<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proposal Gencatan Senjata Gaza yang Diusulkan Joe Biden Ternyata Tanpa Sepengetahuan Netanyahu</title><description>Selama berbulan-bulan, perunding dari AS, Mesir dan Qatar telah berusaha menengahi diakhirinya konflik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu"/><item><title>Proposal Gencatan Senjata Gaza yang Diusulkan Joe Biden Ternyata Tanpa Sepengetahuan Netanyahu</title><link>https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu-xeD5mo5FjM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proposal gencatan senjata Gaza yang diusulkan Joe Biden ternyata tanpa sepengetahuan Netanyahu (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/18/3017982/proposal-gencatan-senjata-gaza-yang-diusulkan-joe-biden-ternyata-tanpa-sepengetahuan-netanyahu-xeD5mo5FjM.jpg</image><title>Proposal gencatan senjata Gaza yang diusulkan Joe Biden ternyata tanpa sepengetahuan Netanyahu (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka mengumumkan proposal gencatan senjata di Gaza yang dikembangkan oleh Israel dan AS dan dikirimkan ke Hamas, ternyata Biden membuat pengumuman tersebut tanpa meminta persetujuan dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut tiga pejabat AS yang mengetahui hal tersebut, keputusan untuk mengumumkan secara sepihak adalah tindakan yang disengajadan mempersempit ruang bagi Israel atau Hamas untuk mundur dari perjanjian tersebut. Ini menjadi langkah yang tidak biasa dilakukan AS dengan sekutu dekatnya.
&amp;ldquo;Kami tidak meminta izin untuk mengumumkan proposal tersebut,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior AS, yang tidak bersedia disebutkan namanya untuk berbicara secara bebas tentang perundingan tersebut.


BACA JUGA:
Update Gencatan Senjata Gaza, Pemimpin Hamas Tuntut Diakhirinya Perang Sepenuhnya dan Israel Tarik Pasukan

&amp;ldquo;Kami memberi tahu Israel bahwa kami akan memberikan pidato mengenai situasi di Gaza. Kami tidak menjelaskan secara rinci mengenai apa yang terjadi,&amp;rdquo; lanjutnya, dikutip Reuters.


BACA JUGA:
Israel Tanpa Ampun Terus Bombardir Gaza dan Rafah, Tak Ada Tempat Aman Tersisa

Selama berbulan-bulan, perunding dari AS, Mesir dan Qatar telah berusaha menengahi diakhirinya konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang, namun kesepakatan terbukti sulit dicapai.

Proposal tersebut diumumkan pada Jumat (31/6/2024) yang menyerukan gencatan senjata awal selama enam minggu dengan penarikan militer Israel dari wilayah berpenduduk Gaza dan pembebasan beberapa sandera. Sedangkan diakhirnya perang secara permanen dinegosiasikan melalui mediator.

Mereka berupaya untuk melanjutkan kesepakatan yang diterima Hamas awal tahun ini dengan mempertahankan gencatan senjata saat negosiasi terus berlanjut, dengan tujuan mencapai penghentian permusuhan secara permanen, yang merupakan tuntutan lama Hamas.Jeremi Suri, seorang profesor sejarah dan hubungan masyarakat di Universitas Texas di Austin, mengatakan pengumuman Biden dan penyusunan proposal tersebut sebagai kesepakatan yang ditawarkan Israel, dimaksudkan untuk meningkatkan harapan akan gencatan senjata dan memberikan tekanan pada Netanyahu.

&amp;ldquo;Biden berusaha menghalangi Netanyahu agar menerima proposal tersebut,&amp;rdquo; terangnya.

Ketika ditanya apakah pengumuman Biden merupakan upaya untuk memberikan tekanan pada Netanyahu, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mencegah Israel menghancurkan Hamas dan kemampuan pemerintahannya.



&amp;ldquo;Gagasan bahwa tekanan akan menyebabkan Israel bertindak bertentangan dengan kepentingan nasionalnya adalah hal yang konyol,&amp;rdquo; kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya.

&amp;ldquo;Tekanan harus diberikan pada Hamas,&amp;rdquo; lanjutnya.



</description><content:encoded>WASHINGTON - Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka mengumumkan proposal gencatan senjata di Gaza yang dikembangkan oleh Israel dan AS dan dikirimkan ke Hamas, ternyata Biden membuat pengumuman tersebut tanpa meminta persetujuan dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut tiga pejabat AS yang mengetahui hal tersebut, keputusan untuk mengumumkan secara sepihak adalah tindakan yang disengajadan mempersempit ruang bagi Israel atau Hamas untuk mundur dari perjanjian tersebut. Ini menjadi langkah yang tidak biasa dilakukan AS dengan sekutu dekatnya.
&amp;ldquo;Kami tidak meminta izin untuk mengumumkan proposal tersebut,&amp;rdquo; kata seorang pejabat senior AS, yang tidak bersedia disebutkan namanya untuk berbicara secara bebas tentang perundingan tersebut.


BACA JUGA:
Update Gencatan Senjata Gaza, Pemimpin Hamas Tuntut Diakhirinya Perang Sepenuhnya dan Israel Tarik Pasukan

&amp;ldquo;Kami memberi tahu Israel bahwa kami akan memberikan pidato mengenai situasi di Gaza. Kami tidak menjelaskan secara rinci mengenai apa yang terjadi,&amp;rdquo; lanjutnya, dikutip Reuters.


BACA JUGA:
Israel Tanpa Ampun Terus Bombardir Gaza dan Rafah, Tak Ada Tempat Aman Tersisa

Selama berbulan-bulan, perunding dari AS, Mesir dan Qatar telah berusaha menengahi diakhirinya konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang, namun kesepakatan terbukti sulit dicapai.

Proposal tersebut diumumkan pada Jumat (31/6/2024) yang menyerukan gencatan senjata awal selama enam minggu dengan penarikan militer Israel dari wilayah berpenduduk Gaza dan pembebasan beberapa sandera. Sedangkan diakhirnya perang secara permanen dinegosiasikan melalui mediator.

Mereka berupaya untuk melanjutkan kesepakatan yang diterima Hamas awal tahun ini dengan mempertahankan gencatan senjata saat negosiasi terus berlanjut, dengan tujuan mencapai penghentian permusuhan secara permanen, yang merupakan tuntutan lama Hamas.Jeremi Suri, seorang profesor sejarah dan hubungan masyarakat di Universitas Texas di Austin, mengatakan pengumuman Biden dan penyusunan proposal tersebut sebagai kesepakatan yang ditawarkan Israel, dimaksudkan untuk meningkatkan harapan akan gencatan senjata dan memberikan tekanan pada Netanyahu.

&amp;ldquo;Biden berusaha menghalangi Netanyahu agar menerima proposal tersebut,&amp;rdquo; terangnya.

Ketika ditanya apakah pengumuman Biden merupakan upaya untuk memberikan tekanan pada Netanyahu, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mencegah Israel menghancurkan Hamas dan kemampuan pemerintahannya.



&amp;ldquo;Gagasan bahwa tekanan akan menyebabkan Israel bertindak bertentangan dengan kepentingan nasionalnya adalah hal yang konyol,&amp;rdquo; kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya.

&amp;ldquo;Tekanan harus diberikan pada Hamas,&amp;rdquo; lanjutnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
