters, mereka bekerja sama dengan agen mata-mata dalam negeri Prancis.Tersangka saat ini sedang diwawancarai di rumah sakit, setelah dirawat karena luka bakar parah dan kemudian ditangkap.

Dia dilaporkan berbahasa Rusia dari wilayah Donbas di Ukraina timur, yang sebagian besar saat ini diduduki oleh Rusia.

</content:encoded></item></channel></rss>
